Berita Dunia Islam Terdepan

Abu Ubaida: Perlawanan Palestina unggul dalam mempertahankan Gaza

1

GAZA (Arrahmah.com) – Perlawanan dan rakyat Palestina telah berhasil menghancurkan citra pendudukan militer “Israel” dalam waktu 50 hari apa yang tentara besar di wilayah tersebut tidak bisa mencapainya selama bertahun-tahun.

Juru bicara Al-Qassam, Abu Ubaida, mengatakan dalam sebuah pidatonya yang disampaikan dalam “Konferensi Kemenangan” pada Rabu malam (27/8/2014, “Gerakan Perlawanan Palestina telah memaksa gencatan senjata dari pihak musuh dan tidak membiarkan mereka mencapai setiap strategi atau taktik. Hal itu tentu saja menghancurkan kebanggaannya yang telah dibuat selama beberapa dekade melalui media, dan laboratorium perang psikologis.”

“Gerakan Perlawanan kami telah menang karena ini merupakan pukulan terhadap sejarah “Israel” …. Gaza telah menunjukkan siapa “Israel” serta para pemimpin keamanan dan militernya, dan sesungguhnya mereka hanyalah sekelompok penjahat dan pembunuh yang menargetkan warga sipil tak berdosa dan membalas dendam terhadap anak-anak dan perempuan … Inilah saatnya dunia melihat siapa orang “Israel” dan bagaimana kelakukan dan kekejaman mereka,” katanya.

Kemenangan ini tidak hanya untuk pejuang kami, ini adalah kemenangan dari pengorbanan sejati dari setiap ibu yang menyusui bayi-bayinya; ini adalah kemenangan dari setiap saudara perempuan, setiap anak perempuan, dan setiap istri yang melihat anaknya, saudaranya, suaminya, atau ayahnya terlibat dalam pertempuran melawan penjajah “Israel”, mengetahui di dalam lubuk hati mereka bahwa mereka kemungkinan tidak kembali lagi ke rumah.”

“Ini adalah kemenangan dari semua anak, semua orang tua, semua perempuan, yang musuh yang telah menghujani mereka dengan sejumlah besar bom dan [kemenangan] dari mereka yang rumahnya telah berubah menjadi puing-puing,” tambah pernyataan itu.

“Fakta bahwa ribuan anak cucu kita, dalam negeri dan luar negeri, turun ke jalan-jalan merupakan ungkapan bahasa yang paling murni dari kesadaran masyarakat kami tentang nilai yang sebenarnya dari kemenangan tersebut. . . . Perlawanan Palestina berupaya untuk menanamkan dalam pikiran rakyat Palestina bahwa kami tidak pernah lemah dan kemenangan akan segera datang. Pembebasan al-Aqsha dan para pengungsi kami akan segera pulang ke rumah.”

“Musuh kita, bersama dengan tentara dan pasukan elitnya, adalah sebuah kebohongan besar,” katanya.

“Orang-orang kami menanggung beban begitu lama sebagai anak yatim dan mengalami penganiayaan. Hari ini, dari tanah kemenangan Gaza, seluruh dunia dapat melihat bahwa kami bukan anak yatim lagi. Para anak yatim itu telah tumbuh dan bakat perlawanan mereka telah tumbuh lebih kuat. Mereka akan melawan siapa pun yang berani menganiaya atau menindas mereka.”

“Kami berada di sini hari ini untuk merayakan persatuan Palestina yang besar …. Perpecahan telah berakhir. Perlawanan telah menyatukan kita semua, sekali dan untuk selamanya.”

Dalam pandangan Abu Ubaida ini, Gaza telah menang karena berhasil mengembalikan harapan dari satu setengah miliar orang-orang Arab dan Muslim, dan meyakinkan mereka bahwa perjalanan menuju Yerusalem akan menjadi lebih mudah jika mereka dilengkapi dengan itikad baik, energi, dan persenjataan yang cukup.

“Kami mendedikasikan keteguhan dan kemenangan orang-orang kami kepada para martir kami …. Mereka adalah orang yang membuat kemenangan ini terwujud.”

“Untuk para tahanan …. kalian adalah ikon dan epitomes penderitaan dan harapan bangsa. . . penyebab kalian hadir setiap saat dan dimana saja; dalam masa perang dan damai. Pengorbanan dan prestasi Anda hadir di setiap kemenangan dan keberhasilan. . . . Anda selamanya akan tetap berada di garis depan prioritas kami. Kami tidak akan pernah melupakan kalian, insya Allah.”

“Untuk semua ummat Islam, orang-orang Arab dan orang-orang di seluruh dunia, terima kasih atas dukungan kalian terhadap saudara-saudara Gaza kalian, dan bersama gerakan perlawanan kalian. Kami adalah para pembela kalian. Allah telah memilih kami untuk berdiri teguh dalam menghadapi musuh terbesar kami.”

“Yang paling utama, kami mengucapkan Alhamdulillah atas rahmat-Nya, yang telah membuat kami menjadi kuat dan memberikan kami kemenangan besar seperti ini,” demikian kesimpulan dari pidato tersebut.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...