Pelacuran Gunung Kemukus, Bupati Sragen sebut itu prostitusi terselubung

135

Support Us

SRAGEN (Arrahmah.com) – Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman menanggapi liputan tentang ritual zina di Gunung Kemukus oleh jurnalis asing, Patrick Abboud, yang ditayangkan media Australia, SBS.

Dia menyatakan cerita atau kisah cinta Pangeran Samudro dengan ibu tirinya, Ontrowulan, yang dijadikan dasar ritual zina sebagian peziarah di Gunung Kemukus, tidak benar. “[Cerita] Itu hanya dongeng yang diyakini sebagian masyarakat sebagai jalan untuk menjadi kaya raya. Cerita sebenarnya tidak seperti itu,” kata dia, dikutip dari Solopos.com Rabu (19/11/2014).

“Tidak ada ketentuan harus berhubungan badan dengan orang yang bukan pasangan dalam prosesi ritual.”

Agus tidak menampik kemungkinan terjadinya praktik hubungan badan antara pelaku peziarah dengan orang yang bukan pasangan resmi di Gunung Kemukus. Namun dia menyatakan hal itu sebagai praktik prostitusi terselubung. Pengunjung atau peziarah membeludak di Gunung Kemukus pada malam satu Suro.

Berita Terkait

Faktanya

Namun faktanya Pemerintah Kabupaten Sragen mengambil manfaat dari pelacuran di Gunung kemukus yang katanya pelacuran terselubung itu. Nahimunkar.com pada 12 October 2008 memuat tulisan sebagai berikut:

…”suatu bukit peziarahan, Kemukus, yang khas di mana lelaki perempuan ber’ziarah’ untuk melakukan free sex di bawah naungan pohon dan restu Pemerintah Daerah. Mereka datang untuk mohon kekayaan.” Begitu budayawan sekaligus rohaniwan Y.B. Mangunwijaya, menulis tentang kawasan wisata ziarah Gunung Kemukus di Sragen, Jawa Tengah.

Benarkah pendapat mendiang Romo Mangun dalam buku esainya yang terkenal, “Sastra dan Religiositas?”

Tim Peristiwa yang dua kali mengunjungi Gunung Kemukus menemukan fakta yang menarik. Sekitar 400 penginapan murah muncul sejak 1980-an di sekitar makam Pangeran Samudro dan Sendang Ontrowulan, dua tempat sakral yang banyak diziarahi, terutama pada malam Jumat Pon. Legenda perselingkuhan pangeran dengan ibu tirinya itu seolah mensahkan hubungan intim di antara peziarah yang ingin cepat kaya. Kini, persetubuhan memang tidak selalu berlangsung di antara para peziarah di bawah pohon-pohon besar, tetapi juga dengan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang dibawa ke dalam kamar-kamar sederhana. Pemerintah Kabupaten Sragen dalam posisi dilematis. Retribusi yang masuk ke kas Pemda Kabupaten dari peziarah Kemukus lumayan besar, Rp 210 juta pada tahun lalu. Jauh lebih besar daripada obyek wisata lain di Sragen—seperti Situs Sangiran, Makam Joko Tingkir atau waduk Kedung Ombo—yang hanya menyumbang sekitar seperempatnya. Sedangkan operasi pembersihan terhadap penginapan dan warung-warung yang menyediakan PSK sulit dilakukan, karena masyarakat Kemukus hidup dari ziarah seks tersebut. (REDAKSI TV7). (azm/dbs/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Aktivis wanita Saudi alami pelecehan seksual di Penjara

RIYADH (Arrahmah.com) - Aktivis hak-hak perempuan Saudi telah disiksa dan dilecehkan secara seksual oleh para interogator saat mereka mendekam di penjara, tidak memiliki pengadilan yang adil, klaim laporan baru-baru ini. Laporan…

Rusia hentikan PBB daftar hitamkan milisi Libya

NEW YORK (Arrahmah.com) - Rusia pada Jumat (20/11/2020) menghentikan komite Dewan Keamanan PBB dari mendaftarhitamkan kelompok milisi Libya dan pemimpinnya atas pelanggaran hak asasi manusia. Rusia berceloteh ingin melihat lebih banyak…

Turki tak berharap Biden beri sanksi pembelian S-400

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki tak mengharapkan hubungan dengan Amerika Serikat terganggu di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden dan tidak juga tidak mengharapkan sanksi atas pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia, seorang…

Wagub DKI Diperiksa Hari Ini Terkait Acara Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penyidik Polda Metro Jaya juga akan memanggil Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria untuk dimintai keteranggan pada hari ini, Senin…

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Aktivis oposisi Armenia blokir jalan di Yerevan, memprotes kebijakan Pashinyan

YEREVAN (Arrahmah.com) - Aktivis oposisi memblokir beberapa jalan utama Yerevan pada Kamis (19/11/2020), seorang koresponden TASS melaporkan dari situs tersebut. Mereka menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Nikol Pashinyan. Saat…

Sudan akan menggali kuburan massal untuk mengidentifikasi jenazah

KHARTUM (Arrahmah.com) - Komite yang dibentuk di Sudan untuk menyelidiki orang hilang telah memutuskan penggalian kuburan massal untuk mengidentifikasi mayat dan menentukan penyebab kematian. Otopsi baru juga akan dilakukan. Menurut Kantor…

Israel Lancarkan Serangan Artileri ke Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan penjajah Zionis, pada Sabtu malam (21/11/2020), kembali melancarkan serangan artileri ke sebuah pos kendali lapangan di Jalur Gaza utara, tak lama setelah jatuhnya sebuah roket yang ditembakkan dari…

Turki-Saudi sepakat selesaikan masalah melalui dialog

RIYADH (Arrahmah.com) - Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz sepakat dalam panggilan telepon untuk meningkatkan hubungan bilateral dan menyelesaikan perselisihan yang luar biasa melalui dialog, kata…

DKI Kaji Rencana Pembelajaran Tatap Muka Awal 2021

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tengah mengkaji rencana pembukaan pembelajaran tatap muka pada awal tahun 2021. "Bidang pendidikan memang belum dibuka tapi sedang dalam proses kajian," kata Riza usai…

Prancis Ngamuk Setelah Pakistan Tuduh Macron Sama Seperti Nazi

PARIS (Arrahmah.com) – Prancis menuntut Pakistan menarik komentar Menteri Federal untuk HAM Shireen Mazari yang menyamakan Presiden Emmanuel Macron dengan Nazi. Melalui Twitter, Mazari menyebut Macron memperlakukan Muslim di Prancis…

Tidak rela rumahnya dibongkar petugas, seorang wanita bakar diri

TEHERAN (Arrahmah.com) - Insiden mengejutkan tentang seorang wanita yang membakar dirinya di provinsi Hormozgan di Iran selatan telah menimbulkan kemarahan dan kemarahan yang meluas di seluruh negeri, lapor Anadolu Agency. Insiden itu…

Iklan