Teror Syiah dinilai robek NKRI, Pemuda PUI: tangkap dan hukum otak penyerangan Az Zikra

Emilia Renita AZ, salah satu misionaris syiah
53

JAKARTA (Arrahmah.com) – Sebagaimana ditulis Ust. Arifin Ilham dalam akun facebooknya, bahwa telah terjadi penyerangan ke kampung Az-Zikra oleh sekelompok orang yang mengaku dari faham syi’ah. Mereka bergerombol berjumlah 30 orang. Tidak itu saja, satpam pun menjadi bulan-bulanan para penyerang. Tindakan ini tentu ironi di negara Indonesia yang menjunjung tinggi asas hukum. Dan terlebih kejadian ini tepat pasca Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VI yang menyerukan agar umat Islam menjaga keutuhan NKRI, menjunjung tinggi hukum serta HAM.

Kecaman datang dari organisasi pemuda Pemuda PUI. Dalam rilisnya, Raizal Arifin, Ketua Umum PP Pemuda PUI, Rizal Arifin menyatakan sikap, bahwa penyerangan kampus Az-Zikra telah melukai ummat Islam.

“Ini tindakan pidana yang tidak bisa ditolerir. Mereka telah melukai rasa keamanan umat Islam,” tegas Rizal Arifin, dalam rilisnya kepada redaksi.

Sebagaimana diketahui dalam banyak berita. Mereka (penyerang) mengaku sebagai warga yang mencintai NKRI. Tapi dengan aksi anarkis itu menjadi bertolak-belakang. Mereka mulai merobek keutuhan NKRI yang mayoritas Islam Ahlus Sunnah Waljamaah. Paham mayoritas muslim Indonesia yang telah ratusan tahun berjuang memerdekakan Indonesia dan merawatnya hingga sekarang. Tindakan kekerasan ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil’alamin penebar kasih sayang.

Rizal menyatakan bahwa para pelaku penyerangan harus ditangkap dan adili, demi menjunjung asas hukum yang adil dan menjaga kondusifitas umat dan bangsa.

“Saya minta otak penyerangan ditangkap dan diadili. Saya percaya aparat hukum akan menindak segala makar yang memecah belah bangsa” tegasnya.

Dia khawatir, jika aparat tidak tuntas menindak maka akan terjadi gelombang perlawanan dari ummat Islam secara luas. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya respon masyarakat yang siap berjihad melawan segala bentuk kekerasan terhadap Islam.

Perlu diketahui bersama, imbuh Rizal, bahwa umat Islam selama ini mentolerir tindakan-tindakan provokatif dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Dan majelis Az Zikra adalah lembaga pengajian Arifin Ilham yang jauh dari sikap-sikap anarkis dan provokatif. (azmuttaqin/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.