Berita Dunia Islam Terdepan

Lagi-lagi jilboobs bikin geram, saatnya difatwakan haram

5

JAKARTA (Arrahmah.com) – Lagi-lagi fenomena ‘jilboobs’ atau jilbab seksi yang memperlihatkan lekuk tubuh perempuan menjadi pergunjingan. Soal ini sampai dibahas di media sosial dan forum internet, ‘jilboobs’ menjadi olok-olok. Tentu saja, fenomena ini disayangkan karena bisa menjelekkan Islam, sebagaimana dilansir detikNews pada Kamis (7/8/2014).

Sebetulnya fenomena ini telah berlangsung di Facebook sejak awal tahun 2014, dimana seorang pengguna media sosial itu merilis sebuah fanpage bertajuk jIlboobs, seperti yang pernah dipublikasi arrahmah.com pada April lalu, yang berupa seruan kepada MUI untuk memfatwakan jilboobs sebagai atribut yang haram dikenakan oleh Muslimah. Namun, alhamdulillah, kali ini isu tersebut lebih didengar masyarakat tatkala dengan sengaja pose-pose selebriti berjilboobs beredar di Indonesia. Maasyaa Allah.

Terkait fenomena jilboobs, Imam besar Masjid Istiqlal Musthofa Ali Yakub menyampaikan pandangannya dengan memaparkan tata cara berjilbab yang benar. Menurutnya, seharusnya mereka yang berjilbab mengikuti syariah dan bukan malah mempermainkannya atau sekadar untuk ikuti fashion trend saja.

“Sepertinya jilbab merupakan budaya. Yang penting untuk jilbab itu 4T: tempat tutup aurat, tidak transparan, tidak tembus pandang, dan tidak menyerupai lawan jenis,” jelas Musthofa di Jakarta, Rabu (6/8/2014) kepada detikNews.

Musthofa juga menambahkan bahwa apapun bentuk kerudungnya, jilbab atau hijab yang dipakai, [itu] diserahkan kepada perempuan yang memakainya. Yang terpenting adalah jangan sampai melewati apa yang dia sebut sebagai 4T itu.

“Adapun bentuk jilbab kerudung terserah seperti apa, asalkan 4T,” pungkas Musthofa.

Sebagai reaksi dari fenomena ini, Muslim pengguna media sosial akhirnya banyak yang mengampanyekan #jilbabmenutupaurat , #jilbabbukanmembalutaurat, #fatwaharamjilboobs, dan slogan serupa anti-jilboobs lainnya. Semoga saja kampanye anti-jilboobs tersebut dapat membuka kesadaran Ummat Islam untuk melaksanakan syari’at Islam dengan berlandaskan ilmu yang benar sesuai sunnah Rosululloh sholallohu ‘alayhi wasallam. (adibahasan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...