Berita Dunia Islam Terdepan

Tiga Unimog pendukung Prabowo gilas kawat berduri polisi

Penampakan Unimog yang menggilas pagar kawat berduri polisi
6

JAKARTA (Arrahmah.com) – Tiga unit Unimog atau truk kecil a la militer dipakai untuk menggilas kawat berduri polisi yang dipasang untuk blokade massa di area bundaran patung kuda, Jakarta. Ketiga unimog milik pendukung Prabowo ini sekarang diamankan polisi.

Dikutip dari detik, Kamis (21/8/2014) sore, 3 Unimog itu ditepikan di dekat Patung Kuda. Sejumlah petugas kepolisian berjaga. Unimog itu disita dari sejumlah ormas yang ikut aksi mendukung ke MK.

Rencananya Unimog itu akan dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Sedang 3 sopir yang membawa Unimog sudah diamankan.

Unimog tersebut juga sempat menjadi alat provokasi guna menyemangati massa mendobrak kawat duri. Karena itu polisi kemudian menyemprot air dan gas air mata.

Massa kocar kacir dan hanya meninggalkan sopir serta Unimog. Kini sopir dan Unimog itu segera diproses polisi.

Gas air mata

Sementara itu sejumlah demonstran pendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa kocar-kacir berlarian menyelamatkan diri setelah polisi menembakkan peluru-peluru gas air mata, di Jakarta, Kamis.

Salah satu titik pusat konsentrasi massa demonstran itu adalah Patung Arjuna Wijaya alias Patung Kuda, di perempatan Jalan MH Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat (dimana Gedung Mahkamah Konstitusi berada) dan Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan Budi Kemuliaan.

Para demonstran yang kocar-kacir itu sebagian di antara mereka berlarian ke ke arah Jalan Budi Kemuliaan. Banyak di antara mereka yang tidak tahan efek langsung menghirup hawa gas air mata yang membuat mata sangat perih dan sesak nafas.

“Polisi kok langsung tembakkan gas air mata, padahal kami tidak anarkis,” ujar seorang demonstran, Raka, lapor antara.

Dia menilai pihak kepolisian tidak adil karena langsung menembakkan gas air mata.

“Seharusnya kalau akan menghalau mundur, jangan langsung tembakkan gas air mata. Kami aksi damai kok. Reaksi polisi berlebihan,” kata Raka, yang mengaku berasal dari Pancoran, Jakarta Selatan itu.

Pengunjuk rasa lainnya, Julius, juga kesal dengan langkah polisi itu. Julius langsung berlari ke arah Tanah Abang lewat Jalan Budi Kemuliaan dan sekitarnya, sesaat setelah gas air mata ditembakkan.

“Perih banget. Nyesak sampai ke dada,” kata Julius. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...