Berita Dunia Islam Terdepan

Ini penuturan mereka yang mengikuti Asyuro Ijabi

Perayaan Asyoru Ijabi, selain dihadiri warga simpatisan syiah dari daerah, dihadiri juga Ketua Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Eki Subandi, Romo Agus dari Keuskupan Bandung, Ketua Dewan Syuro Ijabi Jalaluddin Rakhmat, di Lucky Square Antapani Bandung Senin (3/11/2014).
13

BANDUNG (Arrahmah.com) – Beberapa peserta perayaan ritual Asyuro yang diselenggarakan ormas syiah Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (Ijabi) dan Yayasan Muthahari sengaja didatangkan dari pelbagai wilayah di Jawa Barat. Terdapat rombongan simpatisan Ijabi dari pelbagai wilayah di Jabar seperti Garut, Tasik, Kabupaten Bandung, dan lain-lain.

Mengutip pemberitaan Alhikmah.co, berikut ini penuturan beberapa di antara mereka yang hadir saat acara tersebut. Saripin, seorang warga Bayongboy Garut mengatakan dirinya sudah empat tahun mengikuti acara semacam ini.

“Di kampung saya banyak pengajian-pengajian semacam ini (syiah-red),” katanya kepada Alhikmah di Lucky Square Bandung, Senin (3/11/0214).

Saat ditanyakan kepadanya apakah setiap orang bisa hadir di sini, dia menjawab tidak semua warga bisa ikut.

“Mereka menolak semua. Mengikuti leluhurnya, terpengaruh gara-gara Muawiyah. Dulu juga saya begitu, dulu saya NU. Sekarang, pencinta Ijabi,” tegasnya.

Diakuinya, beberapa orang yang aktif di Ijabi datang ke kampungnya dan mengadakan diskusi dan pengajian.

Sementara seorang wanita berkerudung hitam, yang ingin disebut Ummu Husein mengatakan bahwa ia ikut dengan rombongan dari Tasik karena diajak kawannya. “Asyuro ini seharusnya tidak hanya Syiah saja,” ungkapnya.

Ada pula remaja yang tak tahu menahu dan hanya ikut-ikutan saja. “Cuman diajak teman saja, ” kata wanita yang enggan disebut namanya.

Menanggapi mulai menyebarnya aliran Syiah yang oleh MUI dikategorikan aliran sesat yang perlu diwaspadai, Sekjen Dewan Dakwah Islam Jabar, Ustadz Roinul Balad mengatakan bahwa PR besar bagi umat Islam untuk bersatu melihat perkembangan Syiah masuk hingga kampung-kampung.

“Ikhlas saja tidak cukup. Kita perlu satukan fikrah, satukan kekuatan. Ormas Islam : NU, Persis, Muhammadiyah, PUi dan lainnya perlu merapatkan barisan,” katanya.

Lebih jauh Koordinator Lapangan Pembela Ahlus Sunnah (PAS) ini juga mengatakan bahwa pola Syiah menjaring masyarakat sama seperti Kristenisasi.

“Sama polanya dengan dikristenkan. Awalnya dari bantuan, kebaikan. Acara Asyuro di tempat lain saja dapet besek (red_bingkisan),” paparnya.

Ustadz Roinul Balad berharap umat Islam merapatkan barisan melihat perkembangan Syiah yang sudah menjangkau beberapa wilayah pelosok di Jawa Barat.

“Ikhlas dan persatuan. Kita harus semakin rapatkan barisan melihat mereka seperti ini,” pungkasnya. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...