Berita Dunia Islam Terdepan

Sebanyak 344 bayi baru lahir di penampungan UNRWA sejak agresi “Israel”

9

GAZA (Arrahmah.com) – Alat transportasi UNRWA biasanya penuh sesak dengan bahan bantuan atau persediaan, tapi kali ini mobil milik badan PBB untuk pengungsi Palestina itu penuh sesak dengan ibu-ibu dan bayi-bayi mereka yang baru lahir.

Para wanita dan anak-anak mereka dibawa untuk menghadiri suatu acara di mana mereka akan diberi perlengkapan kebersihan susu dan popok untuk mengurus bayi yang baru lahir.

perlengkapan bayi di Gaza

(Perlengkapan bayi yang dibagikan untuk para pengungsi)

Di antara yang hadir itu terdapat 344 bayi Palestina yang telah mulai kehidupan baru mereka sebagai pengungsi internal di sekolah-sekolah UNRWA di Gaza, menurut badan pengungsi PBB tersebut.

Seorang wartawan dari Ma’an News, Kamis (14/8/2014), pada upacara tersebut mengatakan bahwa banyak hadirin yang datang dengan mengenakan pakaian untuk shalat (mukena) mereka karena mereka tidak memiliki pakaian lain lagi untk dipakai, begitupun dengan bayi-bayi mereka di tengahkondisi Gaza yang memprihatinkan.

Seorang ibu dari keluarga Abu Adwan mengatakan kepada Ma’an bahwa rumahnya dibom hanya beberapa jam saja sebelum ia melahirkan bayi perempuannya Ghadir.

“Kami berlari ke sekolah (UNRWA) hanya beberapa saat sebelum saya akan melahirkan,” dia menceritakan.

“Saya histeris dan ketakutan. Saya pergi ke tempat persalinan dan mereka membawa saya ke rumah sakit untuk melahirkan di sana,” tambahnya.

“Tapi tragedi itu dimulai ketika kami kembali ke sekolah.”

“Rasa bahagia saya tidak lengkap,” katanya. Dia menceritakan tentang kondisi mengerikan di tempat penampungan bagi para pengungsi itu. “Saya tidak bisa menemukan tempat untuk mandi, saya akan membasahi handuk dan menggunakannya sebagai gantinya.”

“Hal yang sama juga untuk Ghadir. Pengabaian dan kurangnya kebersihan sangat jelas di lehernya.”

Pada puncak serangan “Israel” pada awal Agustus, sekitar 485.000 warga Gaza mengungsi dari rumah mereka, atau sekitar sepertiga dari total penduduk Gaza. Lebih dari setengah dari mereka berada di sekolah-sekolah PBB yang digunakan sebagai tempat penampungan.

Ibu dari keluarga Abu Adwan mengatakan bahwa beberapa keluarga berjejalan memadati salah satu ruang kelas di sekolah itu, situasi yang sangat tidak nyaman baginya sebagai seorang ibu yang baru saja melahirkan. Dia berkata bahwa dia tidak bisa tidur dan gelisah sepanjang waktu.

Dia menambahkan bahwa kondisi kelas tidak bersih, dan lalat-lalat serta bau sangat “tak tertahankan.”

“Saya tidak memiliki nutrisi yang saya butuhkan setelah melahirkan,” tambahnya.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...