Amir Jabhah Nushrah: Invasi salibis ke Suriah akan membuat Amerika dan Eropa mundur 100 tahun ke belakang

61

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Yayasan Al-Manarah Al-Baidha’, sayap media mujahidin Jabhah Nushrah, pada hari Ahad, 4 Dzulhijah 1435 H bertepatan dengan 28 September 2014 M merilis pesan audio Amir Jabhah Nushrah, Asy-Syaikh Al-Fatih Abu Muhammad Al-Jaulani hafizhahullah. Pesan audio tersebut berdurasi 25 menit 54 detik dan diberi judul “Bagi orang-orang yang memenuhi janji, berkorban adalah perkara ringan“.

Pesan audio tersebut dirilis sebagai respon atas invasi militer aliansi salibis Amerika – Arab terhadap kaum muslimin dan mujahidin di Suriah. Penjajah salibis Amerika Serikat dan lima boneka Arabnya telah membombardir kaum muslimin dan mujahidin di Suriah sejak Senin (22/9/2014) malam. Serangan militer biadab tersebut telah membunuh puluhan mujahidin, termasuk dari kelompok Jabhah Nushrah, dan penduduk sipil muslim di propinsi Aleppo, Idlib, dan Raqqah.

Iklan

Dalam pesan audio tersebut, Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani memberikan beberapa peringatan dan nasehat penting. Beliau memulai peringatan dan nasehat tersebut kepada rakyat Amerika Serikat dan Eropa, dengan harapan mereka berperan aktif untuk menghentikan serangan militer biadab pemerintah mereka di Suriah. Peringatan dan nasehat untuk rakyat Amerika dan Eropa tersebut berdurasi 11 menit 49 detik, merupakan bagian terpanjang dari pesan audio Syaikh Al-Jaulani.

Berikut ini adalah terjemahan dari peringatan dan nasehat Syaikh Al-Jaulani kepada rakyat Amerika Serikat dan Eropa tersebut.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemorurah lagi Maha Penyayang

Bagi orang-orang yang memenuhi janji, pengorbanan adalah perkara ringan

Pesan audio Asy-Syaikh Al-Fatih Abu Muhammad Al-Jaulani hafizhahullah

 

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Rasul-Nya yang terpercaya, keluarganya dan seluruh sahabatnya. Amma ba’du…

Dalam suasana aliansi salibis baru terhadap kaum muslimin di negeri Syam dibawah pimpinan panji Amerika Serikat, maka harus ada beberapa renungan yang kami sebutkan sebagai bentuk nasehat kepada kaum muslimin dan ancaman peringatan kepada orang-orang kafir. Dengan meminta taufik Allah, kami katakan:

Sejak terjadinya demonstrasi-demonstrasi di negeri Syam, munculnya panji jihad dan diangkatnya senjata melawan rezim Nushairiyah Suriah, Amerika Serikat telah berupaya dengan sangat jelas untuk mengaborsi amal jihad melalui beragam sarana. Dimulai dengan menempatkan Jabha Nushrah dalam daftar kelompok internasional, jauh sebelum Jabhah Nushrah mengumumkan keterikatannya dengan tanzhim Qa’idatul Jihad. Lalu dilanjutkan dengan upaya-upaya “menciptakan” pimpinan-pimpinan politik melalui apa yang dinamakan dengan “Aliansi Nasional Suriah” untuk menjadikan mereka sebagai para pemimpin bagi rakyat Syam.

Para pemimpin politik dalam Aliansi Nasional Suriah agenda-agenda Barat dengan penuh kerelaan dan ketaatan. Hal itu dilakukan setelah kemenangan demi kemenangan yang berhasil diraih oleh mujahidin. Para pemimpin politik tersebut menampakkan dirinya seolah-olah membantu kita, padahal sebenarnya mereka adalah penyakit dan pembawa virus kematian bagi kita. Makar tersebut bertujuan mengeluarkan negeri Syam dari hegemoni Iran agar jatuh ke bawah hegemoni Barat.

