Orientalis: "Israel" resah, kelompok Islam ada di puncak kekuasaan Pakistan

188

Support Us

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Beberapa analis mengatakan bahwa, pasca naiknya kelompok Islam ke puncak kekuasaan di Pakistan, Israel mengalami ketakutan secara diam-diam. Media-media Israel mengungkap fakta keresahan Israel itu ke publik, sebagaimana dilansir IP, Senin (20/4/2015).

Orientalis “Israel”, Evirem Harari meminta semua penentu kebijakan di internal Israel untuk melalukan kampanye propaganda di seluruh dunia untuk memperingatkan bahaya jatuhnya Pakistan ke pangkuan kelompok Islam. Demikian perntaan orang “dekat” dengan “kantor PM Benjamen Netenyahu itu”, dikutip dari koran Yesrael Hayom, Ahad (19/4). di , orientalis Israel ,

Harari menilai naiknya kelompok Islam ke puncak kekuasaan Pakistan yang jumlah penduduknya mencapai 190 juta merupakan mimpi buruk bagi zionis penjajah itu. Ia mengklaim Laskar Thaibah yang membidik titik pariwisata milik yahudi di India tahun 2008 -dan mereka memiliki kaitan dengan Prof. Abdul Qadir Khan- disebut sebagai “bapak bom nuklir” Pakistan. Ia juga mengklaim bahwa Partai Laskar Thaibah didukung oleh badan keamanan Pakistan.

Harari menyampaikan kemarahannya kepada pemerintah Pakistan setelah keputusan pembebasan Zaki Rahman Ukhowi. Ia adalah pimpinan Laskar Taibah yang dituding India sebagai otak di balik serentetan serangan terhadap pariwisata milik Yahudi di India pada November 2008. Serangan itu menewaskan enam pelajar sekolah agama Yahudi.

Harari juga menuding Pakistan meresmikan sistem pendidikan berdasarkan nilai-nilai anti Semit dan memusuhi Yahudi dan pemerintah Pakistan juga mendukung sejumlah Jamaah Jihad yang terang-terangan membenci Yahudi. Pakistan dinilai memberikan perlindungan kepada Tandzim Al-Qaidah, dimana rumah Usamah bin Laden sendiri berdekatan dengan pangkalan militer Pakistan.

Berita Terkait

Isolasi Pakistan

Majalah “Israel” Defense mengungkap bahwa ambisi mengisolasi Pakistan adalah salah satu faktor yang mendorong “Israel” membangun hubungan kuat dengan India. Majalah ini menegaskan, ada ambisi India dan Tel Aviv untuk menghadapi bahaya dan ancaman jamaah-jamaah Jihadiah yang beroperasi di dalam Pakistan karena ia dianggap berbahaya bagi keamanan nasional bagi “Israel” dan India.

Majalah ini mengutip pernyataan peneliti utama di badan intelijen zionis, Ravel Ovek bahwa “Israel” dan India memilik kepentingan mengawasi situasi Pakistan yang dianggap kedua pihak (“Israel” dan India) sebagai pelindung tumbuhnya kelompok Jihadis Sunni.

Dia menyatakan, India berkepentingan mengambil pengalaman dari “Israel” dalam perang melawan kelompok Islam sementara “Israel” berkepentingan mengawasi kelompok Islam di Pakistan. Sejak 2006, jamaah jihad itu dianggap sebagai sumber ancaman bagi India.

Ovek menilai, “Israel” melihat bahaya besar jika negara Islam Pakistan akan mengembangkan senjata nuklir yang bisa jadi juga akan mengimpor senjata itu ke negara Islam lainnya, terutama negara yang terlibat konflik dengan “Israel”

(adibahasan/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Jatuh Bangun Partai Islam

Oleh : War Yati (Arrahmah.com) - Baru-baru ini ada dua partai yang telah mendeklarasikan diri untuk terjun di kancah perpolitikan. Kedua partai tersebut adalah Partai Masyumi Baru dan Partai Umat bentukan Amien Rais. Di masa pemerintahan…

Video: Militer Australia Bunuh 39 Muslim Afghan

KABUL (Arrahmah.com) – Pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan dan warga sipil tak bersenjata di Afghanistan, dengan komando senior dilaporkan memaksa tentara juniornya untuk membunuh tawanan tak berdaya sebagai pengalaman…

Obama akui gagal 'tangani' Suriah

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Mantan Presiden AS Barack Obama telah mengakui bahwa pemerintahannya gagal menangani "tragedi Suriah" selama masa kepresidenannya. Dalam wawancara dengan saluran Jerman NTV , Obama mengungkapkan: "Di bidang…

Mabes TNI Tak Pernah Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan petinggi di jajaran Markas Besar (Mabes) TNI tidak ada yang pernah memberikan perintah untuk menurunkan baliho Imam Besar Front Pembela Islam…

Enam pasukan khusus Somalia tewas dalam serangan bom ranjau

MOGADISHU (Arrahmah.com) - Enam anggota pasukan khusus Somalia Danab tewas dalam serangan bom Asy Syabaab Senin malam (23/11/2020), pasukan keamanan di negara Tanduk Afrika itu mengonfirmasi kepada media lokal. Sebuah kendaraan yang…

Israel Lancarkan Serangan Artileri ke Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan penjajah Zionis, pada Sabtu malam (21/11/2020), kembali melancarkan serangan artileri ke sebuah pos kendali lapangan di Jalur Gaza utara, tak lama setelah jatuhnya sebuah roket yang ditembakkan dari…

Lembaga donor internasional siap topang Afghan dengan miliaran dolar

JENEWA (Arrahmah.com) - Puluhan lembaga donor mulai menjanjikan miliaran dolar sebagai bantuan bagi Afghanistan dalam konferensi yang digelar di Jenewa hari Selasa (24/11/2020), dengan harapan negosiasi damai yang dibangun antara pemerintah…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

Turki jatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap pelaku kudeta 2016

ANKARA (Arrahmah.com) - Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 337 mantan pilot dan tersangka lainnya atas rencana untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu,…

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

DKI Kaji Rencana Pembelajaran Tatap Muka Awal 2021

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tengah mengkaji rencana pembukaan pembelajaran tatap muka pada awal tahun 2021. "Bidang pendidikan memang belum dibuka tapi sedang dalam proses kajian," kata Riza usai…

Iklan