Berita Dunia Islam Terdepan

Efek perang Gaza, ekonomi “Israel” merosot

6

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Pertumbuhan ekonomi “Israel” untuk yang pertama kalinya dalam masa lebih dari lima tahun berada di quartal ketiga, saat pertumbuhan ekonomi dihantam oleh efek dari perang “Israel” melawan kelompok perlawanan di Gaza, sebagaimana dilansir oleh Hurriyet Daily News.

Produk domestik bruto “Israel” turun sebesera 0,4 persen pada periode Juli-September, ungkap Biro Pusat Statistik pada Ahad (16/112014). Itu merupakan penurunan kuartal pertama sejak penurunan 0,2 persen dalam tiga bulan pertama tahun 2009, pada awal krisis keuangan global.

Pertumbuhan ekonomi “Israel” selama tahun 2014 diproyeksikan berada di 2,2 persen, akibat agresi “israel” di Gaza yang berlangsung selama 50 hari pada bulan Juli dan Agustus telah memangkas sekitar setengah persen.

Produk domestik bruto kuartal ketiga diperkirakan telah merosot sebesar 0,1 persen, menurut jajak pendapat analis Reuters.

Bank “Israel” sebelumnya mengatakan bahwa pertumbuhan kuartal itu mungkin nol atau bahkan negatif, akibat perang di Gaza yang menyebabkan banyak pabrik yang tidak beroperasi di tengah serangan roket dari Gaza, sementara konsumen memilih untuk tinggal di rumah.

Untuk mengimbangi melemahnya pertumbuhan ekonomi, ditambah dengan pergeseran deflasi, bank sentral “Israel” telah menurunkan suku bunga acuan sebesar setengah poin pada bulan Juli dan Agustus.

Para pembuat kebijakan menyebabkan suku bunga tidak berubah pada dua pertemuan selanjutnya.

Sedangkan dalam bidang ekspor, yang mencapai sekitar 40 persen dari kegiatan ekonomi, naik sebesar 2,8 persen pada kuartal ketiga. Belanja pribadi tumbuh sebesar 3,9 persen sementara investasi dalam aktiva tetap merosot sebesar 3,6 persen.

Belanja pemerintah meningkat sebesar 3,1 persen dan impor naik sebesar 16,2 persen.

Diluar pengeluaran sektor publik, ekonomi “Israel” menurun sebesar 1,4 persen pada kuartal ketiga.

Biro Pusat Statistik ini juga merevisi perkiraan untuk Produk domestik bruto kuartal kedua menjadi 2,2 persen dari sebelumnya sebesar 1,9 persen.

Pada Jum’at (14/11), Biro Pusat Statistik juga mengungkapkan bahwa tingkat inflasi tahunan “Israel” tetap stabil di -0.3 persen pada Oktober.

Ekonomi “Israel” mengalami deflasi pada bulan September untuk pertama kalinya sejak tahun 2007.

Harga saham dan obligasi Tel Aviv sebagian besar datar pada Ahad (16/11).

(ameera/arrahmah.com).

Baca artikel lainnya...