Namun makar tersebut mendapatkan beberapa hambatan, diantaranya yang paling menonjol adalah:

Pertama, munculnya panji Islam yang sangat terang, seluruh kaum muslimin bangga mengusungnya dan berkumpul di sekitarnya, lalu sikap kaum muslimin dan seluruh rakyat Syam yang berdiri di pihak mujahidin.

Kaum muslimin dan rakyat Syam telah mengetahui bahwa tidak ada jalan bagi mereka untuk terepas dari kezaliman dan penindasan rezim Nushairiyah, kecuali dengan berpegang teguh dengan mujahidin. Diantara penghalang yang mencegah Barat untuk melakukan intervensi militer adalah ketiadaan alasan pembenaran bagi intervensi tersebut, yang tentu saja alasan pembenaran kini telah disediakan secara lengkap untuk mereka oleh tandzim Daulah (ISIS).

Kedua, kemunduran militer yang dialami oleh Barat setelah peperangan di Afghanistan dan Irak. hal itu adalah pengalaman yang penuh dengan pelajaran, bagi orang yang mau mengambil pelajaran. Nampak bagi kita bahwa Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya memiliki pemahaman yang dangkal. Mereka tidak mampu memahami pelajaran tersebut secara sempurna, seakan-akan mereka masih melihat kawasan [Timur Tengah] ini seperti kawasan saat belum munculnya panji jihad di sana.

Disini ada baiknya kami menjelaskan kepada mereka beberapa pelajaran yang mereka lalai memahaminya, semoga mereka kembali mengevaluasi kesadaran mereka sebelum mereka bertindak membabi-buta. Sebab mereka akan berdiri di pinggir kawah gunung berapi, yang hanya sejarak satu anak panah atau dua anak panah lagi akan meletus.

Kawasan yang disebut Timur Tengah adalah kawasan gunung-gunung berapi, dan sampai hari ini keadaannya masih seperti itu. Tiada seorang pun yang meletakkan salah satu tangannya atau salah satu kakinya di dalam gunung berapi tersebut, melainkan ia telah mempertaruhkan eksistensi imperiumnya atau kerajaannya, berapapun besarnya imperium tersebut atau berapapun bertambah kuatnya imperium tersebut.

Hal itu karena dua faktor:

Faktor pertama adalah karena Barat masih saja memandang bangsa-bangsa muslim dari sudut pandang para penguasa bangsa-bangsa muslim. Sudah tentu para penguasa bangsa-bangsa muslim tersebut telah kehilangan kekuasaannya atas rakyat-rakyat mereka. Rezim-rezim di negeri-negeri muslim tersebut tidak mampu lagi mengendalikan rakyatnya, bahkan rezim-rezim tersebut takut dan khawatir terhadap rakyatnya sendiri.

Dengan susah payah sebagian rezim tersebut mampu mempertahankan kursi kekuasannya, namun telah terbongkar ke”boneka”annya dan pengkhianatannya oleh setiap anak kecil maupun orang dewasa. Setiap rezim tersebut takut akan kehilangan tali kendali terakhir atas rakyatnya sendiri.

Inilah yang tepatnya akan terjadi pasca invasi aliansi terbaru Barat terhadap kawasan Timur Tengah. Telah lenyap era berkuasanya media massa palsu yang mampu meyakinkan rakyat terhadap para penguasanya yang menjadi “boneka” Barat, kafir dan bobrok dan kafir. Lembaga-lembaga keamanan dan intelijen negara tidak mampu lagi meneror rakyat, membungkam mulut mereka dan mencegah mereka dari memanggul senjata. Tentara-tentara yang telah terbongkar kelemahannya tersebut sudah tidak mampu lagi menghadapi serangan-serangan mujahidin. Fatwa para ulama penguasa yang menambal-nambal [menutup-nutupi kekafiran, pengkhianatan dan kebobrokan] para menguasa, menghalalkan hal yang haram serta mengharamkan hal yang halal sesuai kepentingan para penguasa, sudah tidak berguna lagi.

Faktor kedua adalah kalimat [pengaruh dan dominasi] di kawasan Timur Tengah pada hari ini adalah milik Islam yang benar, yang diucapkan oleh rakyat, dan barisan terdepan rakyat adalah mujahidin yang tulus. Itulah Islam Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum. Islam yang bermula dari kelemahan, kemudian Allah menambah kekuatannya sampai umat Islam mampu mengalahkan imperium Timur dan Barat.

