Jumlah warga Malaysia yang mengungsi akibat banjir mencapai 160.000

12

KELANTAN (Arrahmah.com) – Jumlah orang yang dievakuasi karena banjir dahsyat melonjak hingga mencapai lebih dari 160.000 pada Sabtu (27/12/2014), saat Perdana Menteri Najib Razak mengunjungi wilayah terparah di Kelantan setelah memperpendek masa kunjungannya di AS, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin.

Najib tiba di Kelantan, yang merupakan wilayah terparah di antara delapan negara bagian yang terkena dampak banjir, setelah kembali dari Hawaii pada Jum’at (26/12) setelah menuai kritik publik karena ketidakhadirannya saat banjir terdahsyat melanda negaranya.

Pada Sabtu (27/12), Najib mengumumkan akan mengucurkan tambahan dana sebesar 500 juta ringgit ($ 143.310.000) yang akan digunakan untuk membantu korban setelah banjir mereda, menyusul alokasi sebelumnya sebesar 50 juta ringgit pada dua hari yang lalu.

Jumlah orang yang dievakuasi lebih dari 160.000 orang pada Sabtu pagi, menurut surat kabar New Straits Times, meningkat tajam dari 100.000 orang yang dievakuasi sehari sebelumnya.

Perdana menteri menghadiri briefing bersama Dewan Keamanan Nasional, Manajemen Bencana Nasional dan Komite Bantuan, pemerintah negara bagian dan responden darurat lokal.

Bagian timur laut Semenanjung Malaysia, yang terkena dampak terburuk, setiap tahun selalu mengalami banjir, tapi hujan tahun ini sangat lebat. Sementara itu, perayaan tahun baru dibatalkan di Perak dan kota Putrajaya.

Pembatalan acara Tahun Baru di Putrajaya diumumkan oleh kementerian wilayah federal, yang membela Perdana Menteri Najib Razak terhadap kritik karena berada luar negeri saat negara itu terkena banji yang merupakan banjir terburuk dalam empat dekade.

Mengenai biaya perayaan Tahun Baru yang didanai oleh AmBank Group, ia mengatakan bahwa ia akan berkonsultasi dengan ketua panitia apakah dana sebesar RM3 juta ($ 850.000) untuk perayaan Tahun Baru bisa digunakan dalam upaya bantuan banjir.

Wakil Perdana Menteri Muhyiddin Yassin melakukan perjalanan ke Kelantan pada Jum’at pagi (26/12), kantor berita nasional Bernama melaporkan.

Sementara Kuala Lumpur belum terkena banjir, Walikota Ahamd Phesal Thalib telah mengumumkan bahwa unit penyelamatan Balai Kota, Departemen Tanggap Bencana dan instansi pemerintah lainnya siap membantu masyarakat dalam kasus bencana alam.

“Kami memiliki tenaga yang cukup untuk menghadapi situasi banjir. Kami akan memanfaatkan aset yang kami miliki dengan cara yang terbaik untuk memberikan bantuan langsung kepada korban banjir,” katanya kepada Bernama.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.