Bocah-bocah dan warga sipil dibunuh rezim Irak di Fallujah

3

FALLUJAH (Arrahmah.com) – Serangan udara rezim Syi’ah Irak menewaskan 19 orang, termasuk anak-anak di Fallujah pada Senin (21/7/2014) dan Selasa (22/7), menurut seorang pejabat kesehatan di kota yang dikuasai Mujahidin, seperti dilansir Reuters.

Tentara Irak telah mengebom Fallujah, 70 km (44 mil) barat Baghdad, selama berbulan-bulan, mencoba untuk mengusir para Mujahidin. Para pejuang, didukung oleh para pemimpin suku Sunni lokal, menyerbu kota pada bulan Januari.

Ahmed al-Shami, juru bicara dinas kesehatan Fallujah-kepanjangan tangan lokal dari kementerian kesehatan-mengatakan, 19 warga gugur termasuk perempuan dan anak-anak dan rumah sakit Fallujah juga telah menerima 38 orang terluka sejak Senin malam (21/7).

Warga Fallujah dan kota terdekat Garma mengatakan helikopter menembakkan artileri dan menjatuhkan tiga bom barel pada Fallujah dan dua di Garma.

Bom Barrel-senjata darurat kuat yang terbuat dari bahan peledak tinggi, semen dan bagian logam dikemas ke dalam drum minyak, biasanya turun dari helikopter-telah menjadi terkenal di wilayah ini karena penggunaannya di negara tetangga Suriah oleh pasukan rezim Bashar al-Assad untuk meratakan bangunan di daerah yang dikuasai Pejuang Muslim Sunni.

Puluhan orang telah tewas sejak Januari seperti yang digambarkan penduduk sebagai pemboman dengan sasaran sembarang menuju warga sipil. Pada bulan Mei, saksi di Fallujah mengatakan bom barel telah dijatuhkan di kota.

Pemerintah menyangkal serangan membabi buta itu, mengatakan pihaknya menargetkan mujahidin yang dianggap sebagai pemberontak, tetapi petugas keamanan tingkat menengah di provinsi Anbar sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa bom barel telah dijatuhkan di Fallujah.

Juru bicara militer Perdana Menteri Nuri al-Maliki, Letnan Jenderal Qassim Atta, tidak segera tersedia untuk mengomentari serangan minggu ini.

Sekitar 560,000 orang telah dievakuasi dari provinsi Anbar, sebuah provinsi di Irak barat dimana Fallujah terletak, sejak pengambilalihan oleh Mujahidin pada bulan Januari, menurut International Rescue Committee, sebuah organisasi kemanusiaan berbasis di New York. (adibahasan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.