Berita Dunia Islam Terdepan

Penjelasan Syaikhul Mujahid Harits bin Ghazi An-Nadhari: Kesucian darah Muslim dalam Islam

2

(Arrahmah.com) – Yayasan Media Al-Malahim, sayap media Mujahidin Al-Qaeda di Jazirah Arab atau Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP), telah merilis sebuah video penjelasan mengenai kesucian darah Muslim dalam Islam, yang disampaikan oleh Syaikhul Mujahid Harits bin Ghazi An-Nadhari, seorang pemimpin dewan syariah senior AQAP, pada Jum’at (23/1/2015).

Berikut terjemahan penjelasan terkait pedoman untuk melaksanakan serangan Istisyadiyyah tersebut, yang dipublikasikan oleh Muqawamah Media pada Ahad (25/1).

Syaikh Harits An-Nadhari telah menetapkan enam rekomendasi, atau pedoman, dalam melakukan operasi Istisyhadiyyah:

Pertama: Hindarkan dari meledakkan dan menggunakan metode apa pun yang akan berakibat besar atau memperluas korban di masjid, tempat-tempat ramai kaum Muslimin seperti pasar, tempat bermain, dll di negeri-negeri mayoritas Muslim apapun targetnya itu. Kami melakukan ini untuk menjaga kemurnian jihad di jalan yang benar juga sebagai prosedur kehati-hatian dan menghindari kesalahan dan merugikan kaum Muslimin.

Kedua: Hindari beroperasi dengan fatwa dari ‘Tartarus’ (Untuk menargetkan musuh kafir yang bercampur dengan Muslim di tempat yang sama) dan jangan pernah digunakan kecuali dalam situasi yang diperlukan yang ditentukan oleh ulama Islam yang dapat diandalkan.

Tidak ada yang diperbolehkan untuk mengeluarkan fatwa (keputusan hukum) dalam hal operasi syahid kecuali yang memiliki syarat sebagai berikut:

  1. Kedalaman dalam ilmu Syariah, memahami Maqosid Syariah dan mengetahui fikih perbandingan antara Maslahat dan Mafsadat.
  2. Pengetahuan yang akurat tentang realitas, situasi dan motif dari operasi tersebut.

Keempat: Pemimpin Mujahidin di seluruh tempat harus mengajarkan saudara-saudara mujahidin pada umumnya dan Fidayeen (pelaksana operasi syahid) khususnya pengetahuan apa pun yang diperlukan untuk operasi tersebut sehingga ia tidak akan pergi untuk menyerang target yang diragukan atau diperdebatkan atau kontroversial, dan jangan pernah menyerang setiap sasaran kecuali ia yakin tentang hal itu 100% dan merasa benar-benar yakin bahwa target adalah sesuai dengan yang disyariatkan dan dengan mengeksekusinya akan memperoleh ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kelima: Kami tekankan kepada saudara-saudara komandan Mujahidin agar menasihati para pencari syahid dan sangat berhati-hati dalam mengirim mereka untuk menyerang sasaran yang masih diragukan.

Keenam: Kami ingatkan kepada saudara-saudara Fidayeen (pencari Syahid) bahwa jika mereka melakukan operasi tanpa verifikasi dan kejelian maka mereka termasuk orang yang lalai. Berapa banyak orang yang ingin menjadi orang benar tapi tidak bisa!

Dan yang terakhir, kami menyatakan kepada Allah bahwa kami tidak bertanggung jawab atas tumpahnya darah orang yang diharamkan dalam islam (untuk membunuhnya) dan kami memohon kepada Allah untuk perlindungan dari fitnah yang menyesatkan. Aamiin.

Tanggal dirilis:

Jum’at, 3/Rabi’ul Tsani/1436 H

Bertepatan dengan: 23/Januari/2015 M

(aliakram/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...