SnoopSnitch, aplikasi pendeteksi penyadapan telepon

937

Support Us

(Arrahmah.com) – Ahli keamanan baru-baru ini mengungkapkan kelemahan keamanan masif yang bisa membuat hacker bisa mendengarkan panggilan pribadi dan membaca pesan teks pada jaringan ponsel seseorang, lansir DM pada Jum’at (2/1/2015).

Salah satu cara di mana orang-orang seperti hacker – serta sejumlah badan intelijen – bisa mendapatkan akses untuk memperoleh informasi tersebut adalah dengan menggunakan penangkap International Mobile Subscriber Identity (IMSI).

Perangkat penyadapan kontroversial ini membuat ponsel-ponsel terhubung dengan mereka, dan sekarang para pengembang telah menciptakan sebuah aplikasi yang diklaim dapat mendeteksi alat-alat tersebut, serta memperingatkan para pengguna jika data mereka beresiko disadap. Aplikasi ini disebut SnoopSnitch.

Penangkap-penangkap IMSI – perangkat penyadapan yang digunakan untuk menyadap lalu lintas ponsel dan melacak pergerakan pengguna smartphone – begitu kontroversial karena mereka bertindak seperti menara seluler ‘palsu’.

Mereka ada di antara telepon dan menara telekomunikasi untuk meluncurkan serangan dan mencegat data.

Bila telepon telah terhubung pada perangkat itu, mudah bagi hacker untuk mencegat dan mengkonversi data ke audio, sehingga memungkinkan pula bagi para ahli untuk mendengarkan panggilan telepon seseorang.

Berita Terkait

Penangkap IMSI ini sering dimanfaatkan oleh peretas atau badan intelijen untuk menyadap melalui lubang keamanan pada ponsel seluler, yaitu SS7. Lubang itu bisa disusupi sehingga komunikasi orang yang menjadi target, baik dari panggilan maupun pesan singkat, bisa terungkap.

Saat para ahli dapat menggunakan teknologi itu untuk menargetkan ponsel terduga penjahat, hampir tidak mungkin pula bagi mereka untuk menghindari penangkapan data dari smartphone ‘tidak bersalah’ lainnya dalam proses tersebut.

Akibatnya, penggunaan perangkat itu telah dilarang di negara-negara tertentu dan di negara-negara bagian AS seperti Florida, contohnya.

Menanggapi masalah privasi publik ini, para peneliti keamanan Alex Senier, Karsten Nohl, dan Tobias Engel dari SRLabs di Berlin pun menciptakan aplikasi Android SnoopSnitch.

Mereka mempresentasikan temuan mereka itu pada pertemuan tahunan Chaos Computer Congres di Hamburg.

SnoopSnitch mulai bisa diunduh secara cuma-cuma pada platform Google PlayStore. Aplikasi Android ini menampilkan keterangan: ‘SnoopSnitch mengumpulkan dan menganalisis data radio ponsel untuk membuat Anda menyadari keamanan jaringan ponsel Anda dan memperingatkan Anda tentang ancaman seperti base station palsu (penangkap-penangkap IMSI), pelacakan pengguna, dan serangan SS7.’

(banan/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Tentara Inggris diam-diam dikirim ke Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Surat kabar Inggris, The Independent, melaporkan bahwa London secara diam-diam mengirim unit militer ke Kerajaan Arab Saudi untuk melindungi ladang minyak di wilayah tersebut tanpa memberi tahu Parlemen dan opini…

Din Syamsuddin dan Tokoh dari 212 Terdepak dari Kepengurusan MUI

JAKARTA (Arrahmah.com) - Din Syamsuddin tidak termasuk dalam kepengurusan baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025 beserta dengan sejumlah tokoh yang kerap berafiliasi dengan aksi 212 seperti Bachtiar Nasir. Yusuf Martak, dan…

Australia harus miliki sendiri laporan kejahatan pasukannya di Afghanistan

MELBOURNE (Arrahmah.com) - Pejabat tinggi militer Australia pada Minggu (22/11/2020) bahwa departemen pertahanan harus memiliki laporan terbaru mengenai pasukannya yang melakukan kejahatan di Afghanistan dan bersumpah untuk melakukan…

SITE lansir AQIM tunjuk pemimpin baru

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Kelompok Al-Qaeda di Maghrib Islam (AQIM) telah memilih pemimpin baru untuk menggantikan Abdelmalek Droukdel, yang dilaporkan terbunuh pada bulan Juni oleh pasukan Prancis, kelompok pemantau yang berbasis di…

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Wagub DKI Diperiksa Hari Ini Terkait Acara Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penyidik Polda Metro Jaya juga akan memanggil Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria untuk dimintai keteranggan pada hari ini, Senin…

Ratusan Ribu Orang Iringi Pemakaman Ulama Kharismatik Pakistan

LAHORE (Arrahmah.com) – Ratusan ribu pelayat menghadiri pemakaman ulama kharismatik Pakistan Khadim Hussain Rizvi (54) di kota Lahore meski pemerintah melarang perkumpulan publik karena pandemi Covid-19, Sabtu (21/11/2020). Rizvi…

Video: Militer Australia Bunuh 39 Muslim Afghan

KABUL (Arrahmah.com) – Pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan dan warga sipil tak bersenjata di Afghanistan, dengan komando senior dilaporkan memaksa tentara juniornya untuk membunuh tawanan tak berdaya sebagai pengalaman…

Iran siap balas dendam atas pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Pembunuhan ilmuwan nuklir ternama Iran oleh penyerang tak dikenal dikaitkan dengan "Israel" oleh pejabat senior politik dan militer di Teheran, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (28/11/2020). Mohsen Fakhrizadeh,…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

1 juta warga Gaza hidup di bawah garis kemiskinan

JALUR GAZA (Arrahmah.com) - Blokade "Israel" terhadap Jalur Gaza telah merugikan Palestina lebih dari $ 16 miliar dan mendorong lebih dari satu juta orang di bawah garis kemiskinan hanya dalam waktu lebih dari 10 tahun, menurut laporan baru…

Pemboman di Suriah utara tewaskan 29 pejuang pro-Turki

AL BAB (Arrahmah.com) - Dua puluh sembilan orang tewas pada Selasa (24/11/2020) oleh bahan peledak dalam tiga insiden terpisah di beberapa bagian Suriah utara di sepanjang perbatasan dengan Turki, menurut laporan kelompok pemantau. Tidak…

Iklan