Berita Dunia Islam Terdepan

Nasihat terkini Syaikh Abdullah Al Muhaysini kepada mereka yang terlibat jihad di Suriah

81

Support Us

JISR SYUGHUR (Arrahmah.com) – Dalam keadaan pemulihan pasca terkena serangan musuh di pertempuran Ma’rakat Al Nashr beberapa waktu lalu, Syeikh Abdullah Al Muhaysini memberikan nasihat kepada semua pihak yang terkait jihad di Suriah.

Nasihat tersebut didokumentasikan dalam bentuk video berdurasi kurang dari 7 menit pada Youtube, Sabtu (25/4/2015). Semoga Allah menjaga Syeikh Abdullah Al Muhaysini.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Segala puji bagi Allah yang menjanjikan kemenangan dan kekuatan untuk hamba-Nya.

Segala puji bagi Allah yang menjadikan hari (kemenangan) Idlib sebagai hari kesaksian dan diikuti dengan membuka kota Jisr Syughur untuk hamba-Nya yang lemah.

Kepada umat kami tercinta, kepada para ibu yang sedang berduka, kepada anak-anak Muslim yang menjadi yatim piatu, kepada orang-orang tua yang mengungsi, dan kepada istri-istri yang menjanda dan kepada para wanita kami yang dipenjarakan di penjara Nushairiyyah;

Di sini ada Mujahidin yang berjihad di jalan Allah membalaskan dendam kalian, di sini ada Mujahidin yang berjihad di jalan Allah mengorbankan segala sesuatu yang dicintai dan berharga, mereka tidak rela dengan penghinaan. Mereka tidak rela hidup di dalam kepengecutan sementara kalian mengalami rasa sakit. “Pada hari itu, orang-orang beriman akan bersukacita dengan kemenangan Allah, Dia membantu siapa yang Dia kehendaki, dan Dia adalah Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”

Di tempat ini saya akan menyampaikan pesan ke sejumlah kelompok. Pesan pertama adalah untuk para pemimpin faksi-faksi yang berpartisipasi dalam kemenangan besar ini; Semoga Allah memutihkan wajah kalian, dan semoga menguatkan langkah kaki kalian dan semoga Dia menuliskan untuk kalian pahala yang terbesar yang Dia berikan kepada para pembebas.

Pada hari ini, bendera Laa ilaha Illa Allah berkibar di langit Jisr Syugur setelah 40 tahun ia hidup di bawah naungan kedikdatoran dan di bawah naungan kekuasaan Nushairiyyah. Kalian telah membebaskan sebuah tanah yang pada tahun 79 pernah bangkit melawan penindasan dan para penindas, semoga Allah menuliskan pahala bagi kalian.

Saya akan menasihatkan pada kalian dengan nasihat yang tulus. Tetaplah bersatu, sesungguhnya Allah telah menunjukkan pada kalian apa yang kalian dambakan, Allah Menunjukkan kalian kemenangan yang besar. Maka waspadalah kalian dari bersengketa, yang akan membuat kalian gagal dan momentum yang telah didapatkan menjadi hilang. Bersabarlah, sesungguhnya Allah adalah bersama orang-orang yang sabar.

Pesan kedua adalah kepada Mujahidin berani yang mengorbankan segala sesuatu yang dicintai dan berharga. Mereka yang mengobarkan Jihad di Allah dan tidak menunjukkan kepada orang kafir selain membunuh, mengusir dan menolong hamba Allah yang bertaqwa; Semoga Allah menuliskan pahala bagi kalian wahai Mujahidin. Semoga Allah menuliskan pahala bagi kalian wahai para penyerang. Berpegang teguhlah kalian pada pijakan kalian. Allah telah menunjukkan pada kalian kemenangan-Nya dan Allah berjanji bahwa Dia tidak akan mengingkari janji-Nya, “Sebuah janji Allah Dan Allah tidak melanggar janji-Nya, tetapi kebanyakan orang tidak tahu.”

Pesan ketiga adalah untuk para Syuhada dan untuk ibu dan ayah dari para Syuhada, yang telah mengorbankan hal yang paling dicintai yang mereka punya untuk terbebasnya tanah kaum Muslimin; Bergembiralah kalian. Demi Allah kalian adalah orang-orang yang beruntung. Demi Allah kalian adalah orang-orang yang beruntung. Apakah itu tidak menyenangkan kalian, bahwa orang-orang kembali dengan domba, unta dan rampasan perang, sementara kalian kembali dengan para Syuhada yang dibeli Allah. “Mereka bahagia dengan apa yang telah Allah berikan pada mereka dari karunia-Nya”, Bergembiralah dengan para Syuhada kalian yang sedang menunggu kalian di sana di surga Na’im dan sedang menunggu untuk memberi syafaat bagi kalian di sisi Rabb semesta alam.

