Berita Dunia Islam Terdepan

Tahun 2014, masa tersulit bagi anak-anak Palestina

3

PALESTINA (Arrahmah.com) – Tahun 2014 menjadi salah satu masa paling sulit bagi anak-anak Palestina yang menderita akibat pelanggaran “Israel”, ungkap sebuah LSM internasional, sebagaimana dilansir WB pada Ahad (18/1/2015).

Pertahanan untuk Anak-anak Internasional menambahkan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan brutal “Israel” musim panas lalu di Jalur Gaza, yang mengakibatkan lebih dari 480 anak-anak terbunuh dan ribuan lainnya terluka, menjadi salah satu penyebab tahun 2014 menjadi satu di antara tahun-tahun terburuk bagi anak-anak Palestina.

LSM itu menyebut salah satu contoh di mana militer “Israel” menyalahgunakan seorang anak Palestina sebagai perisai manusia.

Mereka menambahkan bahwa kasus ini melibatkan seorang anak berusia 16 tahun yang ditahan selama lima hari, di mana selama itu ia diserang dan dipaksa untuk mencari terowongan di Jalur Gaza.

Mereka mencatat bahwa bahkan sebelum operasi itu dimulai pada awal Juli lalu, korban jiwa dan luka-luka telah tercatat di Jalur Gaza.

Pertahanan untuk Anak-anak Internasional mengatakan tiga anak terbunuh akibat tembakan atau serangan udara “Israel”, sementara sedikitnya 43 lainnya terluka dalam kondisi yang sama.

Mereka menambahkan bahwa penahanan militer adalah kenyataan yang dialami ratusan anak-anak Palestina setiap tahun, mencatat bahwa anak-anak malang itu biasanya mengalami kekerasan fisik dan psikologis dalam penahanan, sementara itu pendidikan mereka terputus, hingga memicu masalah kesehatan mental mereka.

LSM tersebut juga mengatakan bahwa terdapat rata-rata 197 anak-anak Palestina yang ditahan oleh militer “Israel” setiap bulan sepanjang tahun 2014.

“Sedikitnya 11 anak-anak Palestina di Tepi Barat kehilangan nyawa mereka pada tahun 2014 setelah mereka ditembak dengan amunisi aktif oleh pasukan ‘Israel’,” kata Pertahanan untuk Anak-anak Internasional dalam pernyataannya.

Mereka menambahkan bahwa angka pembunuhan terhadap warga Palestina bahkan meningkat setelah tewasnya tiga pemukim Yahudi “Israel” di Tepi Barat pada bulan Juni 2014 lalu.

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...