Berita Dunia Islam Terdepan

Kisah Ustadz M. Thalib tentang perempuan Syiah bercadar yang menjadi copet dan pelacur

Pimpinan Majelis Mujahidin, kiri ke kanan, Ustadz Irfan S. Awwas, Al Ustadz Muhammad Thalib dan Ustadz Abu Jibriel
23

PAMULANG (Arrahmah.com) – Saat acara Konferensi Pers terkait isu aktual Daulah Al Baghdadi atau populer di media umum disebut ISIS di Markaz LPW Jabodetabek Majelis Mujahidin, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (9/8/2014), Al Ustadz Muhammad Thalib Al Yamani menyampaikan sekelumit kisah perjalanannya saat menuju bumi jihad Suriah.

Kata Amir Majelis Mujahidin Ustadz Thalib, ketika rombongan pimpinan pengurus Majelis Mujahidin sampai di Ankara, Turki serorang recepsinist hotel mengatakan begini, “Hati-hati di sini!” Spontan Ustadz Thalib yang di kalangan Majelis Mujahidin biasa disapa Syekh ini bertanya, “Hati-hati soal apa?”

“Tukang copetnya itu (di sini-red) perempuan bercadar” ucap sang recepsionist. “Loh kenapa begitu?” samber Syekh ingin tahu.

“Ini adalah perempuan-perempuan Syiah yang dikirim dari Llibanon dan Iran untuk mengacau Turki, dengan memperbanyak tukang copet dan mereka ini juga menjadi pelacur untuk merusak para pemuda Turki,” ungkap sang recepsionist kepada Syekh.

“Inilah cara Syiah merusak kaum Muslimin,” komentar Syekh spontan.

Usai mendengar ungkapan sang recepsionit itu, Syekh juga teringat sejarah yang mirip seperti itu, yakni saat Inggris perang melawan Yordania dan Libanon tahun 1921. Syekh mengungkapkan saat itu strategi yang dilakukan Inggris adalah mengirim perempuan-perempuan untuk menjadi pelacur di Yordania dan Libanon.

“Strategi Inggeris mengirim perempuan-perempuan untuk menjadi pelacur di Yordan, sekarang ditiru oleh Iran,” kata laki-laki yang waktu mudanya hobi berkelahi ini.

Turki, kata Syekh, dikenal sebagai negara anti Syiah yang sangat kuat seperti Malaysia. Karena itu sangat sulit untuk menembus Turki. Maka upaya yang dilakukan Syiah untuk merusak kaum Muslimin adalah, “Dikirimlah pelacur-pelacur itu, pakai cadar,” kata Syekh.

Di akhir kisahnya, Ustadz Thalib juga menantang para hadirin yang tidak mempercayai ceritanya ini, dia berucap “Kalau Anda gak percaya, nanti Anda pergi bersama saya ke Turki, tapi Anda yang mendanai,” spontan disambut ger wartawan dan hadirin peserta konpers.(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...