Berita Dunia Islam Terdepan

Rakernas MUI rekomendasi tingkatkan kewaspadaan terhadap Syiah

Salah seorang pendeta Syiah Indonesia, Husein Ali Al-Habsyi turut hadir pada acara Asyuro di Balai Samudra, Jakrta Utara. Dia merupakan tokoh utama pada kasus peledakan di gereja Katholik Sasana Budaya dan gedung Seminari Alkitab Asia Tenggara (24 Desember 1984), Malang, Jawa Timur. Juga, kasus peledakan Candi Borobudur (21 Januari 1985), Magelang, Jawa Tengah. Serta, rencana peledakan gagal di Bali (Maret 1985).
2

JAKARTA (Arrahmah.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melaksanakan agenda tahunannya Rapat Kerja Nasional di Hotel Sultan Jakarta 12-14 Agustus 2014. Rakernas ini diikuti ulama dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam MUI-MUI Daerah untuk merumuskan langkah-langkah kegiatan MUI tahun 2014-2015.

Ada 15 rekomendasi berhasil dirumuskan untuk kepentingan umat dan bangsa secara nasional. Satu diantara poinnya, MUI berharap agar semua pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap penyimpangan aliran-aliran sesat yang semakin menyebar dan meresahkan bahkan sangat berpotensi konflik.

Salah satu aliran menyimpang yang disebut MUI itu adalah Syiah Rafidhah. MUI mensejajarkan Syiah Rafidhah dengan kelompok aliran sesat lainnya seperti Ahmadiyah dan liberal.

Dalam isi rekomendasi Rakernas MUI nomor 6 tertulis, “Maraknya penyebaran ajaran Islam yang menyimpang di masyarakat banyak menimbulkan konflik, misalnya Syiah Rafidhah,Ahmadiyah, Millah Abraham, Jaringan Islam Liberal dan aliran radikal lainnya. MUI mendesak semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyimpangan tersebut.” (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...