Berita Dunia Islam Terdepan

Rakyat menjerit, dana kompensasi kenaikan BBM tak sebanding

Rakyat miskin Indonesia
2

PADANG (Arrahmah.com) – Dana kompensasi yang dinamakan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) tak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan atas kenaikan harga BBM itu. Jika boleh memilih, warga memilih tak menerima bantuan asal BBM tak naik.

PSKS sebagai kopensasi kenaikan har­ga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mulai dibagikan untuk beberapa daerah. Na­mun keba­hagiaan pe­ne­rima dana PSKS yang hanya Rp400.000 untuk dua bu­lan itu tak berta­han lama, ka­rena dana yang diperoleh tak se­ban­­ding de­ngan dampak yang ditimbulkan akibat ke­naikan harga BBM.

Mengutip Haluan, salah seorang pengurus Lem­baga Swadaya Ma­syarakat Ko­mite Masyarakat Agam, MS Ma­rajo mengatakan, ke­naikan harga barang akibat naik­nya harga BBM justru semakin mempersulit hidup masyarakat banyak. Betapa tidak, seluruh kebu­tuhan masyarakat melonjak tajam, sementara peng­hasilan tidak bertambah.

Dia menilai PSKS justru sebaliknya malah menyusahkan masyarakat berbanding terbalik dengan nama program tersebut simpanan keluarga sejahtera. Pemerintah sudah memposisikan dirinya sebagai pedagang kepada masyarakat. Saat ini azas yang dikedepankan adalah keuntungan bukan lagi kemaslahatan bagi rakyat.

“PSKS hanya menjangkau sebagian masyarakat miskin. Sementara jumlah masyarakat kita yang hidup di bawah garis kemiskinan jutaan orang. Sebagai masyarakat saya turut merasa­kan sulitnya hidup saat ini,” jelasnya.

Kepala Kantor Pos Cabang Bukittinggi, Lusmiati menga­takan, penerima program simpa­nan keluarga sejahtera di Kabupaten Agam mencapai, sekitar 25.858 orang. Untuk Sabtu dan Minggu penyaluran khusus dilakukan di kantor pos di wilayah Kota Bukittinggi. Sementara penerima bantuan PSKS di Kabupaten Agam bakal menerima mulai, Senin (23/11).

” Penerimaan tidak bisa serentak, sesuai dengan kesiapan kantor pos di wilayah tersebut, saat ini kita sudah menjad­walkannnya. Untuk Senin pencairan sudah kita lakukan pada Kecamatan Empat Koto, Kecamatan Canduang, dan Kecamatan Banu Hampu, meli­puti sekitar 10 nagari di Kabu­paten Agam. Kantor pos menar­getkan penyaluran dana PSKS kepada masyarakat paling lambat sudah rampung 2 Desem­ber,” ungkapnya.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Agam, M Khudri mengatakan, pihaknya bakal melakukan monitoring pada setiap kecamatan terkait penyaluran dana tersebut. Dikatakannya, berdasarkan data BPLS tahun 2011 jumlah KK miskin di Kabupaten Agam mencapai 28.829 orang. Ia berharap penyaluran bantuan PSKS yang dilakukan pada setiap kecamatan bisa berjalan dengan baik dan aman.

Di Kota Solok, dana PSKS juga sudah mulai dicairkan. Cuma saja, kebahagiaan masya­rakat penerima hanya sekejap. Setelah itu, wajah mereka perlahan berubah masam dan kecut. Uang Rp 400 000 yang seharusnya bertahan dalam kantong sampai akhir Desember itu, kini mulai menipis.

“Separuh dari uang itu sudah habis saya belikan untuk membeli sembako,separuhnya lagi saya simpan untuk kebutuhan mende­sak,”ujar Lainda lirih.

Kalau boleh memilih kata Linda,ia akan memilih tidak menerina dana PSKS dengan catatan BBM tidak naik. Uang Rp200.000 per bulan itu sangat tak sepadan dengan kenaian harga bahan pokok.Namun apa boleh buat,sebagai orang kecil ia pasrah dengan keputusan pemerintah.

Hal yang sama juga dira­sakan tetangga sebelah rumahnya, Susi (26). Ibu rumah tangga ini sangat bersyukur dengan bantuan peme­rintah sebesar Rp 200. 000 per bulan itu. Akan tetapi bila disuruh memilih,Susi lebih memilih tak mendapatkan bantuan itu asalkan BBM tak naik.

Hal senada juga diungkapkan Rita (27) masih tetangga Lin­da, petani penggarap ini mengaku berterimakasih kepada pemerintah yang memberikan dana PSKS, namun masih sangat kurang. Dana sebanyak itu tidak dapat dimanfaatkan untuk dijadikan modal usaha.

Doa Rasulullah

Rasulullah saw. secara khusus mendoakan pemimpin yang membuat susah umat Islam. Dari Aisyah Rhadhiyallahu anha,beliau berkata: Rasulullah Shallalahu alihi wa sallam bersabda:

« اللَّهُمَّ مَن ْوَلِيَ مِنْ أَمْرِأُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِن أَمْرِأُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِم ْفَارْفُقْ بِهِ »

Ya Allah, barangsiapa memiliki hak mengatur suatu urusan umatku, lalu dia memberatkan/menyusahkan mereka, maka beratkan/susahkan dia; dan barangsiapa memiliki hak mengatur suatu urusan umatku, lalu dia memperlakukan mereka dengan baik, maka perlakukanlah dia dengan baik.(HR Ahmad dan Muslim)(azm/haluan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...