Imigran kotori Bogor, MUI: UNHCR harus bertanggungjawab

KH. Muhammad Zen Mahfudin, Ketua Bidang Pengkajian, Penelitian, dan Aliran Sesat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor
20

BOGOR (Arrahmah.com) – Banyaknya imigran gelap di wilayah Bogor, Jawa Barat menimbulkan dampak serius bagi masyarakat. Salah satunya mengotori Bogor dengan bisnis pelacuran dan minuman keras.

Terkait hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor meminta badan PBB bidang pengungsi, yakni United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) untuk bertanggung jawab mengatasi ulah para imigran.

“Biaya hidup mereka didanai atas nama UNHCR. Tapi UNHCR tidak memikiran kerusakan budaya masyarakat sekitar,” ujar Ketua Bidang Pengkajian, Penelitian, dan Aliran Sesat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, KH. Muhammad Zen Mahfudin, kepada dua anggota Jurnalis Islam Bersatu, Fajar Shadid dan Muhammad Pizaro, belum lama ini.

MUI menilai, pihak UNHCR seharusnya ikut mengontrol tindak-tanduk para imigran yang meresahkan para ulama dan masyarakat Bogor.

Pemerintah juga dituntut untuk segera mengirim para imigran menuju negara tujuan, dan tidak boleh dibiarkan terlalu lama di Indonesia.

“Tujuan mereka kan Australia,” ujar pria yang akrab disapa Kyai Zen ini.

Pihak MUI sendiri sudah mengadukan masalah ini ke pemerintah. Kyai Zen menjelaskan, MUI pernah melakukan dialog bersama Kodim, Polisi dan pihak-pihak terkait di Hotel Safari.

Dari hasil pertemuan tersebut disepakati untuk membersihkan beberapa wilayah Puncak dari para imigran. Pihak MUI memberi waktu 15 hari untuk relokasi. “Benar memang 15 hari hilang,” ujarnya.

MUI menyarankan kepada pihak terkait agar para imigran gelap di Bogor ditempatkan di lokasi khusus seperti di satu pulau khusus di daerah Sukabumi.

Seperti diketahui, dari sekiatar 600 imigran ilegal di Bogor separuhnya berasal dari Afghanistan.

Kepala Sub Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kota Bogor, Dede Sulaiman menegaskan, keseluruhan imigran Afghanistan itu memang berasal dari etnis Hazara yang beraqidah Syiah. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.