Direktur INSISTS: Inilah kriteria radikal versi BNPT

77

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) Adnin Armas menyesalkan pemblokiran yang dilakukan terhadap sejumlah media Islam online dengan dalih situs-situs dakwah dan berita Islam itu mengajarkan dan menyebarkan paham radikal.

“Apa yang dimaksud dengan radikal di sini?” tanya Pemred Majalah Gontor ini dalam acara Tabligh Akbar ‘Jangan Berangus Media Dakwah Kami’ di Masjid Al Azhar Kebayoran Baru, Jakarta, Jum’at (3/4/2015) malam.

Sejauh ini kriteria website radikal menurut tafsir Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) saat pertemuan di Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo), kata Adnin sebagaimana dikutip Salam-Online, adalah:

Pertama, ingin melakukan perubahan dengan cepat, menggunakan kekerasan, dan mengatasnamakan agama.

“Apa iya, Hidayatullah, AQLIslamiccenter.com, GemaIslam.com, dan lainnya itu mengajak orang untuk ngebom, ayo bunuh orang, setahu saya tak pernah,” ujar cendekiawan muda Islam ini.

Kedua, Takfiri, mengkafirkan orang lain. “Web-web ini diblokir katanya juga karena mengkafirkan orang lain. Ini apakah kalau kita shalat, surah Al-Kafirun pun apa gak boleh dibaca lagi,” tanyanya.

Menurut Adnin, kita merdeka dulu juga karena ketika penjajah Belanda datang, mereka, para pejuang kita mengatakan, “Ini orang kafir mau menjajah kita. Semangat perjuangan itu muncul. Kemerdekaan ini diraih salah satunya karena semangat itu. Sekarang ini malah dianggap sebagai radikal, ini melukai umat Islam.”

Adnin mengatakan, jika kriteria ini yang digunakan BNPT, itu bahaya, karena mendangkalkan akidah umat Islam, melemahkan kaum Muslimin. “Tadi Pak Irjen Pol (Purn) Anton Tabah menyebutkan banyak sekali masalah-masalah sosial yang menimpa umat Islam, umat Islam ini sudah lemah, kemudian keimannnya pun dilemahkan lagi, ini bahaya,” Adnin mengingatkan.

Berita Terkait

Ia melanjutkan, iman kepada Allah adalah sumber kekuatan kita. Apalagi yang dibanggakan umat kalau bukan keimanan, kebenaran, keyakinan terhadap Islam. “Politik sudah berpecah belah, ekonomi juga kalah, sosial dan kebudayaan kita krisis, sudah begitu identitas ke-Islaman itu juga mau dilepaskan,” paparnya.

Ia menjelaskan, yang namanya agama ada dogma, ada keyakinan. Bukan hanya Islam, agama lain juga begitu, di luar keyakinan agamanya salah, makanya seseorang menganut agama yang diyakininya itu.

“Harusnya (proses pemblokiran itu, red) melibatkan para ulama, ormas Islam, jangan sampai seperti dikatakan pak Mustofa Nahra tadi, (BNPT) menjadi penafsir agama. Kalau menjadi penafsir agama, itu terkait dengan ideologi keagamaan, kalau seperti itu, jadi menyimpang,” gugatnya.

“Kalau definisi radikal seperti ini, maka paranoid, Islamofobia yang menjadi ideologi, itu rawan. Umat Islam terbesar di dunia, menghadapi masalah seperti ini,” sesalnya.

Ketiga, mendukung, menyebarkan dan mengajak bergabung dengan ISIS. “Setahu saya selama berhari-hari mendampingi teman-teman media Islam, mereka justru mengritik ISIS, tak ada yang mendukung. Apalagi gemaislam.com, bukan hanya di webnya, seminar pun digelar untuk mengkritisi dan mengritik ISIS, me-warning bahaya ISIS. Nah, yang mengritik ISIS aja diblokir,” ungkapnya.

