Berita Dunia Islam Terdepan

Erdogan: Dunia mengabaikan kematian ribuan orang di Palestina, Suriah dan Mesir!

3

ISTANBUL (Arrahmah.com) – “Lebih dari 300.000 orang telah tewas di Suriah dan dunia tetap diam,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, seperti dilansir MEMO pada Selasa (25/11/2014).

Berbicara di hadapan First International Women and Justice Summit yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perempuan dan Demokrasi di Istanbul pada Senin (24/11), Erdogan menekankan pentingnya membahas masalah yang dihadapi kaum perempuan di tingkat nasional dan internasional dalam topik keadilan.

Dia mengatakan masyarakat saat ini membahas masalah dan isu-isu yang berkaitan dengan manusia dan kemanusiaan, tetapi, sayangnya, tidak menempatkan pendekatan yang adil dan komprehensif untuk masalah tersebut.

Erdogan mengatakan bahwa berdiskusi mengenai kematian ribuan orang di Palestina, Gaza dan Suriah menunjukkan bahwa banyak yang orang yang “tidak menunjukkan minat, bahkan sedikit pun, apa yang membuat mereka tertarik adalah minyak”.

Dia menekankan bahwa “seseorang tidak bisa menjadi jujur dan adil jika ia tidak berurusan dengan anak-anak dan perempuan yang dibunuh di Suriah dan Palestina, dengan kepedulian dan perhatian yang sama sebagai pertahanan masalah lingkungan.” Menunjukkan bahwa tidak ada yang tidak dapat berbicara tentang hak, hukum dan keadilan sekarang.

Presiden Erdogan menegaskan: “Tidak ada negara dalam sejarah politik yang telah melihat 3.000 orang terbunuh dalam satu hari, kecuali Mesir. Tidak ada pemimpin Mesir sebelumnya yang telah melakukan apa yang satu ini telah dilakukan [mengacu pada diktator Abdel Fatah Al-Sisi].”

Dia melanjutkan, “Mereka menggulingkan seseorang yang memimpin melalui pemilihan, tetapi apa yang disampaikan negara yang menyerukan demokrasi itu? Mengapa negara itu tidak mengangkat suaranya? Apakah hasil positif yang muncul, dan apakah mereka menahan diri mereka bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan? Seperti yang Anda lihat mereka masih mengangkat statusnya dan melanjutkan upaya mereka untuk melegitimasi dirinya. Bahkan jika Anda melihat dia sebagai pemimpin yang sah, kami tidak akan melihatnya begitu.”

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...