Berita Dunia Islam Terdepan

Rakyat Sierra Leon gunakan kekuatan doa untuk melawan virus Ebola

6

SIERRA LEON (Arrahmah.com) – Merasa belum menemukan obat untuk virus mematikan Ebola, maka para tokoh agama di Sierra Leone mengajak rakyat untuk memerangi virus yang telah menelan ribuan jiwa ini dengan berdoa kepada Allah yang Maha Kuasa.

Para tokoh agama Muslim merujuk kepada Al-Qur’an untuk melawan Ebola, sementara tokoh agama Kristen merujuk kepada Bible.

“Orang-orang Sierra Leon berdoa penuh: orang-orang percaya akan doa dan para tokoh agama mereka,” kata Alhaji Bailor Jalloh, CEO FOCUS 1000, sebuah LSM lokal, kepada Anadolu Agency, seperti dilansir World Bulletin.

“Kami tidak mengatakan bahwa orang-orang tidak harus berdoa; mereka harus berdoa, karena doa memberikan mereka harapan,” katanya.

“Tetapi disamping berdoa, orang-orang harus mengambil langkah yang benar, dan para tokoh agama dapat membantu pengikut mereka untuk mengambil langkah yang dibutuhkan agar selamat dari Ebola,” tandasnya.

LSM Jalloh telah memobilisasi tokoh Muslim dan Kristen untuk membantu mengatasi menyebarnya virus Ebola.

Untuk menghindari virus Ebola para tokoh agama telah menyarankan kepada warga agar rajin mencuci tangan dengan sabun dan air, tidak menyentuh atau mencium orang-orang yang meninggal akibat Ebola sekalipun sanak keluarga mereka. Selain itu, merasa darurat, mereka juga memutuskan untuk tidak memandikan jasad orang-orang korban Ebola demi menghindari bertambahnya penderita Ebola.

Statistik terbaru yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan Sierra Leon menduga antara 70 hingga 80 persen orang-orang yang terjangkiti virus Ebola tertular karena bersentuhan dengan mayat keluarga mereka yang meninggal akibat Ebola.

Menurut laporan, banyak orang yang diam-diam memakamkan kerabat mereka yang tewas tanpa melaporkan kepada pihak berwenang karena takut kerabat mereka akan dimakamkan dengan cara tidak hormat.

Jalloh mengingatkan salah satu insiden di mana warga memprotes cara menguburkan jasad seorang imam Muslim di sebuah desa, mereka kemudian menggali kuburannya kembali dan memandikannya lalu menguburkannya kembali.

Jalloh mengatakan bahkan beberapa warga desa menyiram diri mereka sendiri dengan air bekas memandikan sang imam, mengira bahwa itu bisa mendatangkan berkah.

Menurut Jalloh, ini menjadi penyebab begitu banyak orang meninggal di desa itu sehingga hampir musnah seluruhnya. Karena itu, selain pemerintah harus mendampingi warga menghindari Ebola dengan ketat, dibutuhkan para tokoh agama untuk membimbing mereka secara rohani.

(siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...