Berita Dunia Islam Terdepan

KontraS: Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus segera panggil Hendropriyono

Jurnalis investigasi asal Amerika Serikat Allan Nairn bersama komisioner Komnas HAM Nur Kholis memberikan keterangan kepada media terkait kasus-kasus pelanggaran HAM berat di Indonesia di di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin 3 November 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko
6

JAKARTA (Arrahmah.com) – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) meminta Komnas HAM dan Kejaksaan Agung untuk sesegera mungkin memanggil AM Hendropriyono untuk memberikan kesaksian atas peristiwa Talangsari tahun1989 dan peristiwa pembunuhan Munir tahun 2004.

“Sdr. Hendropriyono dalam wawancara dengan Allan Nairn, seorang jurnalis, mengaku bertanggungjawab secara komando—dalam kapasitasnya sebagai Kepala BIN—terhadap pembunuhan Munir pada tahun 2004. Hendropriyono mengaku bekerjasama dengan agen rahasia Amerika, CIA, juga melalui unit intelijen Indonesia, BIN. Hendropriyono juga menegaskan dirinya siap untuk diadili dipengadilan HAM. ‘Jika ada pengadilan HAM untuk saya, saya siap,’ kata Hendropriyono. Sementara terkait kasus Talangsari, dari wawancara yang sama dengan Allan Nairn, Hendropriyono mengatakan bahwa para korban Talangsari bunuh diri dan bukan dibunuh oleh tentara,” tulis siaran pers KontraS pada lamannya 29 Oktober 2014.

Menurut Koordinator KontraS Haris Azhar, atas dua pernyataan tersebut di atas perlu disampaikan, bahwa peristiswa Talangsari bukanlah kejadian bunuh diri.

“Penting diketahui bahwa Komnas HAM sudah melakukan penyelidikan yang bersifat pro justisia atas kasus Talangsari. Demikian pula dengan berbagai organisasi masyarakat [Komite Smalam, LBH Lampung, dan KontraS] telah melakukan pengambilan fakta. Dari semua tindakan diatas ada temuan yang serupa bahwa adanya tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan, dan tindakan tersebut dilakukan oleh ABRI terutama Danrem Garuda Hitam Lampung, yang dipimpin langsung oleh AM Hendropriyono. Oleh karenanya pernyataan bahwa peristiwa Talangsari merupakan bunuh diri merupakan fitnah dan tidak berdasar,” terangnya.

Haris menambahkan, keterangan Allan Nairn adalah petunjuk—alat bukti yang sah menurut KUHAP—untuk memperkuat keterlibatan AM Hendropriyono dalam dua kasus yang disebutkan diatas.

“Untuk itu, kami meminta agar, Komnas HAM dan Kejaksaan Agung, segera memanggil Sdr. Allan Nairn dan selanjutnya memeriksa AM Hendropriyono,” pungkasnya. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...