Berita Dunia Islam Terdepan

Perlawanan merupakan satu-satunya pilihan bagi orang Palestina

4

DOHA (Arrahmah.com) – Sekretaris Umum International Union for Muslim Scholars (IUMS) Ali Dagi mengatakan bahwa rakyat Palestina hanya memiliki pilihan perlawanan untuk membela tanah dan tempat suci mereka terhadap kebrutalan “Israel” sebagaimana dilansir The Palestinian Information Center, Kamis (5/3/2015).

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (4/3), Dagi menyerukan kepada negara-negara Arab dan Muslim untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina sampai pembebasan semua wilayah yang diduduki.

Ketua IUMS menekankan perlunya menggunakan beberapa dimensi Arab, Islam dan kemanusiaan untuk mendukung perjuangan Palestina, namun ia mengatakan bahwa dimensi ini memerlukan sejumlah prinsip untuk mencapai pembebasan Palestina dan Al-Quds.

“Pertama, bangsa [Muslim] harus bersatu dan menghindari hal-hal yang bisa memecah mereka, seperti permusuhan sektarian dan partisan picik,” katanya.

“Namun hal ini memerlukan rekonsiliasi yang komprehensif antara pemerintah dan rakyat mereka, dan antara negara-negara Islam itu sendiri, terutama negara-negara Arab.”

“Kedua, membangun kekuatan melalui pengambilan kendali peradaban, kemajuan ilmiah dan inovasi untuk mencapai pengembangan yang sempurna, mebangunan solidaritas dan kerjasama konstruktif antara semua negara (Muslim)”

]”Ketiga, mendayagunakan potensi negara [Muslim[ demi satu tujuan [Palestina] sampai masalah ini diselesaikan karena tidak akan ada keamanan, stabilitas dan kemakmuran yang nyata bagi seluruh wilayah [Palestina] kecuali masalah ini dibahas.”

Dagi juga menggarisbawahi bahwa cendekiawan Muslim memikul tanggung jawab yang besar untuk menyatukan bangsa-bangsa Muslim dan menghilanglan semua penyebab perpecahan dan perbedaan antara negara-negara Arab dan Muslim.

“Yerusalem, khususnya, dan Palestina, secara umum, yang mengalami bahaya besar, yaitu meliputi bahaya pekerjaan, pemukiman, dan yahudisasi, dan ini jelas menegaskan bahwa konflik Zionis dengan Arab dan Muslim adalah perjuangan untuk eksistensi dan bukan sengketa perbatasan,” tegasnya.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...