Berita Dunia Islam Terdepan

Nasihat dari lubuk hati teruntuk kelompok ISIS di Mosul

3

(Arrahmah.com) – Syaikh Abu Al ‘Izzi An-Najdi menyampaikan nasihat dari lubuk hati kepada jama’ah “Daulah Islamiyyah” atau kelompok Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS, di Mosul, dalam rangka mengamalkan hadits Rasulullah ﷺ yang menyeru untuk memberi nasihat kepada setiap muslim.

Nasihat Syaikh ini terkait tanggung jawab Jama’ah Daulah terhadap kaum muslimah dan anak-anak di wilayah yang mereka duduki. Beliau menyampaikan wajib hukumnya atas Jama’ah Daulah terkhusus pemuka agamanya untuk cepat bertindak mengamankan kaum perempuan dan anak-anak mereka minimal ke tempat yang jauh dari tempat-tempat yang diperkiraan di situ akan terjadi peperangan, dalam jangka waktu yang lama.

Selain itu, tidak boleh bagi mereka menunggu lagi sampai jatuhnya kaum muslimah ke tangan orang-orang yang tidak menjaga hubungan kekerabatan, tidak pula mengindahkan perjanjian, dan juga termotivasi untuk membalas dendam dengan berbuat kejahatan kepada kaum perempuan ahlu sunnah secara umum, dan kaum perempuan Jama’ah Daulah secara khusus.

Berikut terjemahan lengkap nasihat beliau, yang dipublikasikan oleh Muqawamah Media pada Sabtu (14/3/2015).

Nasihat Dari Lubuk Hati Teruntuk Jama’ah Daulah di Mosul

Oleh: Syaikh Abu Al ‘Izzi An-Najdi

30 Rabi’ul akhir 1436 H

 

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan nama Allah dan segala puji hanya bagi-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurahkan pada Rasulullah, keluarga dan seluruh sahabatnya.

Amma ba’du:

Kebencian Jama’ah Daulah atas kami tidak menghalangi kami untuk saling menasihati demi terjaganya kehormatan kaum muslimin, kaum wanita mereka dan anak-anak mereka adalah saudara kami juga. Jika kehormatan mereka terganggu atau tersakiti maka kita juga akan merasakan hal yang sama seperti yang mereka rasakan. Belum dikatakan sebenar benar muslim jika belum peduli dengan urusan kaum muslimin, disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari muslim, dari Jarir bin ‘Abdillah berkata :

“Aku berbaiat kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam untuk memberikan nasihat kepada setiap muslim.”

Sebab dari nasihat ini adalah peringatan yang sering disebutkan oleh Syaikh Al-Maqdisi dalam beberapa majlisnya. Kita mendengar bahwasanya para pasukan Daulah lebih lanjut pasukan Basymarkah dan Rafidhah daulah Iraq telah merencanakan dan memberi peringatan serangan atas Mosul yang direncanakan di bulan April, dan tidak diragukan lagi mereka akan di backing dengan peralatan canggih dan pesawat-pesawat negara sekutu dari orang nashrani dan murtaddin.

Dan seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa tentara Daulah telah menyandera kaum perempuan zaidiyyat dan lainnya. Hal ini bisa menjadikan para muslimah Mosul dibalas dendam oleh musuh jika mereka jatuh ditangan kaum yazidiyyin atau ditangan rafidhah atau bangsa kurdi atau semacamnya dari kaum murtad. Seperti yang kita tau beberapa waktu yang lalu kita dengar kaum ibu menangisi anak anak mereka yang jatuh ditangan yazidiyyin yang berada di dekat Mosul.

Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : (Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin bertanggung jawab atas rakyatnya) maka tanggung jawab atas kaum muslimah yang berada di tempat-tempat ini ada di pundak Jama’ah Daulah, sehingga tidak boleh bagi mereka menunggu lagi sampai mereka kembali datang menyerang dan menyebabkan jatuhnya kaum muslimah ditangan orang orang yang tidak menjaga hubungan kekerabatan tidak pula mengindahkan perjanjian ini, juga termotivasi untuk membalas dendam dengan berbuat kejahatan kepada kaum perempuan ahlu sunnah secara umum, dan kaum perempuan jama’ah Daulah secara khusus.

Dari Al-Hasan bahwasanya ‘Ubaid bin Ziyaad menjenguk Ma’qil bin Yasaar ketika sakit di hari kematiannya, kemudian Ma’qil berkata kepada ‘Ubaidillah, aku akan memberitahumu sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah saw, beliau bersabda :

“Tidaklah seorang hamba diberikan amanah oleh Allah untuk memimpin suatu kaum dan dia tidak memberikan mereka nasihat maka dia tidak akan mencium bau syurga.’

Ath-Thabaraani menambahkan dari hadits ‘Abdullah bin Mughaffal:

“Dan mereka dijauhkan darinya syurga sejauh 70 tahun”.

Sedangkan dalam riwayat Muslim :

“Melainkan Allah haramkan atasnya syurga”.

Maka dari itu wajib hukumnya atas Jama’ah Daulah terkhusus pemuka agamanya untuk cepat bertindak mengamankan kaum perempuan dan anak-anak mereka minimal ke tempat yang jauh dari tempat-tempat yang diperkiraan disitu akan terjadi peperangan, dalam jangka waktu yang lama. Seperti halnya wajib juga bagi mereka memudahkan jalan bagi sesiapa dari mereka yang ingin melakukan kunjungan kepada keluarga mereka dan tidak boleh melarang meraka yang ingin mengevakuasi sesiapa dari keluarga mereka dari istri atau anaknya dari daerah konflik. Hal itu wajib dilakukan jika mereka mengetahui bahwa mereka tidak sanggup menjaga keluarga mereka ketika Mosul diserang kelak. Dan dalam keadaan darurat harus siap untuk evakuasi mendadak. Maka bertakwalah kalian kepada Allah Ta’ala dan jangan menjadikan kehormatan sebagai resiko karena akan banyak terjadi kemungkinan kemungkinan yang tak terduga.

Dan wajib kepada dewan syari’ah Daulah disana agar paham betul dengan masalah ini, juga agar selalu mengingatkan para pemimpinan mereka akan hal ini. Karena jika tidak dilakukan maka Allah akan menanyakan tentang kehormatan kaum muslimah mereka jika sampai para rafidhah, murtaddin, dan yazidiyyin berkuasa atas mereka, jika sampai mereka mendahului dalam hal ini dan kalian tidak berusaha menghalangi suatu kemafsadatan atau sebelum semuanya terlambat.

Kita juga tau bahwa kebanyakan dari pemuda Daulah dan yang ta’assub kepadanya akan menyebut nasihat ini sebagai bentuk kekecewaan sehingga melukai niat sang penulis dan yang menyebarkannya. Hal ini tidak akan membahayakan kami sedikitpun karena kami telah mengikhlaskan niat ‘lillaahi ta’ala‘ dan Allah juga telah mengetahui bahwa kami sangat peduli akan kehormatan kaum muslimin. Maka tulislah apa yang hendak kalian tulis, karena Allah tetap akan membela orang orang yang beriman. Dan dalam hal ini kami mengesampingkan perbedaan kami dan tidak menjadikannya sebagai penghalang untuk tetap memberikan nasihat dan peringatan. Maka kami mengingatkan akan kehormatan kita sebagai seorang muslim dan saudara-saudara kami dan kami telah mengikhlaskan hal itu untuk kaum muslimin, dan tidak selayaknya jika memang meraka berilmu untuk menentang nasihat kami dengan dalih perbedaan kami dengan mereka.

Agar selayaknya kita mengingat hadits Rasulullah Al-Mushtafaa:

Sungguh seburuk-buruk penggembala adalah al-khuthamah. Karena itu jangan sampai engkau termasuk dari mereka

Maka janganlah kalian menjadi salah seorang dari mereka, arti dari hadits tersebut adalah: Seseorang yang berbuat buruk terhadap rakyatnya yang tidak pernah sekalipun memikirkan rakyatnya, akan tetapi malah berusaha menghancurkan mereka.

Ini adalah salah satu peringatan dari Nabi kita Shallallaahu ‘alaihi wasallam, beliau memberikan contoh untuk seorang pemimpin yang buruk, Al-Khuthamah adalah penggembala yang keras dan kasar terhadap gembalaannya. Pemimpin rakyat yang buruk juga disebut al-khutham.

Ya Allah berikanlah mereka pemahaman dan lapangkanlah dada dada mereka untuk menerima nasihat kami, dan jagalah kehormatan kaum muslimin dan kaum perempuannya dan lumpuhkanlah tangan tangan yang ingin menyelakai mereka dan selamatkanlah kaum muslimin yang lemah dan tinggikanlah panji tauhid, dan tolonglah hamba-hambamu mujahidin.

Dan shalawat serta salam untuk Nabi kita Muhammad serta keluarga dan sahabatnya semua.

(aliakram/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...