Berita Dunia Islam Terdepan

Bendera bertuliskan kalimat tauhid adalah milik Islam dan kaum muslimin

foto bendera bertuliskan kalimat tauhid La ialaha illa Allah Muhammadarasulullah
20

JAKARTA (Arrahmah.com) – Terkait dengan maraknya isu ISIS yang dihembuskan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan “digoreng” oleh media massa nasional sedemikian rupa, berimbas kepada pelecehan bendera Tauhid (Laa Ilaaha Illallah).

Untuk itu Aliansi Masyarakat Amar Ma’ruf Nahi Munkar (ALMANAR) menegaskan bahwa bendera Tauhid adalah bendera Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam, bendera Islam dan umat Islam dimana saja, bukan hanya bendera ISIS.

“Karena arti dan makna dari benderta tersebut sangatlah mulia dan inti dari dakwah para Nabi dan Rasul,” Koordinator ALMANAR Ustadz Andi Mulya Al Gapaz, Jumat.

Dia meminta umat Islam di Indonesia untuk tidak terjebak ikut-ikutan dalam melecehkan bendera tauhid tersebut. Karena sama saja hukumnya melecehkan Dienul Islam.

“Jikalau tidak simpati dengan ISIS dan aktifitas para pendukung ISIS di Indonesia, jangan kemudian melampiaskannya dengan melecehkan bendera Tauhid,” sambung ustadz Andi.

Ustadz Andi menghimbau para Ulama Rabbani, Habaib, cendekiawan, agar menerangkan kepada umat Islam Indonesia bahwa bertuliskan kalimat tauhid itu bukan bendera ISIS, akan tetapi bendera Rasulullah, bendera umat Islam. “Jangan dilecehkan, jangan dihinakan dan jangan dikriminalkan dengan sebutan bendera teroris,” terangnya.

Selanjutnya kata Ustadz Andi, meminta kepada pihak-pihak yang ingin menyudutkan dan memojokkan simbol-simbol dan istilah Islam Islam dan Syariatnya yakni istilah Khilafah, bendera tauhid, baiat, hijrah, jihad, dll dengan menumpang isu ISIS, maka takutlah kalian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena Islam dan Syariat Islam itu milik Allah Rabbal Alamin.

“Pelecehan dan kriminalisasi serta stigmatisasi hina terhadap pilar-pilar dan simbol kehormatan Islam seperti bendera dan panji-panji Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam yang bertuliskan kalimat Tauhid, Mushaf Al Qur’an, istilah-istilah Syar’i seperti khilafah, jihad fi sabilillah, hijrah, baiat dsb dengan menumpang pada kasus-kasus kontroversial tertentu adalah merupakan kemunkaran besar yang menyesatkan umat,” tegasnya.

Maka ALMANAR menyeru dan mengajak kaum muslimin untuk lebih cermat waspada dan siaga untuk bangkit membela kehormatan Islam jauh melebihi pembelaannya terhadap apapun. “Buktikan makna Takbir, Tahmid, Tahlil kalian, shalawat cinta Rasul kalian,” pungkas Ustadz Andi.

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...