Syaikh Al-Muhaisini terkait Majalah Dabiq edisi ke-6 ISIS : Jadi siapa sebenarnya yang telah berubah dan menyimpang?

Syaikh Dr. Abdullah Al-Muhaisini
73

(Arrahmah.com) – Al-Hayat Media Center telah merilis Majalah Dabiq edisi ke-6. Majalah Dabiq merupakan salah satu media resmi berbahasa Inggris milik kelompok Daulah Islam, atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS.

Ulasan dan pembahasan atas manhaj Al-Qaeda menjadi fokus utama dalam edisi Majalah Dabiq kali ini. Sebanyak 24 halaman dari total 60 halamannya, majalah ini secara khusus membahas isu Al-Qaeda dan manhaj serta aqidahnya yang diklaim rusak menurut sudut pandang Daulah.

Menanggapi terbitnya Majalah Dabiq edisi ke-6 yang dengan jelas telah menampakkan hakikat manhaj khawarij dan takfir ekstrim yang dianut Jama’ah Daulah ini, Syaikh Dr. Abdullah Al-Muhaisini menyampaikan kultweet berisi penjelasan terkait ghuluw yang telah mengakar sebagai landasan mereka itu. Berikut terjemahan lengkap kultweet beliau yang diterjemahkan oleh Muqawamah Media pada Rabu (31/12/2014).

بسم الله الرحمن الرحيم

dabiq_6-0_small

  1. Apa yang telah disuguhkan oleh Majalah Dabiq volume keenam sebagai majalah resmi yang diterbitkan oleh Jama’ah Daulah adalah bantahan telak bagi siapa saja yang sempat mengira bahwa Daulah memerangi ghuluw. Sebaliknya Daulah telah manjadikan ghuluw semakin mengakar dan kokoh sebagai landasan mereka.

  2. Sesungguhnya Majalah Dabiq edisi 6 menjadi pesan yang jelas bagi mereka yang masih memiliki kejujuran dalam jama’ah Daulah. Hari-hari semakin membuktikan bahwa kelompok ini tidak berada diatas manhaj ahlus Sunnah, takutlah kalian pada Allah.

  3. Bayangkanlah para Ulama yang telah ditempa oleh tahun-tahun yang panjang, diuji oleh pengapnya penjara, dilelahkan oleh berbagai pengalaman, dan telah memenuhi rak-rak perpustakan jihad abad ini dengan karya-karya hebat mereka, sekarang mereka dicap sebagai “Para Imam Menyesatkan” oleh Daulah.

  4. Majalah Dabiq telah menyatakan Mulla Umar –seorang pria yang rela mengorbankan pemerintahannya demi agama Allah- sebagai seorang yang sesat, Syaikh Usamah sebagai murjiah, Syaikh Az-Zhawahiri sebagai orang yang tidak dapat dipercaya, dan Syaikh Al-Jaulani sebagai seorang yang murtad.

  5. Majalah Dabiq menuduh Thaliban sebagai kelompok kesukuan, padahal di rilisan Daulah yang lalu mereka meneriakkan “Salamiy a’la Thaliban”. Jadi siapa sebenarnya yang telah berubah dan menyimpang?

  6. Al-Adnani memuji metodelogi Syaikh Usamah, tapi Majalah Dabiq menyatakan bahwa metodelogi Syaikh Usamah dan Syaikh Az-Zhawahiri adalah metodelogi murjiah.

  7. Ingatlah ini baik-baik! Barangsiapa yang mengatakan bahwa Daulah tidak mengakui fiqh tadarruj(pelaksanaan syari’at secara bertahab), maka saya katakan bahwa Daulah sebenarnya mengakui tadarrujtetapi dalam hal penjatuhan hukum riddah. Maka perhatikanlah vonis murtad mereka pada cabang-cabang Al-Qaeda, mereka tidak akan berhenti menjatuhkan, mengkafirkan, menyesatkan para Ulama dan Pemimpin jihad sampai tidak tersisa kecuali yang membai’at mereka saja. Lihat saja yang kan terjadi, dan sesungguhnya kami sedang menunggu.

  8. Daulah akan terus secara tadarruj (bertahap) dalam takfir sampai mereka mengkafirkan seluruh cabang Al-Qaeda. Dan memporak porandakan barisan jihad di dunia Islam.

  9. Abdullah azzam, Usamah bin Ladin, Ayman Az-Zhawahiri, Hani As-Siba’i, Abu Qatadah Al-Filisthini, Abu Muhammad Al-Maqdisi, Iyadh Al-Qunaibi, tandhim Thaliban, Al-Qaeda, Anshar Syari’ah, dan lain-lain: dahulu mereka semua adalah sosok dan kelompok terbaik dalam pandangan Daulah, tapi hari ini?

  10. Jangan menganggap ini sebagai sebuah keburukan bagi umat, bahkan ini adalah kebaikan. Momen ini akan memurnikan barisan jihad, membersihkan barisan jihad dari para ghulat serta bersatunya kalimat jihad. Setelah itu maka pertolongan dari Allah akan datang untuk kita bebaskan tempat isra’ Rasulullah SAW.

  11. Adapun persoalan memecah belah barisan jihad, kita akui bahwa Daulah telah sangat berhasil memecah belah barisan jihad di Syam, Yaman, Kaukaz, dan Libya. Celakalah mereka atas pengadilan di hari kiamat kelak, celakalah mereka kelak di hadapan Penguasa semesta alam.

  12. Kami telah katakan bahwa Daulah mengakafirkan siapapun yang menyelisihinya, maka mereka mengingkari itu. Benar, mereka tidak terang-terang dalam hal itu, tetapi mereka langsung melakukannya di lapangan nyata. Semua fashilah yang mereka perangi di Syam adalah murtad dalam pandangan mereka.

  13. Apakah orang yang berakal dan bijaksana tidak bertanya-tanya? Apakah benar Daulah tidak pernah mengkafirkan Jabhah Nushrah , Ahrar Syam, dan kelompok lainnya semenjak dimulai jihad Syam! Apakah Daulah telah menipu? Atau mereka menjadi murtad setelah berperang?

  14. Wahai anda yang menolong (mendukung) para ghulat dalam kesesatan mereka, persiapkanlah diri anda untuk membawa jaminan atas pembunuhan dan pengkafirana mereka atas kaum muslimin. Sesunguhnya ini adalah perkara besar disisi Allah.

  15. Jika Allah memanjangkan umur kita, maka kita akan menuliskan pengkafiran Daulah atas semua yang tidak bersama mereka, kecuali Allah memberikan mereka hidayah setelah ini.

  16. Tiga hari yang lalu telah kembali sekelompok ikhwah yang dahulu terperdaya oleh propaganda Daulah. Maka saya bertanya ke mereka, kenapa kalian kembali? Mereka berkata: “Kami kaget melihat anak-anak Daulah berumur 12 tahunan berkata-kata lancang tentang Syaikh Al-Filisthini, maka kami teringat tentang hadits Rasulullah tentang hudatsaul asnan (kaum berusia muda)”.

  17. Salah satu dari mereka juga berkata: “Tatkala terjadi pembukaan wadi adh-dhaif, kami masih bersama mereka dan mengganggap itu adalah tanah khilafah maka kami gembira, lalu berkatalah salah satu syar’i Daulah: telah dibebaskan oleh Jabhah riddah, dari orang-orang murtad dan untuk orang-orang murtad”.

  18. Dia melanjutkan: “Jabhah Nushrah adalah murtad merupakan suatu kesapakatan bagi Daulah, sedangkan Ansharud Din masih terdapat khilaf”.

  19. Saya tidak ingin memperpanjang lagi perkataan saya, dan terakhir: kalian akan mengingat apa yang saya katakan ini, dan saya serahkan urusan saya pada Allah.

(aliakram/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.