Pesan keempat adalah untuk Mujahidin yang terluka dalam pertempuran besar ini; Bergembiralah kalian dengan apa yang menimpa kalian, karena sesungguhnya cedera di jalan Allah adalah setengah dari Syahadah. “Tidaklah seorang terluka di jalanAllah –Wallahu a’lam dengan orang yang terluka di jalan Allah- kecuali ia akan datang pada hari kiamat sedang lukanya mengalirkan darah, warnanya warna darah, dan wanginya wangi misk” (Muttafaq ‘alaih dari hadits Abu Hurairah, Al-Bukhari: 2803, Muslim: 1876.)

Bergembiralah kalian dengan sabda Nabi (SAW): “Barangsiapa yang menderita luka kecil di jalan Allah, ia akan datang pada hari kiamat dan padanya cap para Syuhada.”

Bergembiralah kalian atas penderitaan, rasa sakit dan nyeri yang kalian alami; ketahuilah bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang telah melakukan sebaik-baik amalan.

Pesan berikut adalah untuk rezim Nushairiyyah dan para pendukungnya, Mujahidin di jalan Allah telah memperingatkan kalian, kekuatan dan hukuman dari Allah telah ditunjukkan kepada kalian. Jadi sampai kapan kalian akan terus berbohong kepada orang-orang kalian? Sampai kapan kalian akan terus berbohong kepada orang-orang kalian? Kalian mengatakan di pertempuran Wadi Dhaif dan Al-Hamidiyyah bahwa penarikan pasukan itu adalah bersifat taktis. Kemudian kalian mengatakan hal yang sama di Busra As-Syam, kemudian kalian mengatakan hal yang sama di Idlib. Jadi pada hari ini (pertempuran Jisr Syughur) penarikan itu bersifat taktis atau penarikan itu karena kalian lemah? Sebenarnya ini adalah waktu bagi orang yang masih menganggap bagi Anda melawan pemberontak yang melawan Anda. Anda telah mengkhianati mereka dan itu adalah kekuatan Allah yang tidak bisa dilawan. Di mana posisi kalian dalam firman Allah: “Ketika Anda memohon Rabb Anda dan Dia menjawab Anda: “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut”. Apakah kalian mampu menghadapi kekuatan Allah (SWT)?

Untuk para wartawan yang selalu berbohong dalam penyampaian berita mereka: Apakah kalian tidak pernah merasa malu atas banyaknya kebohongan kalian kepada orang-orang? Apakah kalian tidak pernah merasa malu atas banyaknya orang yang kalian sesatkan?

Pesan berikutnya adalah kepada para ibu dari para pengkhianat yang menjual Agama mereka dan mendukung rezim Nushairiyyah, saya katakan kepada mereka: “Bukankah sekarang waktunya bagi kalian untuk menarik anak kalian dari barisan rezim Nushairiyyah. Di sini mereka (rezim) memberikan anak kalian sebagai domba kurban untuk dibunuh di tangan Mujahidin dalam pertempuran di mana kalian adalah pecundang terbesar, sungguh kalian telah rugi di dunia dan akhirat. Kalian tidak memiliki unta (keuntungan duniawi) di dunia ini, rezim melempar kalian ke kehancuran dan di akhirat bagi kalian siksa neraka, dan itu adalah seburuk-buruk tempat.

Pesan berikut ini adalah kepada saudara-saudara kami di Homs, Hama. Latakia, pesisir, Ghouta dan kepada mereka yang dikepung di Dara’a dan di tempat lainnya: Dengan kehendak Allah, kita akan segera bertemu, kita akan segera bertemu di perbatasan Damaskus di Menara putih di Masjid Umayyah. “Pada hari itu, orang-orang beriman akan bersukacita dengan kemenangan Allah, Dia membantu siapa yang Dia kehendaki, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”

Pesan terakhir di adalah kepada kalian wahai para Pemimpin. Apakah kalian sudah meletakkan senjata kalian? Demi Allah, jangan. Sesungguhnya malaikat belum meletakkan senjata mereka. Jadi berperanglah di jalan Allah, kemenangan belum lengkap sampai Ariha, Al-Mastumah dan Al-Qarmid (saat pesan ini disampaikan AL-Qarmid belum dibebaskan-red) terbebaskan. Gulingkan mereka dan serang mereka dengan para pencari syahid kalian, serang mereka dengan pasukan Inghimasiyyin kalian. Dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama kalian, dan selama Allah bersama kalian, maka kalian tidak akan tersesat. Dan Allah akan menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya.

Diterjemahkan oleh:

logo-muqawamah-189x177
Muqawamah Media

(samirmusa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan