Berita Dunia Islam Terdepan

Insider attack kembali terjadi, seorang polisi Afghan membunuh tujuh rekannya di sebuah pos pemeriksaan di Uruzgan

Mayor Jenderal Harold Greene yang tewas dalam serangan oleh tentara Afghanistan. (Foto : EPA)
1

URUZGAN (Arrahmah.com) – Seorang polisi Afghanistan telah mengarahkan pistolnya ke rekan-rekannya di sebuah pos pemeriksaan polisi di selatan negara itu, menewaskan tujuh polisi di lokasi kejadian, menurut pernyataan seorang pejabat boneka di provinsi tersebut.

Insiden yang terjadi pada Selasa (5/8/2014) malam di ibukota provinsi Uruzgan, Tirin Kot, adalah yang terbaru di antara apa yang disebut sebagai “insider attack” di mana pasukan Afghanistan mengubah arah senjata mereka ke rekan-rekan mereka atau pasukan asing, lapor Al Jazeera (6/8).

Sebelumnya di hari yang sama, seorang tentara Afghanistan juga melakukan serangan serupa di sebuah pangkalan militer di dekat Kabul dan berhasil membunuh Mayor Jenderal Harold J Greene, petinggi militer AS. Selain itu serangan tersebut melukai sekitar 15 pasukan AS dan koalisi termasuk seorang jenderal Jerman dan dua jenderal Afghanistan.

Greene adalah tentara AS paling senior yang tewas dalam perang Afghanistan, menurut klaim AS.

Dalam serangan di uruzgan, juru bicara provinsi Doost Mohammad Nayab mengatakan penyerang melepaskan tembakan dan membunuh tujuh polisi di pos pemeriksaan, kemudian mencuri senjata mereka dan melarikan diri dengan mobil polisi.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini, namun Nayab mengklaim bahwa penyerang memiliki hubungan dengan Mujahidin Imarah Islam Afghanistan.

Serangan insider di Afghanistan meningkat tajam pada tahun 2012, dengan lebih dari 60 pasukan pendudukan, sebagian besar AS, tewas dalam 40 serangan.

Juru bicara Imarah Islam Afghanistan, Zabiullah Mujahid, memuji tentara Afghan yang membunuh Greene dalam sebuah pernyataan.

Seorang pejabat militer Afghan mengatakan, tentara yang membunuh Greene bersembunyi di kamar mandi sebelum melancarkan serangan dan menggunakan senapan otomatis NATO dalam serangan itu. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...