Berita Dunia Islam Terdepan

Biarawati Afrika memeluk Islam setelah mendengar ceramah ulama di Gambia

142

Support Us

GAMBIA (Arrahmah.com) – Seorang biarawati Afrika berusia 54 tahun pada Rabu (15/10/2014) malam memeluk Islam kurang dari 24 jam setelah Dr. Zakir Naik, seorang ulama Islam terkenal dan ahli dalam perbandingan agama, menyampaikan ceramah keempat dan terakhirnya di Hotel Pantai Kairaba di Kololi, Gambia.

Juliet Cole, sekarang bernama Haddijatou Cole, adalah seorang Gambia dan mejalani 14 tahun waktunya sebagai seorang biarawati. Ia membuat pernyataan tersebut sebelum puluhan ulama Gambia dan menteri Kabinet melakukan makan malam yang diselenggarakan untuk menghormati Dr Zakir Naik, menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh Daily Observer.

Berbicara kepada Observer di sela-sela acara, Cole berkomentar bahwa dirinya telah menjadi biarawati selama tujuh tahun dan ditahbiskan menjadi biarawati selama tujuh tahun lagi dengan Gereja Methodist.

“Selama ceramah Dr Zakir Naik di Hotel Pantai Kairaba, pertobatan terbesit dalam pikiran saya dan saya yakin untuk menerima Islam. Mulai hari ini saya adalah seorang Muslim,” kata Haddijatou.

Dr Zakir Naik kemudian turun ke podium untuk mengatur ikrar syahadatnya untuk memeluk Islam, sebelum akhirnya mengucapkan bahwa mantan biarawati itu sekarang menjadi seorang Muslim.

Berita Terkait

Sementara itu, seorang imam di Banjul menjelaskan Dr. Zakir Naik, sebagai orang yang cinta damai, yang dalam semua ceramahnya berkhotbah tentang perdamaian, dan menggambarkan Islam sebagai agama perdamaian.

Dia mengatakan orator internasional dan pendiri TV Perdamaian dan Yayasan Riset Islam itu selama menetap di negara itu terus menyeru umat Islam untuk selalu damai dan bersatu untuk Islam.

Gambia adalah sebuah negara di Afrika Barat yang dikelilingi oleh Senegal, terlepas dari jalur pendek pantai Atlantik di ujung baratnya. Ini adalah negara terkecil di daratan Afrika.

Islam adalah agama dominan yang dipeluk oleh sembilan puluh persen penduduk negara itu. Mayoritas Muslim di Gambia mematuhi hukum Ahlussunnah. Sementara komunitas Kristen mewakili sekitar delapan persen dari populasi di sana.

(banan/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah