Tahun 2014 Indonesia masih terjajah

Acara Halqah Islam dan Peradaban edisi Refleksi Akhir Tahun 2014 dengan tema Selamatkan Indonesia dari Ancaman Neo-Liberalisme dan Neo-Imperialisme, Ahad (7/12/2014)
8

CIAMIS (Arrahmah.com) – Jelang akhir tahun 2014, tepatnya pada hari Ahad, 7 Desember 2014, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD II Kabupaten Ciamis mengadakan acara Halqah Islam dan Peradaban edisi Refleksi Akhir Tahun 2014 dengan tema Selamatkan Indonesia dari Ancaman Neo-Liberalisme dan Neo-Imperialisme. Acara ini dimulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIB dengan dihadiri oleh ratusan masyarakat Ciamis di Masjid Islamic Center Ciamis.

Maktab I’lamy HTI DPD II Kab. Ciamis, melaporkan hadir sebagai narasumber Ustadz Yusron Husaeni dari Ponpes Darul Ulum Ciamis yang memaparkan tentang tafsir hadits ruwaibidhah.

Rasulullah SAW bersabda, “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.(HR. Ibnu Majah)

Pada kesempatan berikutnya, Ustadz Rd. Dian Jatnika Firmansyah, S.TP, Ketua HTI DPD II Kabupaten Ciamis menjelaskan bahwa meskipun berganti pemimpin, Indonesia di bawah pemimpin baru dipastikan tetap akan tunduk pada sistem Kapitalisme-Liberal. Padahal sistem inilah yang telah membawa penderitaan rakyat. Atas nama privatisasi dan pasar bebas, kekayaan alam Indonesia dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing ataupun swasta lokal. Kebijakan liberal seperti swastaninasi dan pengurangan subsidi telah menambah derita rakyat, seperti saat BBM dan tarif listrik dinaikkan.

Katanya, saatnya bangsa ini melek! Indonesia masih terjajah, yakni dalam ancaman penjajahan gaya baru. Persoalan bangsa ini tak melulu berasal dari pemimpinnya yang bermasalah, tetapi juga bersumber dari sistemnya yang bermasalah. Bukan hanya pemimpinnya yang harus berganti, sistemnya juga harus diganti dari sistem kapitalisme-liberal kepada sistem Islam.

Semua itu hanya mungkin terwujud dengan keterlibatan seluruh komponen bangsa ini untuk bersama-sama berjuang menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam institusi Khilafah sebagai wujud ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hanya dengan penerapan syariah secara kaffah dalam isntitusi Khilafah Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menurunkan keberkahannya dari langit dan bumi kepada negeri ini.

Acara ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Ustadz Tatang, Ketua Lajnah Khusus Ulama HTI DPD II Kabupaten Ciamis. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.