Bangsa-bangsa Islam pada hari ini semakin memahami tabiat konflik dan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, konflik bersejarah yang sudah sangat tua namun senantiasa baru, konflik antara imperium Romawi, imperium Persia dan Yahudi di satu pihak melawan umat Islam di pihak lainnya. Apa yang saat ini dan dalam waktu dekat mendatang akan terjadi tidak lain hanyalah bagian dari potret konflik tersebut, yang akan dimenangkan oleh pihak kaum muslimin atas pertolongan Allah Ta’ala.

 

Kebenaran akan meninggi dan kebatilan-kebatilan merendah

Allah tidak ditanya atas hukum-hukum yang ditetapkan-Nya

Sebuah kondisi bisa mustahil dan berubah-ubah

Namun Allah ‘Azza wa Jalla tidak berubah-ubah

Kemudahan setelah kesusahan itu sudah dijanjikan Allah

Pun kemenangan yang dekat dikaitkan dengan kesabaran

 

Peta kawasan Timur Tengah dibagi-bagi diantara beberapa kekuatan besar ini, satu sama lainnya saling memperebutkan dominasi atas kawasan ini selama lebih dari 3000 tahun. Rasa kesakitan kekuatan-kekuatan besar ini tidak menyatu kecuali setelah mereka semua dikalahkan oleh agama Islam.

Maka inilah pada hari ini kekuatan-kekuatan besar tersebut kembali untuk menorehkan peta baru konflik. Irak, Suriah dan Lebanon saat ini berada di tangan orang-orang yang mencita-citakan untuk mengembalikan kejayaan imperium Majusi Persia. Demikian pula yang mereka lakukan di Yaman.

Negara-negara Teluk dan Mesir saat ini berada dalam tangan imperium Romawi, dengan perantaraan para penguasa pengkhianat. Sementara Palestina dan Yordania berada di tangan Yahudi. Masing-masing pihak berambisi untuk melebarkan sayap dan memperkuat pengaruhnya di kawasan Timur Tengah. Adapun pihak yang membuyarkan mimpi-mimpi mereka dan menghadang ambisi mereka adalah mujahidin. Bagaimana tidak, sedangkan mujahidin saat ini telah menjadi kelompok yang memiliki kekuatan dan ketegasan, dan mereka memiliki banyak pengikut dari kalangan kaum muslimin.

Dari pemaparan ini, menjadi jelas bahwa intervensi militer apapun terhadap kaum muslimin akan menimbulkan letusan gunung berapi dari kalangan bangsa-bangsa kawasan Timut Tengah di wilayah Lebanon, Yordania, Palestina, Jazirah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam, Yaman negeri pendukung, Mesir bumi Kinanah, rakyat Maghrib dan Asia belahan timur. Bukti-bukti dalam sejarah kontemporer menunjukkan hal tersebut.

Saya ingin mengingatkan bangsa-bangsa Barat akan kebodohan para pemimpin mereka yang memilih untuk memerangi kaum muslimin. Dahulu [2001] Goerge W. Bush muncul dan memberikan ucapan selamat kepada rakyat Amerika atas tumbangnya pemerintahan Taliban Afghanistan. Sepuluh tahun kemudian Barack Obama muncul menenangkan rakyat Amerika bahwa ia sedang berupaya membuka jalur komunikasi – perundingan damai dengan Taliban Afghanistan.

Perlu diketahui bahwa jama’ah Qa’idatul Jihad pada saat tersebut [2001] terkepung di Afghanistan. Namun setelah dibombardir oleh aliansi salibis Amerika – Barat justru berkembang dan melebarkan sayapnya ke Pakistan, Yaman, Somalia, Mali, Al-Jazair, dan Irak, kemudian Syam, dan yang terbaru namun yang terakhir di Anak Benua India.

