Gencatan senjata sepihak dan bom "Israel" hancurkan pasar Syuja'iya, 33 syahid

24

GAZA (Arrahmah.com) – Tentara Zionis durjana mengumumkan gencatan senjata sepihak yang memperdaya selama 4 jam (3:00-7:00) pada Rabu (30/7/2014) dan tiba-tiba mengebom pasar Syuja’iya serta sejumlah rumah di Jalur Gaza, insyaa Allah setidaknya 33 warga Palestina syahid, sebagaimana dilaporkan oleh CY.

Juru bicara Departemen Kesehatan Gaza, Ashraf Al-Qidra mengatakan sekitar pukul 6:00 waktu setempat bahwa, serangan udara “Israel” telah meratakan pasar Syuja’iya, menewaskan sedikitnya 17 warga sipil, termasuk jurnalis, dan melukai 200 lainnya.

Departemen Kesehatan di Gaza mengatakan bahwa korban jiwa termasuk seorang wartawan dan dua paramedis, serta anggota kru pertahanan sipil.

Wartawan yang turut gugur adalah Rami Ryan, seorang fotografer untuk Jaringan Palestina untuk Jurnalisme dan Media.

fotografer rami rayan gugur di pasar syuja'iya
fotografer rami rayan gugur di pasar syuja’iya

Saat ini, jasad para korban masih ditarik dari puing-puing, dan para tenaga medis memperkirakan bahwa puluhan telah tewas dan terluka.

Serangan di kawasan itu memakan korban sejak gencatan senjata setidaknya 29 orang, dengan 12 warga syahid sebelumnya.

Selain itu, 4 warga sipil gugur dalam penembakan di sebuah rumah di al-Qarara di Khan Younis.

Penyerangan oleh pihak zionis dilaporkan juga terjadi di Juhr Al-Dik, Al-Bureij, Deir Al-Balah, dan banyak daerah lainnya di Gaza.

Satu serangan udara juga menghantam gedung al-Basha di Gaza, yang menampung sejumlah kantor pers.

Pelanggaran gencatan senjata -yang mempermainkan Palestina- membawa total angka kematian warga Palestina pada Rabu (30/7) menjadi 103, dengan total korban tewas pada serangan hari ke-23 sebanyak 1325 dengan lebih dari 7.000 terluka.

Yoav Mordechai, koordinator militer “Israel”, mengatakan sebelumnya bahwa pasukan “Israel” akan menghentikan serangan selama empat jam mulai pukul 15:00 waktu setempat.

Gerakan perlawanan Palestina dari juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, mengatakan bahwa “Israel” menyatakan gencatan senjata yang resmi hanya untuk “konsumsi media.”

Abu Zuhri mengatakan gencatan senjata itu “tidak berguna” mengingat bahwa itu tidak termasuk bagian dari Jalur Gaza di mana pasukan “Israel” beroperasi.

Sebelumnya pada hari itu, pasukan pendudukan “Israel” menewaskan lebih dari 70 warga Palestina, sehingga jumlah warga Gaza tewas sejak awal serangan sampai saat ini melewati angka 1.300.

Serangan “Israel” yang paling mematikan pada Rabu (30/7) adalah penembakan di tempat penampungan PBB yang ditunjuk di kamp pengungsi Jabaliya yang menewaskan sedikitnya 16 orang tewas.

Chris Gunness, juru bicara badan pengungsi Palestina PBB, mengutuk serangan dalam pernyataannya di Twitter.

“UNRWA mengutuk dengan istilah yang paling kuat (menyatakan) pelanggaran ini serius terhadap hukum internasional oleh pasukan ‘Israel’,” kata Gunness. Laa hawla walaa quwwata illabillahil aliiyyil adziim. (adibahasan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.