Ustadz Arifin Ilham: Kebenaran, kasih sayang, dan kemuliaan akhlak adalah dakwah terindah

Ustadz Arifin Ilham bersama Pak Muhammad Fauzan dan Zaka, putranya
58

JAKARTA (Arrahmah.com) – Subhanallah walhamdulillah, Ustadz Arifin Ilham memaparkan sepenggal kisah hidayah di sekitarnya. Kisah muallaf kali ini terjadi sewaktu ia masih tinggal di Mampang Depok, sebagaimana yang ia sampaikan pada akun Facebooknya, Senin (16/12/2014). Semoga kisah di bawah ini memberi ibrah dan berkah tersendiri bagi kita yang membacanya. Bismillah.

Ketika itu Ustadz Arifin bersahabat dengan seorang tetangganya yang non-Muslim, bernama Pak Frez sejak tahun 1998. Ia adalah seorang keturunan Belanda Menado. Umurnya saat itu kurang lebih 60 tahunan. Hampir setiap Ahad, ia ke gereja dengan memegang Al Kitab.

Ustadz Arifin dan kadang Pak Frez lebih dulu menyapa, “Selamat pagi Pak Ustadz”, “Selamat pagi Pak Frez”, kata mereka. Qadarullah, karena sering menyapa mereka pun semakin akrab walau berbeda keyakinan.

Saat Pak Frez sakit, Ustadz Arifin mengunjunginya. Apalagi saat rumahnya terkena angin puting beliung, “alhamdulillah abang dan jamaah mesjid membantu renovasi hingga selesai,” ujar Ustadz pemimpin Majelis Az-Zikra ini.

Pak Frez mempunyai seorang istri dan putra-putri aktivis gereja. Oto, putranya, gitaris gereja dan Ana, putrinya, vokalis gereja. “Abang sering lihat dan dengar langsung saat latihan untuk acara gereja. Beliau selalu mengucapkan selamat saat Hari Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha. Sementara abang tidak pernah mengucapkan Hari Besar agama beliau,” papar Ustard Arifin.

Ustadz selalu menyampaikan kepada Pak Frez, ‘”Maaf Pak Frez yang baik, keyakinan kami melarang mengucapkan selamat hari besar agama selain yang kami yakini, tetapi kami wajib menghormati keyakinan yang berbeda dengan kami. Arifin sangat senang bersahabat dengan pak Frez.”

Pak Frez pun diam-diam mulai mempelajari Islam dari banyak buku dan mencermati sikap Ustadz Arifin yang saat itu sudah dikenal sebagai guru di Depok. Suatu saat ia datang ke rumah Ustadz Arifin dan saat itu turun hujan lebat, lantas Ustadz pun mengantarkannya pulang ke rumah nya.

Di mobil Ustadz menyentuh Pak Frez, sambil memegang tangannya, dalam hati Ustadz berdoa, “Ya Allah hamba sayang dengan Pak Frez, Ya Haadi, duhai Pemilik hidayah, berilah beliau hidayah-Mu”, sambil menatap wajahnya dengan penuh kasih sayang. Seturunnya bapak dari mobil, Ustadz Arifin menangis.

Saat Ahad, Majelis Zikir berlangsung pun secara khusus Ustadz berdoa untuk beliau. Alhamdulillah, Senin pagi tahun 2002 sepulang dari masjid, Pak Frez menunggu Ustadz Arifin di rumah. Dengan mengenakan baju batik kuning, celana panjang hitam dan berpeci hitam, ia sudah di halaman rumah Ustadz. Setelah saling sapa, ia berkata dengan terbata-bata, “Pak ustadz yang mulia, bimbing saya masuk Islam”.

“Allahu Akbar, abang terdiam lalu langsung memeluk beliau. Kamipun menangis, istri abangpun yg menyaksikan menangis. Lalu beliaupun mengucapkan syahadat dalam bimbingan abang. Kemudian menyatakan keislaman beliau di depan jamaah zikir Depok,” kenang Ustadz Arifin hau.

Ustadz Arifin Ilham memberi nama hijrah kepada Pak Frez dengan Muhammad Fauzan, diikuti istri dan putra putrinya yang masuk Islam. Istri beliau kini bernama Halimah, Oto dengan nama Muhammad Zaka Ilham dan Ana dengan nama Ana Fathimah Alhoiri. Ustadz Arifin ajak Pak Muhammad Fauzan umroh dan mereka pun mencium Hajar Aswad dan menangis bersama di depan Ka’bah.

Pak Muhammad Fauzan kini sudah uzur. Kini ikhwah fiillah dapat melihat foto Ustadz Arifin Ilham bersama beliau dan putra beliau, Zaka. Beliau dan keluarganya merupakan bagian di antara 596 muallaf di Majelis Dzikir Az-Zikra, alhamdulillah. “Kebenaran, kasih sayang dan kemuliaan akhlak adalah da’wah terindah dan hidayah adalah Haq Allah,” pungkas Ustadz Arifin Ilham. Baarakallahu fiikum. (adibahasan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.