Peperangan pun melebar dan, segala puji bagi Allah, mujahidin senantiasa mampu memetik buah dengan baik dari kebodohan para pemimpin bangsa-bangsa Barat. Jika tanzhim Qa’idatul Jihad mampu berkembang luas dan melebarkan sayapnya seluas itu setelah dibombardir di Afghanistan, padahal Afghanistan tidak bisa menandingi negeri Syam dari aspek letak geografis dan sejarahnya, maka bayangkanlah bagaimana keadaan tanzhim Qa’idatul Jihad setelah Amerika menginvasi Syam?

Maka peperangan yang diterjuni oleh Barat di negeri, tidak diragukan lagi, adalah kerugian bagi mereka dan keuntungan bagi kita, insya Allah, meskipun kita merasakan sebagian kepedihan dari serangan Barat tersebut. Allah Ta’ala berfirman:

إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Jika kalian menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan pula, sebagaimana kalian menderitanya. Namun kalian mengharap dari Allah apa [ridha Allah dan surga-Nya] yang tidak mereka harapkan. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisa’ [4]: 104)

Bagaimanapun Barat berusaha untuk memerangi kita dari jarak jauh atau melalui perantaraan para rezim Arab yang menjadi agen-agen Barat dan menyangka bisa menghindari peperangan yang menguras energinya; kita sepenuhnya yakin bahwa anggaran peperangan ini akan sangat besar dan barangkali akan mengembalikan Barat mundur 100 tahun ke belakang. Hari-hari mendatang akan membuktikan hal itu.

Wahai rakyat Amerika dan Eropa…

Apa yang kalian petik dari peperangan kalian terhadap kaum muslimin dan mujahidin, selain tambahan bencana dan kesedihan bagi negeri kalian dan anak-anak kalian. Sudahkah kalian lupa “biaya” dari intervensi kalian terhadap urusan kaum muslimin, hegemoni paksa kalian terhadap mereka dan negeri mereka, perampokan kalian terhadap kekayaan alam mereka, dan dukungan kalian kepada Yahudi [penjajah “Israel”] di kawasan Timur Tengah?

Sudahkah kalian lupa jumlah tentara kalian yang tewas dan cedera di Irak, Afghanistan, dan Somalia? Sudahkah kalian lupa kengerian serangan 11 September, serangan terhadap kapal perusak USS Cole, dan ancaman terhadap kepentingan-kepentingan kalian yang tersebar di seluruh kawasan Timur Tengah? Luputkah dari benak kalian wahai bangsa-bangsa Barat, berapa harta yang telah dan akan terus kalian bayarkan untuk membiayai peperangan yang ngawur ini? Yang telah menyebabkan krisis-krisis ekonomi yang parah bagi kalian.

Berhati-hatilah, jangan sampai para pemimpin kalian menipu kalian dengan mengatakan bahwa tenara-tentara kalian tidak akan menerjuni peperangan darat, tentara kalian akan membombardir [kaum muslimin dan mujahidin], dan bahwa anak-anak kalian [tentara AS dan Barat] akan aman dari serangan-serangan mujahidin.

Justru hal inilah yang akan memindahkan peperangan ke jantung negara kalian. Kaum muslimin tidak akan tinggal diam sebagai mayoritas penonton, yang hanya melihat anak-anak mereka dibombardir dan dibantai di negeri-negeri mereka sendiri sementara kalian [bangsa AS dan Eropa] aman-aman saja di negeri kalian.

“Biaya” peperangan kalian tidak akan dibayar oleh para pemimpin kalian saja, justru kalianlah yang akan membayar biaya terbesar dari peperangan ini. Oleh karena itu kalian harus melindungi diri kalian dari peperangan ini dengan menentang keputusan pemerintah kalian dan mencegah pemerintah kalian dari menyeret bencana demi bencana kepada kalian dan negara kalian, dengan berbagai macam sarana. Janganlah para pemimpin kalian itu menipu kalian dan menggambarkan kepada kalian bahwa peperangan ini bertujuan melindungi kalian. Mustahil, mustahil.

