Berita Dunia Islam Terdepan

Tanggapan Anas Urbaningrum tentang pemblokiran situs media Islam

62

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Terkait instruksi pemblokiran 22 media Islam oleh BNPT kepada Kemkominfo, Anas Urbaningrum angkat bicara. Ia mengatakan bahwa pemerintah seharusnya mensensor yang bersuara kotor, memblokir yang tidak berpikir. Demikian tanggapan Mas Anas yang disalin oleh admin akun Twitter resminya @anasurbaningrum, dari tulisan Mas Anas yg dititipkan lewat lawyer, Rabu (1/4/2015).

  1. Ada 22 situs dakwah Islam yg diblokir oleh otoritas atas rekomendasi BNPT. #kenapablokir *abah

  2. Alasannya karena dianggap radikal dan menjadi “agen” radikalisme Islam. #kenapablokir *abah

  3. Kabarnya malah ada yg dikaitkan dengan ISIS dan ancaman radikalisme global. #kenapablokir *abah

  4. Pemblokiran ini mengundang sejumlah pertanyaan serius? #kenapablokir *abah

  5. Pertama, benarkah situs-situs Islam itu agen radikalisme dan terkait dng kekerasan? #kenapablokir *abah

  6. Kedua, apakah mazhab berpikir keagamaan boleh diadili? #kenapablokir *abah

  7. Ketiga, bagaimana pemblokiran dikonfirmasikan dengan kebebasan pers dalam tradisi demokrasi? #kenapablokir *abah

  8. Rasanya kebijakan pemblokiran agak sulit memberikan jawaban yg memadai atas 3 pertanyaan tadi. #kenapablokir *abah

  9. Sebaiknya otoritas tidak buru-buru mengambil kebijakan memblokir situs-situs yg “dicurigai”. #kenapablokir *abah

  10. Mustilah dilakukan penyelidikan yg utuh, jernih dan terbuka, sehingga dapat ditemukan kesalahan yg nyata. #kenapablokir *abah

  11. Jika tidak ditemukan kesalahan yg nyata, hanya kecurigaan, kebijakan itu tentu tidak bijak. #kenapablokir *abah

  12. Kebijakan itu bisa mengundang tafsir-tafsir yg tidak menguntungkan bagi otoritas dan kebebasan pers. #kenapablokir *abah

  13. Apalagi kalau berkembang tafsir ke arah “fobia” Islam. Tentu akan sangat kontraproduktif. #kenapablokir *abah

  14. Terorisme dan kekerasan adalah musuh Islam dan musuh kemanusiaan. Ini prinsip yg sudah terang. #kenapablokir *abah

  15. Justru otoritas harus berpikir lebih maju dan kreatif. Merangkul dan sinergi kerja dengan situs-situs Islam. #kenapablokir *abah

  16. Sinergi melawan radikalisme, terorisme dan kekerasan adalah keniscayaan. Pemerintah tdk bisa kerja sendiri. #kenapablokir *abah

  17. Kalau basis kesadarannya adalah kerja sendiri, mudah melahirkan kecurigaan ke berbagai arah. #kenapablokir *abah

  18. Kecurigaan yg berlebihan bisa terpeleset pada kebijakan yg justru merugikan kerja besar mengatasi radikalisme. #kenapablokir *abah

  19. Beberapa waktu lalu di Imigrasi kabarnya ada “diskriminasi” terhadap nama Muhammad dan Ali. #kenapablokir *abah

  20. Kejadian ini terasa tidak elok. Apalagi terjadi di Indonesia, negeri muslim moderat dan cenderung pluralis. #kenapablokir *abah

  21. Karena itulah perlu cara berpikir yg benar lagi tepat bagaimana bekerja mengatasi radikalisme. #kenapablokir *abah

  22. Dari cara berpikir yg tepat akan lahir langkah dan kebijakan yg benar. #kenapablokir *abah

  23. Langkah dan kebijakan yg benar akan berpeluang besar menghadirkan efektifitas. #kenapablokir *abah

  24. Kalau langkah dan kebijakan lahir tanpa tujuan efektifitas, itu sulit dibedakan dengan kemubaziran. #kenapablokir *abah

  25. Lalu, ada pertanyaan yg sampai belum terjawab tentang ISIS yg sekarang menjadi “hantu” kekerasan itu. #kenapablokir *abah

  26. ISIS itu otentik gerakan radikalisme ideologis atau sejatinya proyek politik-global kekuatan tertentu? #kenapablokir *abah

  27. Jawaban terhadap pertanyaan ini akan membantu otoritas negeri ini untuk lebih cermat, jernih dan berhati-hati. #kenapablokir *abah

  28. Salah satu bentuk kehati-hatian adalah dng meneliti dulu sampai ditemukan kesalahan nyata, baru terbit kebijakan. #kenapablokir *abah

  29. Akan adil jika semua situs, apapun warna dan latar belakangnya, juga diteliti. Biar tidak ada “diskriminasi”. #kenapablokir *abah

  30. Tugas yg berwenang adalah memastikan yg bahaya adalah bahaya. Jangan ada yg dibahaya-bahayakan. #kenapablokir *abah

  31. Bahwa mengatasi radikalisme adalah komitmen bersama, itu niscaya. Metodenya yg hrs sahih dan sasarannya hrs tepat. #kenapablokir *abah

  32. Pastilah umat Islam mendukung ikhtiar itu. Krn itu adalah bagian dari ber-Islam yg memberi rahmat bagi semesta. #kenapablokir *abah

  33. Merangkul dan bersinergi adalah salah satu kunci. Bukan sebaliknya. Wallahu a’lam #kenapablokir *abah

(adibahasan/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan