Laporan kekejaman CIA akan dijadikan buku

17

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Melville House, penerbit independen yang berbasis di Brooklyn, akan menerbitkan laporan dari Komite Intelijen Senat yang baru dirilis tentang “Studi Program Penahanan dan Interogasi Badan Intelijen Pusat,”, yang merupakan sebuah ringkasan harian dari laporan pemerintah yang merinci tentang meluasnya penggunaan teknik penyiksaan yang mengerikan oleh CIA dalam upaya kontra-terorisme, sebagaimana dilansir oleh New York Times.

Melville House sedang berupaya untuk membuat buku setebal 480 halaman tersebut, dengan tanggal penjualan pada 30 Desember.

Melville House, Kamis (11/12), mengatakan versi buku laporan dari Komite Intelijen Senat AS itu akan tersedi di toko-toko buku pada tanggal 30 Desember mendatang dengan estimasi harga 16,95 dolar AS atau Rp 211 ribu.

Mereka juga akan menyediakan versi e-book-nya.

Tidak seperti beberapa penerbit lain yang telah mencetak laporan pemerintah sebelumnya, Melville House mengatakan mereka tidak mendapatkan dukungan finansial atau lainnya dari pemerintah untuk menutupi biaya produksi atau pengiriman.

Laporan edisi PDFyang dirilis pada Selasa (9/12) sudah tersedia dan dapat diunduh secara gratis di website Komite Intelijen Senat AS, intelligence.senate.gov.

Dalam sebuah pernyataan, Johnson menyebut laporan tersebhut, yang selama lima tahun dibuat dan berdasarkan kepada lebih dari 6 juta dokumen CIA internal, “kemungkinan ini akan menjadi dokumen pemerinath yang paling penting bagi generasi kita, bakan akan menjadi salah satu yang paling penting dalam sejarah demorasi kita,”

Johnson mengatakan bahwa dia penerbitan laporan ini sebagai sebuah buku akan mendoronga masyarakat untuk lebih menggali lagi tentang kekejaman CIA.

“Kekhawatiran kami adalah bahwa dengan semua gangguan musim liburan ini, laporan ini akan memudar dengan cepat dari siklus berita,” katanya.

Sebagai dokumen resmi pemerintah AS, laporan berjudul “Committee Study of the Central Intelligence Agency’s Detention and Interrogation Program“, bebas dari hak cipta.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.