Rahasia media jihad dan campur tangan intelijen

151

(Arrahmah.com) – Betapa banyak pemuda yang tersesat hanya karena sebuah tulisan yang salah ditafsirkan oleh mereka tanpa bermusyawarah dengan ahli ilmu. Adanya forum-forum jihad memang sesuatu yang patut disyukuri, tetapi kewaspadaan harus tetap dijaga. Bagaimanapun, forum Online dapat dimasuki oleh siapa saja tanpa mengenal identitas asli mereka. Meskipun forum-forum jihad Online sangat membantu untuk publikasi mengenai jihad, tetapi bukan berarti forum-forum tersebut menggantikan kedudukan para ulama sehingga ada orang yang lebih mengikuti pemahaman orang-orang di forum mereka ketimbang pemahaman dan nasehat dari ulama. Berikut ini sebuah Kultwit berjudul “Rahasia Media Jihad dan Usaha Infiltrasi Sejak 2001 sampai Sekarang” yang dikumpulkan oleh Saudara Muhammad Jamal Al Mishri dan diterjemahkan oleh Muqawamah Media Team pada Sabtu (25/10/2014), semoga bisa mencerahkan:

*****

Iklan

بسم الله الرحمن الرحيم

RAHASIA MEDIA JIHAD DAN USAHA INFILTRASI SEJAK 2001 SAMPAI SEKARANG

Kultwit oleh akun Twitter @Alseaase

 

Mayoritas medan jihad terkena imbas fitnah besar yang dilancarkan oleh intelijen, tujuannya adalah memecah belah barisan dan memecah persatuan jamaah, sehingga para mujahidin sibuk dengan diri mereka sendiri! Fitnah yang berbahaya ini dilancarkan oleh pihak intelijen melalui dua jenis orang ini:

  1. Para agen yang dididik di balik jeruji besi dan mereka dipersiapkan untuk menjalankan tugas intelijen.
  2. Para bocah yang bodoh.

Sebelumnya para mujahidin berkumpul di bawah satu panji dan diarahkan secara langsung oleh para komandan yang sarat pengalaman dan para ulama yang tulus, namun ternyata sebagian dari para pembimbing itu ada yang ditangkap oleh orang-orang yang tidak dikenal.

Konspirasi yang hina ini tidak akan berhasil jika saja tidak ada lahan yang cocok baginya, dan itu dilancarkan setelah menganalisa secara kontinu terhadap fenomena aliran jihadi. Dimana RAND Corporation fokus selama bertahun-tahun untuk mengamati aliran jihadi khususnya para “pemuda forum jihadi” yang hanya dididik dengan semboyan-semboyan saja!

Siapa saja yang membaca hasil studi RAND Corporation yang bocor ke publik, maka ia akan mendapati kemampuan yang hebat untuk memahami bahaya mental dan psikologis dari para pemuda forum jihadi yang sangat bersemangat untuk berangkat berjihad. Berdasarkan pemahaman yang detail terhadap mentalitas para pemuda ini, pihak intelijen barat mampu menciptakan sebuah pilot project yang menarik bagi para pemuda yang bersemangat untuk berangkat berjihad tersebut!

Sebelum kita membahas mengenai pilot project yang menarik ini, saya ingin bercerita mengenai para mujahidin yang berangkat berjihad pada saat Thaliban masih berkuasa, yaitu sebelum peristiwa 11 September. Seluruh mujahidin yang berangkat ke Afghanistan sebelum peristiwa 11 September bisa bertemu dengan para komandan mujahidin serta para ulama mereka, seperti Syaikh Usamah, Syaikh Ayman, Syaikh Athiyatullah, dan Syaikh Abu Yahya. Sehingga para pemuda tersebut tercelup dengan pemikiran jihad yang murni langsung dari sumbernya, mereka mempelajari aqidah Islam yang benar dari para masyayikh aliran jihadi yang ilmunya luas.

Namun setelah peristiwa 11 September, para komandan mujahidin dan para ulama terpaksa bersembunyi dan tidak menampakkan diri secara terang-terangan di hadapan seluruh mujahidin, mereka hanya bergerak dalam batas aman saja. Pada waktu yang sama orang-orang yang berambisi untuk berangkat berjihad mulai dipersulit, hasilnya pemuda yang mempunyai semangat jihad tidak mendapatkan jalan untuk berjihad secara fisik, sehingga ia memilih untuk berjihad lewat media elektronik.

