Darurat, rumah sakit di Gaza butuh bantuan secepatnya!

sampah medis berserak di semua bagian RS Gaza, mengancam kesehatan paramedis dan pasien
94

GAZA (Arrahmah.com) – Akibat tak ada petugas kebersihan profesional, kondisi rumah sakit di Gaza semakin memprihatinkan dan berpotensi mengundang penyebaran penyakit kepada masyarakat. Sayangnya warga Gaza tak dapat berbuat banyak, sebab sampah medis tidak dapat ditangani sembarangan secara manual oleh sembarang orang.

Untuk mengatasinya, Anggota Dewan Legislatif Palestina Muhammad Shihab menyerukan faksi-faksi Palestina untuk membantu rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza dengan segera dan secepatnya. Sementara, pemerintah rekonsiliasi nasional Palestina di Ramallah lari dari tanggung jawabnya terhadap sektor kesehatan, pelayanan, administrasi kementrian kesehatan dan rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza, sebagaimana dilaporkan Suara Palestina Jum’at (5/12/2014).

Shihab menegaskan bahwa realita kesehatan di Jalur Gaza dalam keadaan “hidup” [namun] tanpa layanan kesehatan. Di saat yang sama terjadi keruntuhan menyeluruh pada sistem kesehatan di rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza.

Shibab mengatakan, keruntuhan fasilitas kesehatan merupakan bagian dari tragedi kemanusiaan yang mengancam sistem kerja kesehatan, disebabkan berlanjutnya mogok total dari sebagian pekerja kebersihan karena menuntut pembayaran gaji mereka. Semua ini adalah tanggung jawab pemerintah rekonsiliasi nasional Palestina yang lari dan tidak menunaikan tanggung jawabnya secara serius sampai hari ini.

Sementara itu, Jurubicara Departemen Kesehatan di Jalur Gaza, Dr, Asyraf Qadra telah memperingatkan bahaya yang akan terjadi bila krisis kebersihan dan krisis-krisis lainnya yang melanda sektor kesehatan terus berlanjut. Ia mengatakan bahwa departemen kesehatan akan menghadapi pilihan-pilihan sulit pada masa-masa mendatang bila krisis ini terus berlanjut.

sampah medis menumpuk di pojok RS Gaza, tak tertangani
sampah medis menumpuk di pojok RS Gaza, tak tertangani petugas kebersihan profesional

seorang penunggu pasien di antara tumpukan kursi roda, sampah dan alat kebersihan yang tak memadai
seorang penunggu pasien terancam kontaminasi sampah, sementara alat kebersihan yang ada tak memadai

salah seorang pasien bayi  sangat rentan terpapar kontaminasi sampah medis
salah seorang pasien bayi sangat rentan terpapar kontaminasi sampah medis yang berserak dimana-mana, bahkan di atas kursi roda yang sudah alih fungsi menjadi gerobak limbah medis

salah satu ruang perawatan di RS Gaza terabaikan
salah satu ruang perawatan di RS Gaza terabaikan, jauh dari higienis

kondisi masyarakat di luar RS Gaza terancam terkena dampak kontaminasi sampah medis
kondisi masyarakat di luar RS Gaza terancam terkena dampak kontaminasi sampah medis

sampah medis di salah satu ruang perawatan di RS Gaza
sampah medis di salah satu ruang perawatan di RS Gaza sangat berpotensi menjadi sumber wabah penyakit

setidaknya sampah medis dibiarkan menumpuk di dalam RS Gaza agar tidak mencemari lingkungan di luar rumah sakit
setidaknya sampah medis dibiarkan menumpuk di dalam RS Gaza diharapkan tidak mencemari lingkungan di luar rumah sakit

bantuan makanan masih terus dibagikan kepada para pasien di RS Gaza oleh SuaraPalestina dan NGO lokal, namun kondisi sarana dan prasarana belum mendapatkan perhatian karena dana yang tidak memadai
bantuan makanan masih terus dibagikan kepada para pasien di RS Gaza oleh Suara Palestina dan NGO lokal, namun kondisi sarana dan prasarana belum mendapatkan perhatian karena dana yang tidak memadai

salah seorang pasien anak yang masih bertahan dirawat semampu paramedis relawan di RS Gaza
salah seorang pasien anak yang masih bertahan dirawat semampu paramedis relawan di RS Gaza sangat beresiko terpapar kontaminasi sampah medis

Krisis kesehatan di dalam rumah sakit Gaza

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengingatkan krisis kesehatan mengintai RS di Gaza pasca mogoknya para petugas kebersihan disebabkan tak mendapatkan gaji sejak 6 bulan lalu.

Juru bicara Kemenkes, Dr. Ashraf al Qudra mengatakan kepada Quds Press, para pasien di Gaza menghadapi situasi sulit, sementara pihak petugas medis tak bisa memberikan layanan disebabkan buruknya kondisi lingkungan [yang tidak higienis], pasca mundurnya perusahaan jasa kebersihan, Rabu (3/12) sampai waktu yang belum ditentukan.

Alasan berhentinya perusahaan layanan kebersihan karena tak mendapatkan pembayaran sejak 6 bulan lalu. Sejumlah upaya dilakukan menuntut kementerian kesehatan di Ramallah agar bertanggung jawab, namun tak kunjung berhasil.

Kementerian menyebutkan kondisi darurat dialami sejumlah RS di Gaza akibat hengkangnya para petugas kebersihan. Di lain pihak, Al Qudra menjelaskan, petugas medis akan mengalami kesulitan menunaikan tugasnya jika tak ada petugas kebersihan.

Keputusan penarikan diri petugas kebersihan akan berdampak buruk bagi para pasien di RS, yang bisa memicu berkembangnya mikroba. Al Qudra mendesak pihak terkait dan pemerintah agar melindungi hak-hak pasien, dan segera membuat kebijakan mengakhiri krisis di RS Gaza dan memberikan hak-hak perusahaan suplier jasa kebersihan.

Sementara, sebagai perwakilan masyarakat Gaza, Abdullah Onim berharap, “Semoga kondisi buruk yang dialami rumah sakit-rumah sakit di Gaza ini diketahui NGO Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sehingga dapat segera mengulurkan bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudara kita.” (adibahasan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.