Perkembangan korban serangan "Israel" di Gaza: 865 syahid dan 5700 cedera

49

GAZA(Arrahmah.com) – Serangan penjajah “Israel” ke Jalur Gaza terus berlanjut dan memasuki hari ke-18 berturut-turut pada hari Jum’at (25/7/2014), menyebabkan 76 warga Gaza gugur sebagai syuhada’. Dengan demikian sampai hari ke-18 serangan penjajah “Israel” telah membunuh 865 warga dan mencederai 5700 warga, mayoritas korban adalah penduduk sipil, Al-Jazeera melaporkan.

Wakil Menteri Kesehatan Palestina Yusuf Abu Raisy mengatakan tenaga medis Hamid Al-Bar’i syahid dan dua tenaga medis lainnya mengalami cedera setelah tembakan artileri “Israel” menghantam dan membakar mobil ambulance mereka. Mobil ambulance tersebut saat itu sedang mengangkut sejumlah korban di dekat Rumah Sakit Bait Hanoun.

Tujuh jenazah warga Palestina lainnya dieevakuasi dari desa Syujaiyah, salah satunya seorang anak kecil yang tertembak di bagian kepala oleh serangan sniper tentara “Israel”.

Sumber-sumber Palestina menyebutkan dua pemuda berumur 20an syahid oleh serangan pesawat tempur “Israel” terhadap kota Gaza. Tiga pemuda Gaza lainnya syahid oleh dua serangan pesawat tempur “Israel” terhadap kota Dier Balah, Gaza tengah.

Dari kota Khan Yunis, Gaza selatan, sumber-sumber medis Palestina melaporkan tujuh warga syahid, salah satunya seorang kakek berusia 60 tahun, dalam serangkaian serangan pesawat tempur “Israel” yang menargetkan rumah-rumah penduduk.

Seorang ayah dan anaknya yang berusia 12 tahun juga syahid di kota Rafah oleh serangan “Israel”. Dari kota yang sama seorang wanita dan dua orang anak kecil juga dilaporkan gugur oleh serangan pesawat tempur “Israel”.

Al-Jazeera juga melaporkan penanggung jawab media perang kelompok pejuang Hamas Shalah Abu Hasanain yang lebih kerap dipanggil Abu Ahmad, telah syahid bersama tiga orang anaknya saat pesawat tempur “Israel” membom rumahnya di kota Rafah.

Serangan biadab penjajah zionis “Israel” telah memaksa lebih dari 130 ribu penduduk muslim Gaza untuk mengungsi ke tenda-tenda pengungsian yang dikelola oleh lembaga UNRWA.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.