Mujahidin AQAP mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil di rumah dubes Iran di Yaman

Polisi dan penonton berkumpul di kediaman duta besar Iran yang hancur akibat ledakan bom mobil. (Foto : Reuters)
11

SANA’A (Arrahmah.com) – Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) pada Rabu (3/12/2014) menyatakan bertanggung jawab atas serangan bom mobil di rumah duta besar Iran yang terletak di ibukota Yaman, Sana’a.

“Para Mujahid pagi ini berhasil memarkir mobil sarat dengan bahan peledak di dekat rumah duta besar Iran dan meledakkannya pada pukul 9.02 (waktu setempat),” ujar pernyataan AQAP di akun Twitter-nya seperti dilansir Al Arabiya.

Sumber-sumber keamanan Yaman mengklaim pemboman sebagai serangan “bunuh diri” dan mengatakan duta besar dan staf Iran tidak terluka.

Duta Besar Hassan Sayed Nam tidak berada di rumah ketika serangan itu terjadi di distrik diplomatik di Sana’a, distrik Hada, klaim sumber Yaman.

Iran, kekuatan Syi’ah di Timur Tengah, mendukung gerakan pemberontak Syi’ah Houthis Yaman yang mengambil alih Sana’a pada bulan September dan menyita sejumlah wilayah di utara dan tengah negara itu. Dan Mujahidin AQAP telah menyatakan sebelumnya bahwa mereka akan memerangi Syi’ah Houthis dan melakukan pembelaan terhadap kaum Muslimin Yaman.

Serangan pada Rabu, pemboman kedua di Sana’a dalam beberapa bulan terakhir, menciptakan lubang besar di kediaman Iran dan mengirim puing-puing terbang melintasi seluruh jalan kuartal diplomatik yang dijaga dengan sangat ketat di kota itu, ujar saksi mata mengatakan kepada Reuters.

Seorang pejabat medis mengatakan dua tentara Yaman tewas, tujuh belas orang lainnya terluka.

Para pejabat keamanan mengklaim duta besar Iran tidak terluka setelah meninggalkan kediamannya 10 menit sebelum serangan terjadi.

“Kaca hancur dihadapan saya karena kuatnya ledakan,” ujar Bashir al-Ossaimy, yang bekerja di sebuah perusahaan obat di seberang kediaman Iran.

Sebelumnya Mujahidin AQAP mengaku bertanggung jawab atas pemboman serupa di Sana’a pada 9 Oktober lalu yang menargetkan pos pemeriksaan Houthis dan menewaskan 47 orang.

AQAP mengutuk ikut campurnya Iran dalam politik Yaman dan menolak kekuasaan Houthis yang mengambil alih Sana’a setelah demonstrasi anti-pemerintah selama berminggu-minggu. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.