Berita Dunia Islam Terdepan

Syaikh Dawud: Syiah sangatlah berbahaya

Para pemateri pada acara seminar Dauroh Syar’iyyah dengan tema ‘Alaikum Bisunnati” yang diselenggarakan AQL Islamic Centre bekerjasama dengan al-Haiah al-‘alamiyah Li al-Ta’rif bi al-Islam, di Puncak, Bogor 12-14 Agustus 2014.
1

BOGOR (Arrahmah.com) – Syeikh Dawud bin Sulaiman al-Mahi, tulis syiahindonesia.com, menjelaskan bahwa Syiah sangatlah berbahaya, bahkan lebih berbahaya dari kelompok sesat yang lain, karena ajaran sesat ini disebarkan tidak dengan menggunakan dakwah, melainkan dengan tindakan ekstrim seperti pengkafiran dan pembunuhan. Hal ini karena arah dari tujuan disebarkannya ajaran ini, sejatinya mereka menginginkan adanya daulah Syiah.

Syaikh Dawud menyampaikan sangat bahayanya Syiah ini di hadapan 60 du’at (para da’i) dari seluruh Indonesia pada Dauroh Syar’iyyah yang diselenggarakan AQL Islamic Centre bekerjasama dengan al-Haiah al-‘alamiyah Li al-Ta’rif bi al-Islam, di Puncak, Bogor 12-14 Agustus 2014.

Dauroh dengan tema ‘Alaikum Bisunnati ini membahas seputar kesesatan Syiah dan beberapa persamaannya dengan tasawwuf. Turut dihadiri Syaikh Kholid Al-Mahmudi, Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Farid Ahmad Okbah, dan Ust. Muhammad Zaitun.

Dalam dauroh ini dikaji bagaimana metode Syiah dalam memandang sumber-sumber agama mereka. Mereka mengklaim bahwa agama Syiah termasuk dari madzhab dalam Islam, sama seperti madzhab-madzhab yang lain seperti Maliki, Hambali, Syafi’i, dan Hanafi, tak lain karena mereka berargumen bahwa sumber-sumber agama mereka sama dengan sumber-sumber agama Islam.

Padahal kaum Syiah sangat berbeda jauh dengan Islam. Syaikh Dawud memaparkan, sebagai contoh pandangan mereka tentang Al Quran. Kaum Syiah meyakini pertama, al-Quran tidak bisa dijadikan hujjah tanpa adanya para wali (Imam Syiah). Kedua, mereka juga meyakini bahwa para imam mereka mempunyai pengetahuan khusus mengenai al-Quran yang tidak seorangpun bisa menyamainya. Ketiga, mereka meyakini bahwa perkataan para imam itu bisa menghapus ayat-ayat al-Quran, dan perkataan mereka bisa menjadikan yang muqoyyad menjadi mutlaq, dan yang ‘amm menjadi khosh. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...