Berita Dunia Islam Terdepan

Raja Salman perintahkan serangan udara lawan Pemberontak Syiah Houtsi di Yaman

Raja Salman bin Abdul Azis
4

RIYADH (Arrahmah.com) – Raja Salman bin Abdulaziz dari Arab Saudi memerintahkan operasi militer berupa sweeping awal terhadap para pemberontak Houtsi yang didukung Iran di Yaman pada Senin pagi (23/3/2015). Demikian dilaporkan stasiun TV Al Arabiya (AA), mengutip sumber-sumber Saudi.

Raja Salman memberikan perintahnya pada 12:00 waktu setempat pada hari Kamis, lapor saluran berita AA.

Beberapa jam kemudian, Royal Saudi Air Force melakukan beberapa serangan udara di atas posisi Houtsi di Yaman, dan menghancurkan sebuah pangkalan udara yang digunakan oleh milisi di Sanaa dan “sebagian besar pertahanan udara mereka,” sumber Saudi mengatakan kepada AA.

Duta Besar Arab Saudi untuk Washington, Adel al-Jubeir, kepada wartawan di Washington mengatakan bahwa kerajaan telah meluncurkan operasi militer berupa serangan udara di Yaman melawan pejuang Houthi. Mereka juga disinyalir telah memperketat kekuasaan mereka di kota selatan Aden, lokasi presiden negara itu mengungsi.

Al-Jubeir mengatakan kepada wartawan bahwa koalisi 10 negara telah bergabung dalam kampanye militer sebagai upaya “untuk melindungi dan membela pemerintah yang sah” Yaman, Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

“Kami akan melakukan apa pun untuk melindungi pemerintah Yaman yang sah dari kejatuhan,” kata Jubeir.

Menteri Pertahanan Saudi Pangeran Mohammed bin Salman telah memperingatkan Ahmed Ali Abdullah Saleh, putra mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, akan melawan maju menuju Aden.

Houtsi telah bergabung dengan loyalis mantan Presiden Saleh dalam serangan mereka untuk mengambil kendali atas Yaman.

Menteri Luar Negeri Yaman Riad Yassine mengatakan kepada AA bahwa operasi akan terus menerus digencarkan sampai Houthi setuju untuk bergabung dengan pembicaraan damai dan mundur. Mereka juga menuntut pemberontak syiah Houtsi mempertanggungjawabkan semua tindakan yang diambil sejak pendudukan mereka atas ibukota Sana’a September lalu.

“Kami tidak kenali setiap apa yang terjadi setelah tanggal 21 September,” ujar Yassine kepada AA, mengatakan operasi militer akan membantu Yaman selatan “mendapatkan kembali kepercayaan.”

Demonstrasi dilaporkan pecah di Hadramout dan Aden Yaman dalam mendukung serangan udara Saudi pada milisi Houtsi.

Operasi militer dilakukan tak lama setelah negara-negara Teluk Arab melakukan pembatasan Oman. Mereka mengumumkan bahwa mereka telah Memutuskan untuk “mengusir agresi Houtsi” di tetangganya, Yaman, menyusul permintaan dari Presiden Mansour Hadi Abd-Rabbu.

Hal tersebut sesuai dengan pernyataan bersama koalisi timur tengah di Arab Saudi, dengan UEA, Bahrain, Qatar dan Kuwait “Memutuskan untuk mengusir milisi Houtshi, al Qaeda dan ISIS.” (adibahasan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...