Berita Dunia Islam Terdepan

Turunkan billboard Sampoerna “ciuman”!

penurunan billboard iklan Sampoerna Tbk. "ciuman"
2

BANDUNG (Arrahmah.com) – Billboard PT.H.M. Sampoerna, Tbk. yang menggambarkan sepasang muda-mudi seolah sedang berciuman beredar di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Cirebon, dan Bandung. Sontak hal tersebut menciptakan reaksi penolakan di kalangan masyarakat yang masih memiliki alarm moral yang kuat, sebagaimana dipublikasikan Komunitas SEMAI 2045 pada Rabu (5/ 1/2015).

Berikut kutipan langsung dari publikasi Komunitas Selamatkan Generasi Emas Indonesia (SEMAI).

Di Bandung, reklame rokok dengan kata dan gambar bermuatan porno itu sudah mulai diturunkan. Bagaimana dengan daerah Anda?
Selamatkan Generasi Emas Indonesia dari iklan rokok bermuatan pornografi yang dapat menyalakan tombol ‘on’ di kepala kita.
Victor B Cline, psikolog ternama Amerika, mengatakan sekali tombol ‘on’ pornografi menyala di otak anak kita, selamanya ia tak bisa dimatikan lagi. Ia akan membuat anak terbayang-bayang dan penasaran.
Padahal ‪#‎PornografiMerusakOtak‬ !!
Yuk bergerak!!
Caranya:
1⃣ Lapor ke pemerintah kota atau kepala daerah anda
2⃣ Ikut petisi nasional ini : https://www.change.org/p/menkominfo-komisi-penyiaran-indone…
Layangkan juga protes penghentian iklan serupa kepada :
website kemenkominfo : kontak.kominfo.go.id
twitter KPI : @KPI_Pusat
dengan tweet berhashtag #PornografiMerusakOtak sebagai langkah awal untuk menolak strategi iklan yang dibumbui visual yang tidak etis, baik yang terpampang bebas di kawasan publik maupun di media elektronik TV dan internet.
Kita gunakan grup-grup chatting, media sosial, dan people power untuk melindungi anak-anak dan penerus bangsa, dan sebarkan informasi ini.
Salam Hangat,
Selamatkan Generasi Emas Indonesia!
@semai2045
Facebook.com/semai2045

Selain itu, menurut Irfan Noviandana, iklan yang terpampang pada reklame Sampoerna A Mild sebuah produk rokok dari PT. H.M. Sampoerna, Tbk. itu memasang foto sepasang pemuda pemudi dengan adegan yang nyaris berciuman dengan pesan “Mula – mula Malu Malu, Lama – lama Mau”. Ini sangat jelas memberikan pesan negatif pada masyarakat, meracuni moral bangsa kita khususnya para pemuda-pemudi Indonesia. Astaghfirullah.

(adibahasan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...