Berita Dunia Islam Terdepan

Soal Palestina, jangan berharap pada PBB!

Gema Pembebasan Tasikmalaya dalam aksi simpatik mengecam serangan Israel ke Gaza-Palestina pada Jumat (11/7/2014)
1

TASIKMALAYA (Arrahmah.com) – Ikhsan Al-Ghifari dari Gema Pembebasan Tasikmalaya mengatakan dalam masalah Palestina, kaum Muslimin tidak bisa berharap kepada PBB.

“Kita tidak bisa berharap kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena justru PBB-lah yang membidani lahirnya Negara Israel. Upaya negosiasi atau perdamaian selama ini tidak membuahkan hasil dan tidak akan pernah membuahkan hasil,” katanya dalam aksi mengecam serangan Israel ke Gaza-Palestina Jumat (11/7/2014) lalu.

Menurutnya, Israel hanya bisa mengerti dengan bahasa perang bukan dengan diplomasi atau negosiasi. Maka solusinya hanya jihad dan khilafah.

Walaupun diiringi turunnya hujan, aksi yang digelar di Tugu Adipura, Jln. KH Z Musthofa Kota Tasikmalaya ini, tak menyurutkan semangat massa HTI Tasikmalaya beserta puluhan mahasiswa, santri, asatidz, dan para guru dalam mengecam serangan Israel ke Gaza-Palestina. Aksi yang digelar selepas shalat Jum’at ini dilakukan dalam bentuk penyebaran selebaran terkait kebusukan tentara Israel menyerang Palestina, dan juga penyampaian orasi-orasi. dimulai dengan pengantar oleh Ustadz Munandar Syarif, S.Pd.I. dan pembacaan Alqur’an oleh Taufik.

Salah seorang orator, Sugi menyatakan bahwa akar masalah Palestina adalah penjajahan Israel atas tanah kaum muslimin di Palestina. Karena itu menurutnya, umat saat ini sangat membutuhkan pelindung yang real yaitu Negara Khilafah. Menurutnya, sudah lebih dari 90 tahun umat hidup tanpa khilafah dan sampai saat ini Khilafah Islamiyah belum tegak di negeri muslim manapun. Di berbagai negeri umat sudah sangat merindukan kehadiran institusi penjaga tersebut.

Sementara orator lain, Ustadz Abdullah Mufti Nurhabib, M.Pd.I. mengingatkan bahwa setiap muslim itu bersaudara dan kepedulian seorang muslim terhadap saudaranya merupakan tanda keimanan seseorang. Artinya, jika seorang muslim tidak menaruh kepedulian terhadap muslim lain yang terkena musibah, maka dipertanyakan keimanannya.

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...