Kebutuhan yang mendesak untuk menemukan forum-forum jihad menjadikan anak-anak pergerakan berkumpul dan mencari tahu tentang pandangan-pandangan para mujahidin terhadap peristiwa-peristiwa politik terkini dan bagaimana menyikapinya dengan benar. Forum yang pertama kali muncul ketika itu adalah Forum Al Fajr, yang pasca peristiwa 11 september, forum tersebut mulai menjadi tren.

Kemudian datang pesaing baru, yaitu Forum Ana Muslim dan Sahat Al Arabiyyah, namun forum yang didominasi oleh kalangan jihadis ketika itu adalah Ana Muslim dan Forum Al Fajr. Namun Forum Al Fajr tidak mampu bertahan lebih lama dan membubarkan diri, maka mulailah bermunculan forum-forum jihad yang diawasi langsung oleh para mujahidin dan para pendukung mujahidin, seperti Ash Shafinat dan Forum Al Anshar. Kemudian muncullah forum-forum yang sifatnya hanya bersimpati kepada mujahidin dan forum-forum tersebut menerbitkan rilisan-rilisan mereka. Meskipun begitu, para pengelolanya bukanlah orang-orang yang berfikrah jihadi secara keseluruhan, contohnya adalah Al Qal’ah dan Al Ishlah wa At Tajdid.

Tugas forum jihad ketika tidaklah mudah, para pengelolanya terancam diburu dan situsnya terancam diblokir, ditutup atau dibekukan oleh badan intelijen. Keberhasilan badan intelijen barat yang pertama adalah menangkap Irhabi 007, ia adalah sosok mujahidin elektronik yang paling berbahaya ketika itu, kemudian diikuti dengan penangkapan-penangkapan berikutnya, seperti penangkapan terhadap Muhibusy Syaikhain.

Bukan hanya sekali Forum Al Anshar diancam dengan pemblokiran dan penutupan, para pengelolanya pun pernah diancam akan ditahan, kondisi ini memaksa para pendukung mujahidin untuk mencari forum-forum baru yang lebih aman. Pilihan mereka pun jatuh pada Forum Al Hisbah, sebuah forum dakwah yang pimpinan redaksinya terkesan dengan para mujahidin, sehingga ia pun membuat menu khusus bagi para mujahidin agar mereka dapat menyebarkan rilisan dan pemikiran mereka.

Namun pihak intelijen mampu menguasai sebagian forum yang ada, intelijen Mesir berhasil menguasai Forum Ana Muslim dan intelijen Saudi berhasil menguasai Sahat Al Arabiyyah. Maka banyak para anggota yang paling giat memposting di Forum Ana Muslim dan Sahat Al Arabiyyah yang ditangkap, sehingga mulailah terendus adanya infiltrasi di dalam forum-forum tersebut yang puncaknya para pendukung mujahidin hengkang dari sana.

Di tengah perkembangan yang serius ini, para awak media jihad yang terbaik dan terpercaya membentuk situs Markaz Al Fajr Al I’lamiy, dan mereka membuat sebuah forum khusus di dalamnya. Markaz Al Fajr membuat Forum Al Ikhlash dan Forum Al Firdaus, dan setelah terjadinya konflik antara Daulah Islam Iraq dengan Jaisy Islami, Forum Al Buraq bergabung dengan Markaz Al Fajr.

Maka Markaz Al Fajr pun memiliki tiga buah forum resmi, yaitu Al Ikhlash, Al Firdaus dan Al Buraq. Sedangkan Syabkat Al Hisbah juga melakukan kerjasama dengan Al Fajr dan itu bertahan selama beberapa tahun. Tak lama kemudian, muncullah sebuah forum terpercaya dan bersih yang dibuat oleh Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi, namun forum tersebut tidak bergabung dengan Al Fajr, nama forum tersebut adalah Forum Anshar Al Mujahidin, dan para pengelolanya adalah orang-orang pilihan.

Setelah terbentuknya forum jihad yang terpercaya ini, para pendukung mujahidin pun dapat merasa tenang dalam urusan keamanan dunia maya, mengingat forum tersebut dikelola oleh orang-orang yang terpercaya. Namun intelijen tidak tinggal diam terhadap perkembangan teknis para mujahidin ini, badan intelijen menerapkan sejumlah metode intelijen untuk menginfiltrasi media informasi para mujahidin beserta pendukungnya. Maka badan intelijen Jerman, Prancis, Mesir, Yordania dan negara-negara lainnya pun membentuk beberapa forum jihad yang berbahasa arab dan bahasa-bahasa lain dan forum-forum tersebut juga turut menyebarkan rilisan-rilisan para mujahidin!

Saya ingin berhenti sejenak dan insya Allah akan segera kembali untuk melengkapi dan menegaskan bahwa masih ada forum yang membahas seputar mujahidin yang belum saya sebutkan semisal Hanein dan Aljazeera Talk, karena memang tidak ada sangkut pautnya dengan pembasahan kita.

