Tentara junta Mesir kembali menghancurkan 13 terowongan rakyat Gaza

17

PALESTINA (Arrahmah.com) – Tentara junta Mesir mengatakan pada Ahad (27/7/2014) bahwa mereka telah menghancurkan 13 terowongan lainnya yang menghubungkan Semenanjung Sinai ke Jalur Gaza, lansir Ma’an.

Penghancuran itu akan berpotensi memperburuk situasi ekonomi dan kemanusiaan di Jalur Gaza yang terkepung, yang telah mengalami penurunan besar dalam standar hidup sejak presiden diktator Mesir Abdul Fattah As-Sisi meluncurkan kampanye untuk menghancurkan terowongan-terowongan Gaza musim panas lalu.

Selama delapan tahun sejak zionis “Israel” memberlakukan blokade ekonomi di Jalur Gaza dengan dalih kemenangan Hamas dalam pemilu, terowongan-terowongan itu telah menjadi akses penyelamat utama yang menghubungkan 1,7 juta rakyat Gaza ke dunia luar.

Sejak musim panas lalu, Kairo telah mengirim pasukan ke semenanjung itu untuk menghadapi perlawanan yang meningkat sejak penggulingan presiden yang terpilih secara demokratis Muhammad Mursi tahun lalu, dan operasi itu melibatkan penghancuran terowongan-terowongan ini.

Kelompok pejuang Palestina, Hamas, yang merupakan kekuatan utama di Gaza, dilaporkan menggunakan terowongan-terowongan itu untuk menyelundupkan senjata, makanan dan uang ke Jalur Gaza yang diblokade.

Penjajah “Israel” telah meluncurkan serangan militer di Gaza sejak 8 Juli lalu, dan meluncurkan serangan darat pada 17 Juli yang juga bertujuan menghancurkan jaringan terowongan di Jalur Gaza.

Serangan itu telah membunuh lebih dari 1.000 warga Palestina, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil.

Hubungan antara Hamas dan Kairo telah memburuk sejak tentara Mesir menggulingkan Mursi pada 3 Juli 2013 lalu. Hamas merupakan afiliasi dari Ikhwanul Muslimin Mursi.

Kairo juga menuduh Hamas terlibat dalam serangan militan di dalam wilayah Mesir, yang telah bertambah jumlahnya sejak Mursi digulingkan. Baik Hamas maupun Ikhwanul Muslimin telah membantah hubungan apapun dengan serangan-serangan yang telah diakui oleh keompok-kelompok jihad.

Kelompok-kelompok jihad itu mengatakan bahwa serangan perlawanan mereka merupakan pembalasan atas tindakan brutal polisi terhadap kaum muslimin yang merupakan para pendukung Mursi. Tindakan brutal tersebut telah menyebabkan lebih dari 1.400 orang terbunuh dalam serangan terhadap para pengunjuk rasa dan dalam bentrokan-bentrokan jalanan.

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.