Terkait FPI, Ustadz Arifin Ilham anjurkan "fatabayyana"

ustadz arifin ilham
82

DEPOK (Arrahmah.com) – Seiring kembali memanasnya pemberitaan terkait FPI yang berakhir pada inisiasi pembubarannya, jagat dumay (dunia maya) alhamdulillah akhirnya beroleh setetes nasihat sejuk dari Ustadz Arifin Ilham, semoga Allah mengasihi beliau. Sebagaimana viralnya status Ustadz Arifin yang terpublikasi pada akun Facebook-nya pada 6 Januari 2012 lalu, Ummat Islam khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya diingatkan kembali untuk terus menerapkan tabayyun (cek-ricek kebenaran informasi-red).

Terkait monsterisasi Habib Rizieq Syihab, Ketua Front Pembela Islam (FPI), Ustadz Arifin merasa prihatin. Hati beliau perih, bersebab seorang mu’min pantang menilai seseorang hanya dari media atau hanya “katanya katanya”.

Menurutnya, “cukup orang dikatakan Fasiq bila menelan bulat-bulat berita tanpa TABAYYUN (kroscek).” Sebagaimana Allah Jala jalaluh firmankan,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik dengan membawa berita, maka telitilah berita itu agar kalian tidak memberikan keputusan kepada suatu kaum tanpa pengetahuan sehingga kalian akan menyesali diri atas apa yang telah kalian kerjakan.” (QS Al-Hujurat [49]: 6)

Maka Ustadz Arifin Ilham mengatakan bahwa maksud ayat tersebut (QS 49:6) berarti, “Bila datang berita kepada kalian dari orang fasiq (benci ALLAH & RasulNYA) maka telitilah lebih dahulu karena banyak sebelum kalian menyesal karena telah termakan berita dari orang-orang fasiq itu.”

Pemimpin Majelis Dzikir Az-Zikra ini pun mengutipkan Qur’an surat At-Taubah ayat 48 untuk menaishati kita, yang bunyinya:

لَقَدِ ٱبۡتَغَوُاْ ٱلۡفِتۡنَةَ مِن قَبۡلُ وَقَلَّبُواْ لَكَ ٱلۡأُمُورَ حَتَّىٰ جَآءَ ٱلۡحَقُّ وَظَهَرَ أَمۡرُ ٱللَّهِ وَهُمۡ ڪَـٰرِهُونَ

“Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.” (QS At-Taubh [9]: 48)

Maka dari ayat di atas (QS 9:48) dapat kita ketahui bahwa sungguh orang-orang fasiq itu suka berdusta, gosip (sekarang sudah menjadi mata pencaharian mereka, bisnis media gosip), penyebar fitnah terhadap pejuang-pejuang ISLAM.

Bagaimana mungkin orang-orang yang belum pernah “hidup” bersama Habib Rizieq dapat mengenalinya. Sementara, menurut Ustadz Arifin,

“Alhamdulillah, ana sudah ke rumah beliau, besuk beliau waktu di rumah sakit, waktu di penjara, bersama beliau ngusung mayat waktu Tsunami di Aceh, Tablig Akbar bersama di Mesjid Istiqlal & Al Azhar, pawai bersama Syariat Islam dan beliau adalah salah satu Dewan Syariah Majlis Az-Zikra. Dan beliau adalah Doktor bidang Syariat Islam, beliau sangat rendah hati, murah senyum, istiqomah, pemaaf, tegas dan berani. Tak ubahnya seorang dokter yg mengamputasi kanker tubuh pasein, memang menyakitkan. Memerangi kemaksiyatan yang akan mengundang bala adzab ALLAH untuk negeri ini, itupun melalui tahapan peringatan 3 kali.”

Di lain pihak, Ustadz Arifin Ilham menegaskan bahwa,

“Sudah lazim di negeri ini tempat ma’siyat selalu ada beking resmi dan tidak resmi, beliaupun ikhlas dengan segala fitnah sebagai resiko PENEGAK KEBENARAN, “Tegakkan kebenaran, hancurkan kebathilan, pasti kalian dibenci para durhaka itu”(QS 8:8), itulah media fasiq yang sepotong-sepotong lalu mengesankan beliau negatif.”

Adapun sebuah wasiat dari Habib Rizieq begitu melekat di benak Ustadz Arifin Ilham, “Ya Ustadz Arifin teruslah antum menanam padi (berdakwah), dan biar ana yang jaga tikusnya”.

Kepada ikhwahnya Ustadz Arifin membalas mesra, “Ana sangat cinta beliau karena ALLAH ya akhy fillah.”

Dengan demikian, kita sebagai Ummat Islam, mari kita saksikan bahwa di hadapan kita telah ada dua Mujahid Islam Indonesia yang saling membela karena Allah. Pun, karena Allah pula mereka berjuang ingin menyelamatkan Ummat Islam Indonesia dari azab Allah ta’ala.

Maka sekarang, kepada siapakah kita akan berpihak? Akankah kita membiarkan para pembela Islam dicoreng mukanya? Akankah para Mujahidin FPI dibuat sedemikian menyeramkannya oleh media gegara insiden lalu, sementara kita acuh saja?

Muslimin Indonesia, kita membutuhkan garda depan guna mengawal Islam. Kita juga butuh majelis suci yang menjaga kita membersih hati. Kita juga butuh ilmu yag ditebarkan para Ulama Rabbani. Kita juga butuh pemberani yang mengingatkan para pemimpin negeri. Kita juga butuh pejuang tegaknya peraturan yang mengejawantahkan Qur’an, dan kita juga butuh dibantu berpegang teguh dalam Sunnah guna mengerangkai negeri kita yang indah.

Maka bersama dakwah, mari menjalin ukhuwah. Mari kita saling mencinta, saling membela. Biarlah media mainstream tidak pernah mempublikasikan kebagusan akhlak ikhwah kita di FPI, namun kita yakin mereka ikhlash dan tahu bahwa amal sholihnya telah dicatat Malaikat ‘Atid sebagai bekal menuju Jannah nanti.

Saatnya masyarakat Indonesia bangkit membangun Ummat, yang satu, di jalan cinta para pejuang, melawan kemaksiatan, merintis keberkahan. Membangun baladatun thayibatun warabbun ghafur. Insyaa Allah.(adibahasan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.