Forum-forum jihad jebakan buatan intelijen mulai banyak tersebar, namun forum-forum tersebut gagal menarik minat para pendukung mujahidin, karena forum-forum itu tidak mendapatkan persetujuan dari Markaz Al Fajr. Melihat para pendukung mujahidin ini tidak berminat sama sekali dengan forum-forum tersebut, intelijen pun menggunakan metode yang licik, yaitu meretas seluruh forum jihad sekaligus dan memblokirnya dalam satu waktu, sehingga para pendukung mujahidin terpaksa masuk ke dalam forum-forum intelijen tersebut karena tidak ada pilihan lain. Dan ternyata metode yang satu ini benar-benar berhasil, beberapa orang pemuda masuk ke dalam forum-forum tersebut tanpa memperhatikan faktor keamanan.

Yang menjadi musibah adalah, bukan hanya para pemuda yang masih belia saja yang masuk ke dalam forum-forum tersebut! Bahkan para pengelola forum-forum jihad yang terpercaya pun mendaftarkan diri ke dalam forum-forum yang tidak aman ini. Namun perang dunia maya antara Markaz Al Fajr li Al I’lam melawan badan intelijen internasional terus berlanjut dan pada puncaknya Al Fajr terpaksa menonaktifkan seluruh forum-forum resminya.

Setelah Al Fajr mengambil tindakan tersebut, maka terjadi kekosongan besar di kalangan para pendukung mujahidin, sedangkan tidak ada forum pengganti yang bisa dipercaya kecuali dua forum, keduanya dikelola oleh beberapa orang yang bisa dipercaya. Yang pertama adalah Forum Al Fallujah, forum ini mendapatkan kepercayaan karena kedekatannya dengan Daulah Islam Iraq, dan sebagian pengelolanya sendiri adalah para anggota Daulah Islam Iraq. Yang kedua adalah Forum Asy Syumukh, para pendukung mujahidin tidak melihat adanya faktor-faktor yang dapat melunturkan kepercayaan forum ini, maka mereka pun pindah ke dua forum ini.

Setelah menonaktifkan seluruh forum resminya, Al Fajr memposting rilisan-rilisan yang bersumber dari forum Al Fallujah dan Asy Syumukh, sehingga para pendukung mujahidin pun tambah percaya dengan kedua forum tersebut.

Sekarang kita mulai membahas fase paling berbahaya yang pernah dialami oleh media jihad, yang mana fase ini menjadi biang dari terjadinya banyak fitnah dan kekacauan di kancah jihad pada masa sekarang ini, Wallahu Musta’an…

Dalam mengelola forum-forum resminya, Markaz Al Fajr sangat memperhatikan keamanan para pendukung mujahidin – baik dari segi fikrah maupun keamanan dunia maya – dan Markaz Al Fajr tidak akan memperbolehkan seseorang men-share sebuah buku atau karangan tertentu kecuali setelah dilakukan penelitian terlebih dahulu. Akan tetapi setelah forum-forum milik Al Fajr itu dinonaktifkan, maka Al Fallujah dan Asy Syumukh lah yang mengambil alih tugas menyebarkan rilisan-rilisan jihad, namun keduanya terbilang minim dalam memperhatikan rilisan-rilisan dari yayasan-yayasan media jihad lainnya.

Ada beberapa permasalahan yang terjadi di Forum Al Fallujah:

  1. Tidak merespon beberapa kritikan syar’i
  2. Lemah dalam menerapkan langkah-langkah keamanan
  3. Situsnya berhasil dibobol namun sudah berhasil diamankan.

Maka Al Fajr pun terpaksa menghentikan kerjasama dengan Forum Al Fallujah karena forum tersebut tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak aman – baik dari segi fikrah maupun keamanan dunia maya – dan setelah penghentian kerjasama itu, forum Al Fallujah pun ditutup, sehingga yang tersisa hanyalah Forum Asy Syumukh saja, dan Al Fajr tetap menyebarkan berita di dalamnya, namun sayangnya Asy Syumukh mendapat banyak kritikan, bahkan tingkat infiltrasinya mencapai tahap yang mengkhawatirkan!

Orang-orang dari kalangan ekstrimis berhasil menerobos masuk ke dalam Forum Asy Syumukh dan menguasai perangkat medianya yang paling penting, yaitu Yayasan Media Al Ma’sadah! Sehingga ia pun berubah menjadi corong bagi para ghulat tersebut!

Al Ma’sadah pun mulai menyebar luaskan pemikiran syaikhnya para ghulat yaitu Abu Ahmad Al Mishri, buku-buku karangannya dan makalah-makalahnya dijadikan rujukan! Dan para pendukung mujahidin pun menimba ilmu dari si tolol yang amatiran ini.

Setelah beberapa tahun pemikiran ghuluw disebar luaskan di Forum Asy Syumukh, dan setelah banyak pemuda terpengaruh dengan pemikirannya dan mengadopsinya, para pengelolanya baru sadar akan kesalahan syar’i tersebut, namun nasi sudah menjadi bubur. Forum Asy Syumukh pun berusaha untuk memperbaiki kesalahan ini dengan mencegah publikasi dari Abu Ahmad Al Mishri. Asy Syumukh juga memperingatkan akan bahaya dari pemikiran ekstrimisnya, kemudian mempublikasi sebuah makalah karangan Syaikh Ar Rafi’i yang menyingkap fakta pemikiran ghuluw ini. Berikut ini adalah makalah yang menyingkap kebobrokan pemikiran ghuluw, judulnya Tanzih I’laam Al Mujahidin An Abatsi Al Ghulaat Al Mufsidin, karangan Syaikh Abdul Aziz Syakir Ar Rafi’i: http://linkis.com/archive.org/details/89qtw

Saat itu Forum Asy Syumukh sudah dianggap memerangi pemikiran ghuluw, namun ternyata musibah masih terus berlanjut, beberapa orang pengikut Al Mishri ternyata masih bercokol di dalam kepengurusan Forum. Setelah mengalami berbagai permasalahan dengan Forum Al Fallujah dan Asy Syumukh, maka Markaz Al Fajr mempertimbangkan untuk membentuk sebuah forum yang bernama Al Fida’ guna memperbaiki itu semua. Al Fida’ adalah forum resmi milik Al Fajr yang pertama semenjak penonaktifan 3 forum yang sebelumnya.

Setelah mengalami peristiwa yang baru pertama kali terjadi ini, kami baru menyadari bahwa kami telah terkena penyakit yang ditimbulkan oleh fitnah yang membutakan ini, fitnah yang menyesatkan banyak orang. Setelah revolusi Suriah pecah, perbatasan dibuka bagi siapa saja yang ingin berjihad, mereka yang pertama kali berangkat adalah para pemuda forum-forum jihad yang kebanyakan dari mereka fikrahnya dibina oleh kalangan-kalangan non jihadis. Para pemuda yang paling banyak menyimpang adalah yang berasal dari kalangan pendukung mujahidin non arab, khususnya mereka yang berhijrah dari Eropa yang menimba pemikiran ghuluw di forum-forum buatan intelijen.

Forum-forum jihad berubah menjadi ajang menyebarkan pemikiran yang berbeda dengan pemikiran para mujahidin, karena beberapa pemuda yang masih belia ada yang menganggap bahwa Al Qaeda sesat! Padahal ia tidak mengerti apapun, satu haripun ia belum pernah mempelajari pemikiran Al Qaeda.

Para mujahidin merasa jengah dengan apa yang dipublikasikan di forum-forum tersebut, khususnya yang berkaitan dengan:

  1. Ghuluw
  2. Menganggap remeh urusan darah kaum muslimin, dan mendukung segala operasi penyerangan walaupun itu salah!
  3. Merendahkan para ulama.

Para pemuda forum jihad itu tidak bisa menjaga lisannya apabila membicarakan para ulama yang berbeda pendapat dengan para mujahidin, sehingga Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqawi terpaksa memerintahkan sebagian dari mereka untuk menahan diri.

Pernah suatu kali Syaikh Athiyatullah mengkritisi kebijakan Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqawi, maka serta-merta forum-forum tersebut mencaci-maki Syaikh Athiyatullah! Maka Syaikh Az Zarqawi pun mempublikasikan pernyataan yang berjudul: “Biarkanlah Athiyatullah Berbicara, Karena Ia Lebih Tahu Apa Yang Ia Bicarakan”.

Pernah juga Hamid Al Ali mengeluarkan pernyataan yang mengkritisi deklarasi Daulah Islam Iraq, maka forum-forum itu pun serta merta mengkafirkan dan menganggapnya sebagai seorang fasik! Dan ketika Syaikh Ayman Azh Zhawahiri ditanya mengenai Hamid ini, beliau justru memujinya!

Bukankah sudah saya katakan bahwa para pemuda itu tidak mengerti pemikiran Al Qaeda yang sebenarnya. Bahkan mereka justru membuat para komandan mujahidin marah, karena mereka mencaci-maki para masyayikh dan para ulama yang berbeda pendapat dengan para idola mereka. Syaikh Usamah bin Laden termasuk orang yang memandang bahwa forum-forum jihad lebih banyak membuat kerusakan dari pada memperbaiki! Sungguh benar perkiraan beliau, beliau diberikan kebijaksanaan dan pandangan yang jauh ke depan, maka semoga ia diberikan penglihatan dengan cahaya Allah.

Syaikh Usamah bin Laden tahu bahwa pemikiran asing ini akan menjadi beban bagi umat! Sungguh benar engkau wahai Syaikh! Apa yang bisa diharapkan dari seorang pemuda yang tidak menghormati orang yang lebih tua dan orang alim?

Kata-kata paling berbahaya yang sering kalian jumpai di Twitter dan kancah jihad adalah perkataan, “sesungguhnya saya mengikuti manhaj”, maka saya katakan, manhaj apa yang anda ikuti wahai miskin? Benar bahwa anda mengikuti manhaj, namun manhaj yang anda ikuti itu adalah manhaj forum-forum itu!

Kata-kata paling berbahaya yang sering kalian jumpai di Twitter dan kancah jihad adalah, “sesungguhnya saya mengikuti manhaj para mujahidin” namun sebenarnya ia mengikuti manhaj forum-forum di luar kalangan mujahidin. Manhaj yang diciptakan oleh intelijen agar bisa menjatuhkan manhaj para mujahidin yang cemerlang dan murni. Manhaj yang dibuat oleh intelijen agar dapat memberangkatkan orang-orang awam sehingga mereka membantu para mujahidin!

Lihatlah sifat-sifat mereka yang mengikuti memeluk manhaj forum-forum sebagai berikut :

  1. Mencaci maki para masyayikh, para ulama dan para komandan mujahidin
  2. Membenarkan segala operasi penyerangan walaupun itu menyelisihi syariat
  3. Bergembira dengan pembunuhan tanpa mencari tahu informasi lebih lanjut mengenai pembunuhan tersebut.

Demi Allah yang tidak ada Ilah yang berhak diibadahi selain-Nya, jikalau para pemuda itu membaca Dokumen Abottabad tulisan Syaikh Usamah bin Laden, sungguh mereka akan malu berada pada manhaj yang menyelisihi umat ini. Sesungguhnya para pemuda yang memeluk manhaj forum-forum tersebut sebenarnya adalah para pemuda pilihan yang mencintai agama Allah, mereka rela menumpahkan darah mereka untuk membelanya, namun sayangnya mereka dimanfaatkan oleh para pendusta dan penipu.

Jikalau kultwit saya ini menjadikan saudara-saudara yang berada di forum-forum tersebut sakit hati, maka ketahuilah bahwa saya adalah salah seorang yang berkecimpung di dalamnya dan juga pendirinya sejak tahun 2001. Dan kritikan ini terlebih dahulu ditujukan kepada diri saya sebelum kepada kalian. Sesungguhnya fitnah yang membutakan ini telah membuka akal dan fikiran, memulihkan kembali kondisi ideologi jihad, dan mengembalikannya ke jalurnya yang benar setelah sebelumnya dirampas oleh tangan-tangan para perusak dan pengkhianat.

Saudaraku sang mujahid, saudaraku sang pembela mujahid, berkomitmenlah kepada para ulama dan komandan mujahidin yang ahli tsughur, karena Allah telah berfirman: “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui” [Qs. An Nahl: 43]. Bekal apa yang akan engkau gunakan untuk menjawab pertanyaan Rabbmu kelak?

Apa yang akan engkau katakan kepada Allah kelak, jika engkau pada posisi yang salah namun engkau justru membolehkan menyelisihi para ulama dan komandan jihad! Apakah itu semua demi membela pandangan yang engkau yakini? Berkomitmenlah kepada perkataan para ahli ilmu dan hindarkanlah dirimu dari konsekuensi di hari kiamat kelak.

Janganlah engkau berkata: “sesungguhnya saya mengikuti manhaj” atau “sesungguhnya saya mengikuti Al Kitab dan As Sunnah”, karena perkataan-perkataan itu juga diucapkan oleh setiap orang yang sesat dan bathil demi membenarkan kesesatannya. Berkomitmenlah terhadap perkataan para ahli ilmu dan selamatkanlah kulitmu (dari jilatan api neraka).

Saya memohon kepada Allah agar menyatukan pandangan para mujahidin, merapatkan barisan mereka di bawah kepemimpinan orang yang paling berilmu dan bertaqwa di antara mereka, karena sesungguhnya Allah mampu untuk mewujudkan itu.

Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad.
(siraaj/arrahmah.com)

Iklan

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya