Berita Dunia Islam Terdepan

Dua anak Palestina ditembak oleh pasukan keamanan Otoritas Palestina di Nablus

Pasukan keamanan otoritas Palestina. (Foto: Ma'an)
2

NABLUS (Arrahmah.com) – Dua anak Palestina terluka, satu dalam kondisi kritis setelah ditembak oleh pasukan keamanan Otoritas Palestina (PA) di dekat kamp pengungsi Balata di timur Nablus pada Jum’at (20/3/2015).

Penduduk setempat mengatakan kepada Ma’an bahwa Mohammad Rakiz Abu Assab (10) ditembak di perut dan telah dilarikan ke rumah sakit Rafidia dan kini berada dalam kondisi kritis. Sementara itu, Mohammad Raed al-Hajj (11) ditembak di bagian kaki dan telah dilarikan ke rumah sakit al-Ittihad.

Sumber-sumber mengatakan bahwa bentrokan pencah antara pasukan keamanan PA dan puluhan pemuda di jalan Al-Quds dekat dengan kamp pengungsi setelah para pemuda Palestina menutup jalan.

Anggota Dewan Legislatif Palestina, Jamal al-Tirawi mengatakan kepada Ma’an bahwa Presiden Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Rami Hamdallah bertanggung jawab untuk mencegah situasi di Balata memburuk.

Balata telah menjadi pusat ketegangan sejak pasukan keamanan PA memulai kampanye keamanan pada bulan Februari lalu dengan klaim ingin menangkap 18 penjahat yang dicari di dalam kamp pengungsi tersebut.

Tujuh dari 18 orang yang dicari telah menyerahkan diri ke polisi pada pertengahan Februari, menyusul pertemuan antara Rami Hamdallah dan perwakilan partai politik di kamp pengungsi Balata, dan beberapa lainnya telah ditahan.

Awal bulan ini, para pemuda dari kamp tersebut telah memblokade jalan al-Quds, menuntut pembebasan orang-orang yang dicari oleh pasukan keamanan PA yang telah menyerahkan diri.

Kamp pengungsi Balata merupakan rumah bagi sekitar 23.000 warga Palestina dengan luas kurang dari satu kilometer persegi tanah.

Kamp padat penduduk secara historis menunjukkan tingkat pengangguran yang tinggi, ruang kelas penuh sesak dan kurangnya pelayanan dasar seperti akses terhadap air bersih dan sistem pembuangan yang buruk, menurut laporan badan bantuan PBB.

Lingkungan kamp yang sempit menyulitkan pasukan keamanan PA yang ingin masuk secara diam-diam ke kamp tersebut atau pasukan “Israel” yang sering menyebabkan bentrokan. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...