Keempat, memaknai Jihad secara terbatas. Kosa kata ini ada di dalam Qur’an, Hadits, dan di dalam praktik kehidupan umat Islam dari dulu sampai sekarang. Menurut Adnin, yang namanya jihad ada maknanya, meskipun bukan hanya bermakna perang, tapi bersungguh-sungguh. “Kemerdekaan Indonesia karena Jihadnya para pendahulu kita,” tegasnya.

P1050081

“Andai negara ini kembali dijajah kekuatan asing, siap Jihad apa tidak?” tanya Adnin kepada hadirin, yang dijawab serentak, “Siaaap…!!!” kemudian Adnin buru-buru menimpali, “Itu disebut radikal oleh BNPT. Jadi kalau diserang oleh kekuatan asing, bagaimana? Diam aja, cukup berdoa,” ujarnya, satir.

(banan/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Habib Rizieq Masuk IGD RS UMMI Bogor

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dan istrinya Syarifah Fadhlun Yahya dibawa ke Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Habib Rizieq disebut sempat masuk ke…

Prancis Ngamuk Setelah Pakistan Tuduh Macron Sama Seperti Nazi

PARIS (Arrahmah.com) – Prancis menuntut Pakistan menarik komentar Menteri Federal untuk HAM Shireen Mazari yang menyamakan Presiden Emmanuel Macron dengan Nazi. Melalui Twitter, Mazari menyebut Macron memperlakukan Muslim di Prancis…

Ketika Pelarangan Khamr menjadi Kontroversi

Oleh : Yuliyati Sambas, S.Pt (Arrahmah.com) - Islam telah memberi seperangkat aturan kehidupan yang demikian rinci dan mengandung maslahat. Salah satunya terkait perkara makanan dan minuman. Prinsipnya bahwa apa yang dikonsumsi wajib halal…

MUI Keluarkan Fatwa Tentang Pemakaian Masker Bagi Yang Ihram

JAKARTA (Arrahmah.com) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang pemakaian masker bagi orang yang sedang ihram. Dalam fatwa tersebut terdapat empat ketentuan hukum yakni memakai masker bagi perempuan yang sedang ihram…

Erdogan dan Raja Salman Sepakat Tingkatkan Hubungan

ANKARA (Arrahmah.com) –Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz sepakat memperbaiki hubungan bilateral dan menyelesaikan berbagai masalah lewat dialog. Kedua pemimpin itu berbicara melalui telepon menjelang…

Serangan udara "Israel" bunuh 8 militan pro-Iran

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Serangan udara "Israel" di Suriah menewaskan sedikitnya delapan pejuang yang beroperasi di milisi pro-Iran, kelompok pemantau mengatakan pada Rabu (25/11/2020). Serangan itu menargetkan depot senjata dan situs…

Pasukan Turki menarik diri dari kota strategis di Suriah barat laut

ALEPPO (Arrahmah.com) - Dalam 72 jam terakhir, Angkatan Bersenjata Turki mulai menarik pasukan mereka dari dua wilayah penting di barat laut Suriah. Menurut laporan baru dari provinsi Aleppo, Angkatan Bersenjata Turki telah mulai menarik…

Mabes TNI Tak Pernah Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan petinggi di jajaran Markas Besar (Mabes) TNI tidak ada yang pernah memberikan perintah untuk menurunkan baliho Imam Besar Front Pembela Islam…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

Drone Turki lancarkan serangan di Suriah utara

RAQQA (Arrahmah.com) - Sebuah pesawat tak berawak Turki dilaporkan melakukan serangan udara di wilayah utara provinsi Al-Raqqa pada Ahad (22/11/2020), Kantor Berita rezim Suriah SANA melaporkan. Menurut laporan tersebut, Angkatan…

Saudi akan investasikan lebih dari $ 5 miliar untuk AI

RIYADH (Arrahmah.com) - Arab Saudi berencana untuk menginvestasikan lebih dari 20 miliar riyal ($ 5,3 miliar) untuk kecerdasan buatan (AI) pada tahun 2030, Ketua Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan (SDAIA) Saudi Abdullah Bin Sharaf…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

Iklan