Berita Dunia Islam Terdepan

Pemimpin Houtsi mengatakan tidak akan menyerah dengan gempuran Saudi

63

Support Us

SANA’A (Arrahmah.com) – Pemimpin kelompok milisi Syi’ah Houtsi Yaman telah bersumpah tidak akan pernah menyerang terhadap serangan udara pimpinan Saudi dan mengklaim bahwa Yaman memiliki hak untuk menolak “agresi” dengan cara apapun.

“Rakyat Yaman kami tidak akan pernah menyerah,” ujar Abdelmalik al-Houthi dalam pidato televisi yang disiarkan Ahad (19/4/2015) pada hari ke-25 serangan udara pimpinan Saudi yang menargetkan kelompok itu seperti dilaporkan Al Jazeera.

Pemimpin Syi’ah Houtsi berjanji akan memberikan perlawanan tangguh dengan menggunakan segala cara dan pilihan yang tersedia tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Menurut Saudi, Syiah Houtsi telah bekerjasama dengan Iran untuk menggulingkan pemerintahan presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Pada Ahad (19/4), juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Ahmed Asiri mengatakan pertempuran dan serangan udara yang menargetkan Houtsi telah melanda seluruh Yaman. Dia menambahkan bahwa setidaknya 106 serangan udara telah diluncurkan terhadap Houtsi di kota Sana’a dan Sadaa, menargetkan fasilitas penyimpanan rudal balistik.

Di kota pelabuhan Aden, kota terbesar kedua di Yaman, pasukan yang setia kepada Mansour Hadi kembali menguasai bagian dari garis pantai yang selama ini dikendalikan oleh Syi’ah Houtsi dan loyalis mantan presiden Ali Abdullah saleh, ujar pejabat keamanan kepada AP.

Sebagian besar militer Yaman masih setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh yang pasukannya berjuang bersama Syi’ah Houtsi dalam pertempuran yang membentang di Yaman selatan dan timur. Namun terjadi pembelotan di wilayah timur laut yang membawa sekitar 10 divisi yang kini mendukung Hadi.

Sementara itu, Saudi telah menyebar sedikitnya 15.000 tentara di daerah perbatasan gurun dan pegunungan.

Koresponden Al Jazeera, Mohammed Vall yang melaporkan dari Jizan di perbatasan Arab Saudi-Yaman, mengatakan bahwa sementara ini loyalis Hadi telah menguasai kembali wilayah namun mereka tetap tidak memiliki pusat komando untuk memimpin mereka. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah