Berita Dunia Islam Terdepan

DPR reses, Jalal bagikan buku Syiah di Bandung

Jalal (kedua dari kiri) saat acara di Yayasan Al Mukaromah Kampung Pasirhonje, Kelurahan Padasuka, Kec.Cimenyan, Kab.Bandung, Ahad (1/3/2015)
6

BANDUNG (Arrahmah.com) – Masa reses DPR RI banyak dimanfaatkan para anggotanya untuk mendatangi masyarakat khususnya dulu yang mendukungnya. Ini pula yang dilakukan anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDIP, Jalaluddin Rakhmat pada Ahad (1/3/2015) yang mengadakan pertemuan dengan masyarakat di wilayah Kecamatan Cimenyan Kab.Bandung. Berdasarkan informasi yang dihimpun PAS Jabar,acara tersebut diadakan di Yayasan Al Mukaromah Kampung Pasirhonje,Kelurahan Padasuka,Kec.Cimenyan,Kab.Bandung.

Menurut salah satu peserta,bernama ASP (32) dan JND (56) mengaku awalnya pada Ahad pagi ia mendapat pesan pendek (SMS) dari Ketua Karang Taruna Kec.Cimenyan yang mengundang kehadirannya bahwa siang bada Dhuhur ada acara reses anggota DPR RI di Yayasan Al Mukaromah Pasirhonje yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Selain mengundang dirinya,ia juga diminta untuk mengajak para ustadz,asatid dan para pengurus masjid.

“Katanya banyak program yang akan diturunkan khususnya untuk masjid atau madrasah. Lalu saya balik tanya,”Siapa anggota dewan yang mau hadir?. Dijawab katanya Pak Jalal (Jalaluddin Rakhmat,red) salah satu anggota Komisi VIII yang membidangi agama,” jelasnya JND kepada TIM PAS JABAR, Selasa (3/3/2015).

Dia pun kembali menanyakan siapa penyelenggaranya dan dijawab bahwa panitianya adalah Karang Taruna Kec.Cimenyan dan Yayasan Al Mukaromah. Tak lama A pun menyebarkan undangan via sms tersebut kepada beberapa temannya termasuk salah satu pengurus MUI Kec.Cimenyan. Menurut undangan acara akan dimulai tepat pukul 13.00 wib namun Jalaluddin Rakhmat baru tiba sekira pukul 14.00 wib. Setelah diawali dengan beberapa sambutan termasuk dari Ketua Yayasan Al Mukaromah,giliran Jalal menyampaikan .

Sesuai hasil rekaman yang dimiliki J yang diperdengarkan kepada TIM PAS JABAR,Jalal menjelaskan bahwa kedatangannya tersebut ingin mensosialisakan tentang 4 pilar kebangsaan yakni:Pancasila sebagai dasar dan ideology Negara,UUD NRI tahun 1945 sebagai konstitusi Negara,NKRI sebagai bentuk Negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara. Namun pada awal pembicaraan dia lebih banyak curhat soal dirinya yang merasa difitnah dan terzalimi serta ancaman pada dirinya dan kelompoknya.

“Hanya karena saya berbeda mahzab dengan mereka saya jadi sasaran fitnah bahkan ancaman. Mula-mula anjing saya yang dibunuh dan mungkin target berikutnya saya sendiri,”keluhnya.

Dalam penjelasannya, Ketua Dewan Syuro IJABI ini juga menganggap kelompok atau orang tidak mau menerima adanya perbedaan dan menindas minoritas dengan memaksakan agar satu keyakinan adalah kelompok yang anti NKRI. Sebab,sambungnya,perberdaan adalah sebuah keniscayaan dalam sebuah demokrasi apalagi masyarakat Indonesia yang sangat majemuk ini. Dia mencontohnya kasus-kasus penolakan tempat ibadah seperti gereja bahkan hingga dibakar adalah tindakan nyata anti kemajemukan.

“Kita tentu masih ingat peristiwa beberapa tahun lalu orang telah meninggal dan dikubur harus dibongkar lagi untuk dipindah hanya karena si mayit semasa hidupnya berpaham beda yang dianggap sesat oleh sekelompok orang,” ucapnya.

Menurutnya Jalal yang berhasil maju sebagai wakil rakyat dari Dapil Jabar 2 (Kab.Bandung dan Kab.Bandung Barat) ini kedepannya bentuk penindasan minoritas oleh mayoritas khususnya dalam beragama dan berkeyakinan harus dihentikan. Sebab menurutnya sikap demikian hanya akan menciderai semangat Bhineka Tunggal Ika dalam memajukan Indonesia. Untuk itu dirinya akan memperjuangkan RUU Perlindungan Beragama sekaligus kebebasan beragama dan berkeyakinan harus dimuluskan.

“Fraksi PDIP akan memperjuangkan hal itu untuk kehidupan beragama yang lebih baik dan negara dapat melindungi orang yang beragama atau berkeyakinan meski ia berbeda paham,”janjinya.

Lagi-lagi dirinya mengajak masyarakat untuk bisa berlaku cerdas dan dapat membedakan antara kelompok yang sejatinya anti NKRI dan mendukung penuh NKRI. Ia memberikan gambaran atau rujukan dengan 4 pilar kebangsaan tersebut sebagai hasil kesepakatan para pendiri bangsa.Acara dilanjutkan dengan dilalog dan tanya jawab seperlunya.Sebelum mengakhiri Jalal juga menginformasikan jika ada masjid atau madrasah yang ingin dibantu dipersilakan mengajukan proposal melalui Yayasan Al Mukaromah yang diminta menjadi posko atau rumah aspirasi.

Dua orang peserta pertemuan menunjukkan bebebrapa buku Syiah yang dibagikan oleh Jalal saat acara di Yayasan Al Mukaromah Kampung Pasirhonje,Kelurahan Padasuka,Kec.Cimenyan,Kab.Bandung, Ahad (1/3/2015)
Dua orang peserta pertemuan menunjukkan bebebrapa buku Syiah yang dibagikan oleh Jalal saat acara di Yayasan Al Mukaromah Kampung Pasirhonje,Kelurahan Padasuka,Kec.Cimenyan,Kab.Bandung, Ahad (1/3/2015)

Kegiatan tersebut berakhir usai terdengar adzan Ashar. Sebelum pulang para peserta yang diperkirakan sekira 50an orang mendapat orang buku-buku terbutan Setjen MPR RI 2014 antara lain:Bahan Tayang Sosialisasi,UUD 1945 Negara Republik Indonesia,Panduan Pemasyarakatan, dan Tap MPR RI No.1 MPR/2003. Bukan itu saja sebelum peserta meninggalkan Yayasan Al Mukaromah panitia masih membagikan bonus buku ” Al Syiah Hum Ahlu Sunah, Syiah Sebenar-Benarnya Ahlu Sunah Nabi (SAW)” karya Prof.Dr.Muhammad Tijani terbitan El Faraj Publishing Jakarta

Seperti diketahui dalam buku Panduan MUI – “MENGENAL & MEWASPADAI PENYIMPANGAN SYI’AH DI INDONESIA” d sebutkan bahwa Yayasan Al Mukaromah yang berlokasi di Kampung Pasirhonje Kel.Padasuka Kec.Cimenyan Kab.Bandung adalah salah satu yayasan yang didirikan dan operasikan oleh kelompok Syiah,selain Yayasan Muthohari milik Jalaluddin Rakhmat.

Ditempat terpisah Ketua MUI Kec.Cimenyan Ust.Yeye mengaku sudah mendapat laporan dari anggotanya akan kegiatan tersebut. Namun demikian ia merasa geram dengan acara dengar pendapat anggota dewan di selipi misi pribadi. Menurutnya sangat disayangkan dan sikap tidak tepat jika ada anggota dewan apalagi anggota DPR RI yang mengadakan sosialisasi dan dengar pendapat sambil membawa misi pribadi dan pembagian buku diluar kontek acara.

“Kita sudah dapat buktinya (buku dan rekaman,red),kebetulan ada anggota kita (MUI) yang ikut dalam acara itu. Ini menjadi bukti bahwa Syiah sudah ada disekitar dan harus disikapi. Bisa saja mereka mengelak pembagian buku tentang Syiah diluar acara dan dilakukan bukan dirinya,namun yang jelas ada misi Syiah dalam acara tersebut”ujarnya.

Untuk dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengadakan melakukan pertemua dengan pengurus MUI Kecamatan Cimenyan dan beberapa pengurus masjid. Pihaknya juga akan melakukan beberapa antisipasi dan jika ada indikasi penyimpangan dalam menyampaikan sosialisasi yang bersangkutan (Jalaluddin Rakhmat) akan segera dilaporkan kepada pihak terkait. (azm/pasjabar/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...