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَدْ مَكَرَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلِلَّهِ الْمَكْرُ جَمِيعًا يَعْلَمُ مَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ وَسَيَعْلَمُ الْكُفَّارُ لِمَنْ عُقْبَى الدَّارِ

Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap jiwa, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu. (QS. Ar-Ra’du [13]: 42)

Sebelumnya Syaikh Usamah bin Ladin —semoga Allah menerima beliau— beberapa kali telah menyampaikan kepada kalian bahwa satu-satunya solusi untuk menghindari peperangan dengan mujahidin adalah kalian [bangsa AS dan Eropa] harus mengangkat secara total tangan kalian dari kawasan Timur Tengah, kalian tidak lagi mendukung dan melindungi penjajah Yahudi “Israel”, kalian tidak lagi merampok kekayaan alam kaum muslimin, dan kalian membiarkan kami menyelesaikan urusan kami dan perhitungan kami dengan para rezim boneka Timur Tengah. Apa urusan kalian dengan kami?

Jika kalian melakukan hal itu, saya yakin kalian akan aman dari serangan mujahidin dan kaum muslimin, seandainya kalian mau mengurusi urusan kalian sendiri. Namun jika kalian tidak melakukan hal itu, maka sesungguhnya kalian dengan perantaraan tangan para pemerintah kalian telah menaburkan benih-benih kebencian terhadap kalian dalam hati kaum muslimin, yang cukup menjamin rahim para wanita muslimah untuk melahirkan ribuan komandan semisal Khalid bin Walid, Shalahuddin Al-Ayyubi dan Usamah bin Ladin rahimahumullah.

Sesungguhnya peperangan-peperangan di kawasan Timur Tengah telah melahirkan ribuan generasi muda muslim yang tidak gentar dengan kematian! Mereka telah terbiasa dengan bombardir pesawat tempur, tembakan tank-tank, panser-panser dan artileri berat. Mereka adalah generasi yang merindukan kematian dan puncak cita-cita mereka adalah mengorbankan nyawa mereka secara murah dalam jihad di jalan Allah.

Kalian telah berulang kali berhadapan dengan pasukan kaum muslimin dan kalian mengetahui bahwa pasukan Islam memerangi kalian sambil berdoa kepada Rabb mereka agar terbunuh di tangan kalian, sementara kondisi mereka mendendangkan sebait syair:

 

فَشُقَّ الدُجَـى يَا أُخَيَّ وَانْدَفـِـعْ *** إِلَــى مُلْتَـقَى الـنُّـــورِ وَ السُّــؤْدَدِ

وَلاَقِي ا لـرَّدَى طَـالِـبـًا لِلرَّدَى*** وَمُتْ فِي اْلعُلاَ مَوْتَ مُستَشْـهِـدِ

فَمَنْ لَمْ يَمُتْ فِي الْجِـهَادِ النَّبِيلِ *** يَمُتْ رَاغِمَ اْلأَنْـفِ فِي اْلمَرْقـَدِ

 

Terjanglah kegelapan wahai saudaraku dan majulah

menuju sumber cahaya dan kepemimpinan

hadapilah kematian tuk mengejar kematian

matilah secara mulia sebagai kematian seorang syahid

siapa tidak mati dalam jihad yang mulia

niscaya akan mati secara hina di atas ranjangnya

 

Sesungguhnya kami, dengan keimanan ini yang kalian tidak memilikinya, telah mengalahkan imperium Romawi; demikian pula kami mengalahkan lawan kalian, imperium Persia; kami telah mengusir orang-orang Yahudi dari jazirah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam, dan kami telah menjejakkan kaki kami di pintu gerbang kota Paris, bahkan Moskow harus membayar jizyah [pajak keselamatan nyawa] kepada kaum muslimin selama 80 tahun.

فَـلاتُـغَـرْ بِحَالِهِمْ وَ مَا لَهُمْ*** فَاللهُ مَوْلانَا وَ لامَوْلَى لَهُمْ

Janganlah kau tertipu oleh mereka dan apa yang mereka miliki

Sebab Allah pelindung kita, dan mereka tak memiliki pelindung

 

Jabhah Nushrah

Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha’

Jangan melupakan kami dalam doa baik Anda

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam

Ahad, 4 Dzulhijah 1435 H / 28 September 2014 M

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Iklan

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi Arrahmah