Berita Dunia Islam Terdepan

Penjelasan Syaikh Abu Mariyah Al-Qahthani tentang isu Jabhah Nushrah memisahkan diri dari Al-Qaeda

Syaikh Abu Mariyah Al-Qahthani
4

(Arrahmah.com) – Syaikh Abu Mariyah Al-Qahthani menyampaikan penjelasan mengenai isu yang menyebutkan bahwa Jabhah Nushrah memisahkan diri dengan Al-Qaeda.

Dalam penjelasan yang disampaikan melalui kultweet-nya ini, Syaikh menyatakan bahwa jihad sekarang tidak membutuhkan bai’at. Beliau pun memberikan penjelasan mengenai pendapatnya ini.

Berikut penjelasan lengkap Syaikh Abu Mariyah tersebut yang dipublikasikan oleh Muqawamah Media pada Sabtu (7/3/2015).
Sebagian mengatakan bahwa Jabhah Nushrah dan khususnya Syaikh Al-Jaulani ingin memisahkan diri dari Al-Qaeda kerana campur tangan negara-negara Teluk. Dan hal ini menjadi berurusan dengan sebagian orang dan sebagian informasi.

Begitu juga dulunya, jamaah Daulah mengatakan bahwa Jabhah Nushrah memiliki hubungan dengan Qatar. Hari ini, isu ini kembali dihembuskan sebagian media yang tidak memiliki tanggung jawab jurnalistik yang sehat. Kami akan jawab dan bantah dan dengan nama Allah kami meminta pertolongan.

Tapi sebelum saya memulai, perlu diketahui bahwa Jabhah Nushrah sejak awal berdirinya dan sampai hari ini tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah atau dari negara manapun, tetapi kami menerima bantuan dari semua umat Islam.

Sebenranya syariat tidak mengharamkan mujahidin untuk menerima bantuan dari pemerintah suatu negara apabila sesuai dengan maslahatnya, dan jika tidak adanya intervensi dari pemerintahan tersebut ke atas mujahidin. Walaupun begitu, Jabhah Nushrah tidak pernah menerima bantuan lewat cara seperti ini.

Meskipun begitu, kami tidak mengingkari jika ada pihak yang menerima bantuan tanpa ia dibebani oleh pihak yang membantunya dengan hal-hal yang bertentangan dengan syari’at yang lurus.

Bahkan di sana ada sebagian kelompok yang menerima bantuan dari luar, kami tidak keberatan selagi bantuan itu tidak memudharatkan agama dan jihad mereka. Hal ini merupakan hal yang syar’i dan dianggap bagian dari mu’amalat.

Hal ini bukanlah bagian dari loyalitas (bab wala’ dalam aqidah –red) sebagaimana yang digambarkan oleh jamaah Daulah, bahwa siapa yang mengambil senjata dan dana itu maka ia menjadi kafir murtad. As-Syaikh Abu Yahya Al-Libi sudah menjelaskan dan dinukil dari As-Syaikh Abi Al-Laits Al-Libi tentang syarat-syarat mujahidin berurusan dengan senjata-senjata dari pemerintahan negara tertentu, dan termasuk disyariatkan hal tersebut dan membatasinya dengan syarat-syarat. Kami telah menyebutnya dulu di sini, tapi sayangnya mereka (Daulah –red) telah mencampuradukkan antara mu’amalat dengan wala’ dalam aqidah.

Penduduk muslim Suriah adalah orang yang dizalimi dan ditindas, jika bantuan itu bermaslahat untuk menyelamatkan mereka dan tidak sebaliknya, maka ia termasuk maslahat secara umum.

Pengkafiran kerana hal ini merupakan kebodohan terhadap fiqh dan hukum a’qad (perjanjian dalam syari’at). Ini adalah kebodohan yang rangkap, namun terjadi terhadap banyak dari mereka yang dilabeli sebagai ahli syariat dan mereka ini diikuti secara taklid buta oleh pengikutnya. Oleh karena itu, wajib atas ahli ilmu untuk menjelaskannya dan sungguh kami telah menjelaskan banyak hal dalam risalah kami yang berjudul “Bukti nyata akan bodohnya para ghulat“. Dan kami telah membantah mereka yang mengkafirkan kelompok dan jamaah dengan perkara-perkara yang hukum fikihnya adalah mustahab, mubah dan makruh.

Adapun isu yang berkaitan dengan pemisahan diri oleh Jabhah An-Nushrah atau tuntutan Jabhah Nushrah untuk berpisah dari Al-Qaeda, saya dengan segala kerendahan diri di hadapan Allah (berpendapat): Bahwa saya menganggap jihad sekarang tidak membutuhkan bai’at. Sebelum menjelaskan pendapat saya, saya ingin bertanya:

Jika seandainya Jabhah Nushrah melepaskan bai’atnya, apakah negara-negara Teluk akan memberikan persenjataan kepada mujahidin?

Apakah kalian lupa bahwa Amerika sebelum Jabhah Nushrah mengumumkan bai’atnya kepada Al-Qaeda, mereka telah meletakkan dua nama petinggi Jabah Nushrah di Suriah dalam daftar teroris?

Padahal Jabhah Nushrah belum mengumumkan bai’atnya kepada siapapun dan kami tidak melakukan apa-apa kecuali memerangi Nushairiyyah.

Dan jika seandainya Jabhah Nusrah berdiri sendiri dan menetapkan posisinya atas nama bangsa Suriah dan mengumumkan perpisahannya dari Al-Qaeda, apakah dengan itu semua permusuhan orang Yahudi dan Nasrani akan berhenti terhadap umat Islam Suriah?

Apakah Syaikh Hajjaj Al-A’jmi dan Syaikh Syafi Al-A’jmi akan membantu Al-Qaeda

Apakah bangsa Suriah semua mereka dari jamaah Al-Qaeda?

Mengapa mereka diserang koalisi Salib?

Bukankah pemerintah (yang tergabung dengan koalisi) telah menetapkan hukum yang aneh?

Syaikh Al-Qardhawi dan sebagian kelompok jihad tercatat dalam daftar pidana dan mereka dicap “teroris”. Tapi mengapa pasukan Koalisi AS-Arab tidak pernah menargetkan serangan ke markas kelompok jihad lain selain Jabhah Nushrah?

Dan apakah jika Jabhah Nushrah mengumumkan pemisahan diri dari Al-Qaeda, maka negara-negara arab akan membantu mujahidin dan akan menyerang posisi Bashar?

Dengan semua kesimpulan inii, sesungguhnya Jabhah Nushrah tidak melihat semua opsi diatas dapat menjadi penyelamat bagi Syam sehingga akhirnya persoalan pembebasan Suriah menjadi urusan yang dikaitkan dengan Al-Qaeda. Dan sungguh Dr. Ayman Az-Zhawahiri telah menjelaskan dalam surat-suratnya terdahulu bahwa Al-Qaeda tidak akan berhenti hanya di medan pertempuran Syam saja, sebagaimana yang tersirat dari makna perkataannya dan rekaman audionya.

Saya pribadi berpendapat dengan segala kerendahan diri saya di hadapan Allah, apabila terjadi bentrok kepentingan antara maslahat penduduk Suriah dengan kepentingan segala tandhim jihad, maka saya memilih maslahat yang pertama.

Siapapun yang mengira bahwa Al-Qaeda akan menolak kepentingan ahlus sunnah demi kepentingan tandhim maka dia telah salah besar. Buktinya ada pada “Mudzakarah Azwad”, yang membicarakan tentang realita lapangan dan yang semisalnya.

Rujuklah kembali kepada arahan-arahan tandhim Al-Qaeda dalam berurusan dengan pemerintahan setelah revolusi. Yang mana jamaah Daulah dan para ghulat mengkritik pedas arahan-arahan ini.

Kesimpulannya adalah kami akan selalu bersama dan mengikuti apapun yang sebenarnya menjadi kepentingan ahlus sunnah.

Syaikh kami Usamah bin Ladin Rahimahullah berkata: sesungguhnya maslahat negara umat islam lebih utama dari maslahat jamaah.

Kami juga mengatakan hal yang sama tapi kami ingin semuanya berkata benar. Saya ulangi bahwa maslahat umat islam di Suriah lebih utama dari maslahat kelompok-kelompok dan jamaah-jamaah. Dan kami menasihati semua untuk bertaqwa kepada Allah dan bersatu meyelamatkan umat islam dari tangan Rafidhah.

Siapapun yang menjadikan Jabhah Nushrah sebagai sebab campur tangan Amerika di Suriah, kami katakan kepadanya sungguh Rafidhah telah masuk di Dar’a dan Aleppo untuk membantai ahlus sunnah. Dan kami bersama apapun hal yang disyariatkan untuk menyelamatkan Suriah dan menyampaikan bantuan kepada mereka (penduduk Suriah).

Kalian mengenal saya sebagai orang yang tidak meyakini kesucian mutlak pada jama’ah manapun, semua jamaah memiliki kesalahan-kesalahan namun bertingkat-tingkat seperti yang dikatakan oleh pribahasa Irak:

Cintailah kebaikanku… Dan bencilah keburukanku… (bukan diriku)

Sungguh kami belum pernah melihat kalangan anshar suatu jama’ah (simpatisan -red) yang berani mengkafirkan orang yang menyelisihi mereka, dan menuduh selain mereka, sebagaimana para khawarij (anshar Daulah –red). Begitulah yang kami saksikan di medan nyata dan atas pengetahuan.

Tidak ada yang gembira selama penyelewangan dan kefajiran masih menghiasi permusuhan. Jamaah-jamaah jihad di Suriah tidak bangga untuk memuji dirinya sendiri, jika ia selamat dari virus berlebihan dalam pengkafiran, ia belum tentu selamat dari virus hizbiyyah.

Antara kezaliman dan dosa , manusia mencurahkan waktunya untuk menghujat, mengkafirkan dan membid’ahkan ini dan itu. Padahal Syiah di seluruh dunia bersatu untuk membunuh kaum sunni di Suriah. Dari sini saya katakan kepada semua jamaah, untuk menyemangati dan membantunya dari semua sisi, saya mohon kepada Allah Ta’ala semoga Ia berikan kita pertolongan. Sungguh Allah menurunkan pertolonganNya lewat dan berkat doa orang yang dizalimi atau doa orang yang shalih dan saya yakin jama’ah-jama’ah jihad Syam dipenuhi oleh orang Shalih.

Kami memohon kepada Allah agar merahmati orang tua kita, anak-anak kita dan wanita-wanita kita di Suriah.

Sungguh, saya perhatikan perselisihan-perselisihan dan isu-isu semacam ini malah menyebabkan frustasi, karena pertolongan dan tamkin (kekuasaan) tidak datang bersama kegelapan dan Allah menafikan keberhasilan dari kegelapan dan dari orang yang berkuasa tapi berlaku zalim.

Ya Allah, segerakanlah pertolonganMu terhadap penduduk Suriah dan terhadap ahlus sunnah di Irak dan di semua tempat. Ya Allah, perbaikilah keadaan kami dan satukanlah perpecahan kami dan satukanlah kalimat dan barisan kami dan ampunilah kami.

اللهم صل على محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Syaikh Abu Mariyah Al-Qahthany

Jabhah Nushrah

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...