Berita Dunia Islam Terdepan

18 orang kolaborator “Israel” akhirnya dieksekusi Hamas

7

GAZA (Arrahmah.com) – Sebanyak 18 warga Palestina kolaborator “Israel” dieksekusi Hamas di Gaza pada Jum’at (22/8/2014), setelah dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Syar’iyah akibat bekerja sama dengan “Israel”, sebagaimana dilansir kantor berita alRai, yang berafiliasi dengan Hamas.

Para tersangka tewas di depan markas pihak berwenang Gaza, lapor Associated Press. Mereka ditangkap menyusul seranganIsrael” yang menghantarkan tiga pemimpin senior Hamas syahid pada Kamis pagi (21/8).

sebelum eksekusi, seorang perwakilan mahkamah syar'iah memimpin doa
sebelum eksekusi, seorang perwakilan mahkamah syar’iah memimpin doa

Dua mayat terlihat di Universitas Al-Azhar dan beberapa mayat lainnya dibawa ke rumah sakit AlShifa, Ma’an News melaporkan. Pada Kamis (21/8), Hamas mengeksekusi tiga orang dan menangkap tujuh tersangka kolaborator lainnya.

masyarakat berkerumun menyaksikan eksekusi
masyarakat berkerumun menyaksikan eksekusi

Sesuai peraturan, setiap kolaborator denganIsrael” dikenai hukuman mati berdasarkan hukum Palestina. “Israel” biasa menggunakan informasi yang disampaikan kepada mereka oleh warga Palestina bayarannya untuk merencanakan penangkapan dan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh politik dan militer anti-zionis.

Semua praktik eksekusi ini harus disetujui oleh Presiden Otoritas Palestina, bagaimanapun, Hamas tidak melihat Mahmoud Abbas sebagai pemimpin sah karena masa jabatan empat tahunnya berakhir pada 2009.

Kepala HAM PBB Navi Pillay sebelumnya telah mengecam proses qishash di Gaza sebagai sangat cacat”. Anggapan tersebut ditanggapi ringan oleh masyarakat Palestina, sebab mereka sadar bahwa dia tidak mengerti hukum hudud dalam syari’at Islam.

Berita tentang eksekusi tersiar seiring serangan udaraIsrael” yang menewaskan empat warga Palestina di Jalur Gaza, dan dua lainnya di Deir al Balah, serta dua di Nusseirat, pada Jumat (22/8), kata seorang juru bicara pelayanan darurat.

Serangan udara di Nusseirat menghantam sebuah rumah, menewaskan dua pria berusia 24 dan 22, dan di Deir al Balah, serangan menghancurkan sebuah lahan pertanian terbuka, lapor Ashraf alQudra kepada wartawan.

eksekusi mata2

Korban syahid terbaru bertambah saat tentara “Israel” menyerang 160 target penghancuran sejak berakhirnya gencatan senjata sementara pada Selasa (19/8). Menurut seorang pemimpin Hamas, pembunuhan brutal oleh “Israel” malah akan membuat gerakan perlawanan rakyat Paletina semakin kuat.

Sementara, Brigadir Izzudin Al-Qassam menanggapi pembunuhan yang terjadi pada Kamis (22/8) atas tiga pemimpin Hamas, dengan cara yang spektakuler. Al Qasssam mengejutkan “ISrael” dengan menembakkan roket di sore hari di Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv.

Warga Gaza berkumpul melihat pengeksekusian mata-mata Israel
Warga Gaza berkumpul melihat pengeksekusian mata-mata Israel

Kami yakinkan semua orang bahwa kami akan terus bergerak maju, bahkan dengan rasa sakit yang kami rasakan [dengan] tidak adanya pemimpin kami di lapangan,” Ismail Haniyeh, wakil kepala kantor politik Hamas, mengatakan Kamis malam (22/8).

Sejarah gerakan kami telah membuktikan bahwa hal itu menjadikan kami lebih kuat setelah pembunuhan terjadi terhadap pemimpinnya,” tambahnya dalam sebuah pernyataan. Allohu Akbar! (adibahasan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...